Sebuah gelombang kekhawatiran melanda lanskap industri nasional Indonesia menyusul mencuatnya rencana impor 105.000 unit mobil pikap dari India oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung proyek Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan kontroversial ini, yang pertama kali disoroti oleh Majelis Pertimbangan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kini memicu perdebatan sengit tentang arah kedaulatan industri dalam negeri, potensi pelemahan daya saing otomotif nasional, dan urgensi evaluasi menyeluruh dari pemerintah. Siapa yang bertanggung jawab atas keputusan ini, dan mengapa kebijakan ini memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk parlemen dan ekonom?














