- Transparansi Keputusan: Setiap hasil rapat Dewan Gubernur dipublikasikan secara luas kepada masyarakat dan pelaku pasar untuk menjamin akuntabilitas.
- Basis Data Empiris: Kebijakan moneter diambil berdasarkan analisis mendalam terhadap indikator inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi, bukan atas dasar instruksi politik.
- Keseimbangan Suara: Tidak ada hak veto tunggal; semua keputusan diambil melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara jika diperlukan.
- Pengawasan Legislatif: DPR RI melalui Komisi XI terus melakukan pengawasan berkala terhadap kinerja dan integritas para pimpinan Bank Indonesia.
Penjelasan Dasco ini sekaligus mengklarifikasi bahwa mundurnya Juda Agung merupakan peristiwa yang bersifat personal dan profesional, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Gubernur BI dengan mencari pengganti terbaik. Proses ini menunjukkan bahwa institusi Bank Indonesia tetap berjalan di atas rel regulasi yang ada, terlepas dari siapa yang menjabat sebagai Presiden. Dengan menyodorkan tiga nama, Gubernur BI memberikan ruang bagi DPR untuk melakukan penilaian objektif terhadap masing-masing kandidat. Thomas Djiwandono, dalam hal ini, harus berkompetisi dengan kandidat lainnya untuk membuktikan bahwa dirinya layak mengemban amanah sebagai Deputi Gubernur bukan karena faktor hubungan darah, melainkan karena kapasitas intelektual dan integritasnya.
Sebagai penutup, Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat untuk melihat proses ini secara jernih dan memberikan kesempatan bagi mekanisme demokrasi di DPR untuk bekerja. Ia menegaskan kembali bahwa integritas Bank Indonesia adalah harga mati bagi stabilitas ekonomi nasional. Oleh karena itu, segala bentuk tuduhan intervensi harus dibuktikan melalui proses fit and proper test yang akan segera digelar. Dengan transparansi yang dikedepankan, diharapkan polemik mengenai pencalonan Thomas Djiwandono dapat bertransformasi menjadi diskusi produktif mengenai masa depan kebijakan moneter Indonesia yang lebih solid dan terintegrasi dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.

















