Pergolakan rumah tangga pasangan selebritas Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi mencapai babak baru yang mengejutkan. Wardatina Mawa secara resmi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya, Insanul Fahmi, di Pengadilan Agama Medan, Sumatera Utara, pada Kamis (26/2/2026). Keputusan ini menandai eskalasi konflik yang sebelumnya telah menjadi sorotan publik, meninggalkan Insanul Fahmi dalam posisi terkejut dan penuh pertimbangan mengenai langkah selanjutnya. Kabar ini, yang santer terdengar setelah Mawa dikabarkan bertolak ke Medan dengan niat tegas untuk mengakhiri pernikahan, kini telah sampai ke telinga Insanul Fahmi, yang mengaku masih terombang-ambing antara upaya perbaikan dan penerimaan kenyataan pahit.
Gugatan Cerai Wardatina Mawa: Titik Balik yang Mengejutkan
Langkah Wardatina Mawa untuk secara resmi mengajukan gugatan cerai merupakan penegasan atas niatnya yang telah diutarakan sebelumnya kepada publik. Kepulangannya ke Medan tidak hanya sekadar kunjungan, melainkan sebuah misi untuk menyelesaikan urusan hukum yang krusial. Keputusan ini, sebagaimana diungkapkan oleh Mawa sendiri, telah direncanakan sejak awal mula terungkapnya permasalahan rumah tangga mereka, dengan tujuan utama untuk berpisah. Ia bahkan menyempatkan diri untuk meluangkan waktu sehari penuh demi mengurus proses pendaftaran gugatan di Pengadilan Agama Medan. Melalui unggahan di Insta Story, Mawa mengekspresikan kelegaan setelah proses pendaftaran selesai, mengindikasikan bahwa ia memandang langkah ini sebagai penyelesaian atas konflik yang telah berkepanjangan. Keputusan ini tak pelak menimbulkan gelombang reaksi, baik dari publik maupun dari pihak Insanul Fahmi sendiri, yang kini dihadapkan pada realitas yang tak terduga.
Insanul Fahmi, saat dikonfirmasi mengenai kabar gugatan cerai tersebut, mengungkapkan rasa terkejut yang mendalam. Ia mengaku menerima kabar tersebut langsung dari sang istri melalui pesan singkat. “Ya, sempat komunikasi pasti ada kagetnya ya,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari wawancara virtual dengan wartawan pada Sabtu (28/2/2026). Kejutan ini semakin terasa mengingat sebelumnya ia dan Mawa sempat membuka ruang untuk rekonsiliasi dan bahkan membahas kemungkinan rujuk pasca konflik terkait isu poligami mencuat. Insanul merasa ada dilema yang kuat dalam dirinya, di mana ia masih terombang-ambing antara mencoba menerima kenyataan dan berjuang mempertahankan rumah tangga. “Aku coba memperbaiki dan mengelola semuanya, tapi makin ke sini makin kusut,” ungkapnya, menggambarkan betapa rumitnya situasi yang dihadapi. Ia juga menyadari bahwa banyak pihak, termasuk keluarga, yang telah menjadi korban dalam konflik berkepanjangan ini.
Lebih lanjut, Insanul Fahmi menyatakan bahwa ia masih dalam proses pertimbangan matang mengenai langkah selanjutnya. Ia mengakui bahwa masalah rumah tangganya telah menjadi konsumsi publik, sebuah situasi yang sangat disayangkannya. Insanul berharap agar urusan rumah tangganya dapat diselesaikan secara tertutup dan tidak terus-menerus menjadi bahan perbincangan publik. “Jadi menurut aku, aku masih mempertimbangkan apakah memang bener-bener mau mencoba meneruskan atau ambil keputusan seperti apa. Tapi mungkin sembari istikharah yang terbaik seperti apa,” tuturnya, menunjukkan niatnya untuk mencari petunjuk ilahi dalam mengambil keputusan yang paling bijaksana. Meskipun demikian, dari lubuk hatinya, Insanul mengaku masih memiliki keinginan untuk mempertahankan rumah tangganya. “Kalau dari diri saya sendiri tetap ingin mempertahankan,” tegasnya. Namun, ia juga menyadari bahwa kondisi rumah tangga yang sudah “sangat carut-marut” dan “berlarut-larut” tidak baik untuk terus menjadi sorotan publik. Ia berjanji akan mempertimbangkan secara cermat potensi mudarat yang timbul dari setiap keputusan, agar tidak justru memperkeruh keadaan atau melanjutkan “drama” yang ada. Rasa kecewa juga tak bisa disembunyikan dari pengakuannya, terutama terkait sikap Mawa yang dinilai tidak berusaha menyelesaikan masalah secara baik-baik sebelum mengambil langkah hukum.
Status Hubungan dengan Inara Rusli dan Isu Pernikahan Siri
Di tengah badai gugatan cerai dari Wardatina Mawa, status hubungan Insanul Fahmi dengan Inara Rusli, mantan istri Virgoun, kembali menjadi sorotan. Insanul Fahmi menegaskan bahwa hingga saat ini, ia belum secara resmi menalak Inara Rusli maupun pihak lainnya. “Untuk saat ini belum menalak-nalak ke semua pihak belum ada, tapi memang ya saat ini kan kita masing-masing dulu,” terangnya, dikutip dari YouTube Intens Investigasi pada Jumat (27/2/2026). Ia mengaku belum memikirkan secara spesifik mengenai masa depannya dengan Inara Rusli. Prioritas utamanya saat ini adalah berupaya mempertemukan Mawa dan Inara untuk duduk bersama dan mencari solusi. Insanul ingin mengetahui apakah visi dan tujuan hidup mereka dapat selaras. “Aku enggak tahu sih ke depannya gimana baiknya karena ini sudah carut-marut semuanya. Paling prioritas duduk dulu sama masing-masing pihak, pengin bertanya apakah bisa menjalankan visi dan goals yang sama,” jelasnya.
Namun, isu mengenai pernikahan siri antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli justru memunculkan kontroversi baru. Yudi Pratama, yang mengaku sebagai mantan sahabat Insanul Fahmi, secara terbuka meragukan keabsahan pernikahan siri tersebut. Dalam sebuah program televisi, Yudi menyatakan bahwa pada tanggal 7 Agustus 2025, tanggal yang diklaim sebagai momen pernikahan siri, Inara Rusli justru berada bersamanya. “Di tanggal itu, (7 Agustus 2025) aku berada bersama saudara IR (Inara Rusli) dan asisten pribadi (asprinya), saudara V dan memang tidak ada, aku meragukan pernikahan itu terjadi, karena mereka mengatakan mereka menikah siri di tanggal itu,” ungkap Yudi, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube TRANS TV Official pada Kamis (26/2/2026). Pernyataannya ini sontak viral dan menuai berbagai reaksi dari publik, bahkan ada yang menuding Yudi hanya mencari sensasi.
Tak hanya mendapat hujatan, Yudi Pratama juga dilaporkan menerima pesan bernada ancaman. Melalui unggahan di media sosial, Yudi membagikan tangkapan layar pesan singkat dari seseorang yang tidak diketahui identitasnya, yang berisi ancaman akan melaporkannya ke polisi. Sosok pengirim pesan tersebut juga menyalahkan Yudi atas ucapannya yang dianggap memperkeruh kondisi rumah tangga Insanul Fahmi. “E m*ny*t, perkara muncungmu yang sok tau buat makin memperkeruh rumah tanggaku,” bunyi pesan ancaman tersebut, dikutip pada Jumat (27/2/2026). Menanggapi ancaman tersebut, Yudi yang berprofesi sebagai penulis dan lulusan sarjana hukum, justru menyinggung mengenai ancaman hukuman yang dapat diterima oleh pengirim pesan berdasarkan KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ia menekankan bahwa tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai ancaman kekerasan, pemerasan, hingga perundungan digital yang berpotensi menimbulkan ketakutan atau kerugian bagi korban.
















