Gejolak pasar emas kembali menyapa Kota Lhokseumawe, Aceh, pada Kamis, 26 Februari 2026, dengan penurunan harga yang cukup signifikan. Harga emas murni dan emas London dilaporkan merosot nyaris Rp 100.000 per mayam dalam satu hari, memicu gelombang aktivitas penjualan yang mendominasi pasar lokal. Fenomena ini, yang terjadi di tengah dinamika ekonomi regional, menarik perhatian para investor dan masyarakat umum yang mengamati pergerakan aset berharga ini.
Penurunan harga emas ini dikonfirmasi langsung oleh Mori, seorang pedagang emas terkemuka di Toko Mas London yang berlokasi strategis di Jalan Perniagaan, jantung perdagangan Kota Lhokseumawe. Menurut Mori, harga emas murni dan emas London pada hari Kamis tersebut menunjukkan koreksi tajam dibandingkan dengan harga penutupan pada hari Rabu sebelumnya. Secara spesifik, penurunan yang terjadi mencapai Rp 33.000 per gram, yang jika dikonversi ke satuan mayam—ukuran berat tradisional emas di Aceh yang setara dengan sekitar 3,33 gram—maka total penurunannya adalah sekitar Rp 99.000 per mayam. Angka ini secara konsisten dilaporkan mendekati ambang batas Rp 100.000 per mayam, menandakan pergeseran pasar yang substansial.
Fluktuasi Harga Emas Murni dan Emas London: Analisis Mendalam
Untuk memahami lebih dalam mengenai pergerakan harga ini, penting untuk merinci data harga beli emas dari dua kategori utama yang diperdagangkan di Lhokseumawe: emas murni dan emas London. Penurunan yang terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026, merupakan kelanjutan dari periode stabilitas harga yang telah berlangsung beberapa hari sebelumnya, menambah bobot pada signifikansi koreksi ini.
















