Ketegangan yang membara di perbatasan Afghanistan dan Pakistan telah meledak menjadi deklarasi “perang terbuka” oleh Islamabad pada Jumat, menyusul serangkaian serangan udara dan bentrokan mematikan yang telah berlangsung berbulan-bulan. Di tengah gempuran bom Pakistan terhadap kota-kota strategis seperti Kabul dan Kandahar, serta pengerahan operasi militer darat dan jet tempur, para pemimpin Taliban Afghanistan secara mengejutkan menyatakan kesiapan mereka untuk berdialog demi mengakhiri kekerasan. Namun, tawaran diplomatik yang disampaikan juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, ini langsung berhadapan dengan penolakan tegas dari Pakistan pada hari berikutnya, yang menuntut penghentian perlindungan terhadap kelompok militan Tehrik-i-Taliban Pakistan (TTP) sebagai prasyarat utama, menggarisbawahi kompleksitas dan kedalaman konflik yang telah lama membara di antara kedua negara tetangga tersebut.

















