Sebuah kekalahan telak dalam laga bertajuk derbi Sumatera Selatan telah resmi mengakhiri perjalanan Sriwijaya FC di kasta kedua sepak bola Indonesia. Pada lanjutan Championship 2025-2026 pekan ke-21, yang digelar Sabtu malam (28/02/2026) di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sriwijaya FC takluk tiga gol tanpa balas dari tim tuan rumah, Sumsel United. Hasil ini, yang sekaligus mengukuhkan dominasi Sumsel United dalam pertandingan tersebut, secara dramatis memastikan Sriwijaya FC terdegradasi ke Liga Nusantara atau Liga 3 musim depan. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang adu gengsi antar tim asal Sumatera Selatan ini justru menjadi momen pilu bagi ‘Laskar Wong Kito’, menandai salah satu titik terendah dalam sejarah klub yang pernah berjaya di kancah sepak bola nasional.

Pertandingan antara Sumsel United dan Sriwijaya FC berlangsung dengan tensi tinggi, namun sejak awal babak pertama, dominasi permainan terlihat jelas berada di tangan Sumsel United. Tim berjuluk ‘The Fireball’ ini berhasil mengendalikan jalannya pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen, sebuah statistik yang mencerminkan superioritas mereka di lapangan tengah. Serangan demi serangan yang dibangun oleh Sumsel United akhirnya membuahkan hasil. Gol pembuka tercipta di menit keempat, ironisnya dicetak oleh mantan pemain Sriwijaya FC, Oktovianus Kapisa. Pemain berusia 29 tahun ini berhasil memanfaatkan assist matang dari Dall’oca untuk membobol gawang Sriwijaya FC, memberikan keunggulan cepat bagi timnya. Keunggulan ini semakin dipertegas pada menit ke-21, ketika Juninho menggandakan skor menjadi 2-0. Gol kedua Sumsel United ini tercipta berkat umpan terukur dari Rahmat Hidayat. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, skor 2-0 untuk keunggulan Sumsel United tidak berubah, meninggalkan Sriwijaya FC dalam posisi tertinggal dan tertekan.
Rentetan Gol yang Memastikan Degradasi
Memasuki babak kedua, Sumsel United tidak mengendurkan intensitas serangan mereka. Upaya untuk menambah keunggulan kembali membuahkan hasil pada menit ke-64. Kali ini, giliran Azis Hutagalung yang mencatatkan namanya di papan skor, mengukuhkan kemenangan Sumsel United dengan skor akhir 3-0. Tiga gol tanpa balas ini tidak hanya memberikan tiga poin krusial bagi Sumsel United, tetapi juga menjadi pukulan telak yang mengakhiri mimpi Sriwijaya FC untuk bertahan di Championship. Kekalahan ini secara matematis memastikan Sriwijaya FC harus rela terdegradasi ke Liga Nusantara atau Liga 3 untuk musim kompetisi mendatang. Jarak poin yang sangat jauh dengan tim-tim di atasnya membuat sisa enam pertandingan yang akan dilakoni Sriwijaya FC menjadi tidak berarti lagi untuk mengubah nasib mereka.
Dengan raihan poin yang sangat minim, Sriwijaya FC dipastikan menempati posisi juru kunci di klasemen Grup 1 Wilayah Barat Championship 2025-2026. Jarak yang terlampau jauh, mencapai 20 poin, dengan tim yang berada di posisi ke-9, Persekat Tegal, membuat peluang untuk lolos dari jurang degradasi menjadi mustahil. Inkonsistensi performa sepanjang musim menjadi faktor utama yang membawa klub sebesar Sriwijaya FC terperosok ke titik terendah ini. Kekalahan dalam laga derby Sumatera Selatan ini menjadi penanda bahwa Sriwijaya FC harus melakukan evaluasi menyeluruh dan pembenahan total untuk dapat kembali bangkit di masa depan.

Posisi Klasemen dan Dampak Degradasi
Kemenangan atas Sriwijaya FC ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi Sumsel United. ‘The Fireball’ berhasil merangsek naik ke posisi ketiga klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat Championship 2025-2026 dengan mengoleksi 37 poin. Raihan poin ini menyamai jumlah poin Adhyaksa FC yang berada di posisi runner-up. Persaingan di papan atas klasemen wilayah barat semakin memanas, dengan Garudayaksa FC masih kokoh di puncak klasemen dengan 38 poin. Dominasi Sumsel United dalam pertandingan ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga mempertegas ambisi mereka untuk bersaing di papan atas dan berpotensi promosi ke kasta tertinggi di musim berikutnya. Di sisi lain, degradasi Sriwijaya FC menjadi pengingat keras akan ketatnya persaingan di kasta kedua sepak bola Indonesia dan pentingnya konsistensi serta strategi yang matang untuk bertahan di liga profesional.
Secara rinci, klasemen Grup 1 Wilayah Barat Championship 2025-2026 per pekan ke-21 menunjukkan peta persaingan yang ketat. Garudayaksa FC memimpin dengan 38 poin dari 21 pertandingan, diikuti oleh Adhyaksa FC dan Sumsel United yang sama-sama mengoleksi 37 poin dari 20 dan 21 pertandingan. FC Bekasi City menyusul di posisi keempat dengan 36 poin, sementara Persiraja Banda Aceh berada di peringkat kelima dengan 31 poin. PSMS Medan (29 poin), Persikad Depok (26 poin), dan PSPS Pekanbaru (24 poin) mengisi posisi tengah klasemen. Persekat Tegal berada di zona aman, menempati posisi kesembilan dengan 22 poin dari 20 pertandingan. Sementara itu, Sriwijaya FC terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan 2 poin dari 21 pertandingan, dengan catatan gol yang sangat buruk, yaitu memasukkan 14 gol dan kebobolan 75 gol. Angka-angka ini menjadi bukti nyata dari musim yang sangat mengecewakan bagi Sriwijaya FC.
Susunan pemain kedua tim dalam pertandingan krusial ini juga menjadi sorotan. Sumsel United, di bawah asuhan pelatih Nil Maizar, menurunkan formasi 4-3-3 dengan diperkuat oleh Dicki Agung Setiawan di bawah mistar gawang. Lini pertahanan diisi oleh Agim Fariansyah, Fernando Barbosa Pereira, Muchlishin Azis Hutagalung, dan Octovianus Otto Kapisa. Lini tengah dihuni oleh Diego Pires Dall’oca, MOhamad Syahril Afrizal, dan Muhammad Kemaluddin. Sementara itu, lini serang dipercayakan kepada Jacinto Junior Conceicao Cabral, Nathan Fariel Kusuma, dan kapten tim, Rachmad Hidayat. Di kubu Sriwijaya FC, pelatih Iwan Setiawan menurunkan formasi serupa 4-3-3. Rangga Pratama menjaga gawang, dibantu oleh Gardhika Arya Putra, Oscar Novangga, Priest-Tyson Zachary Tobias, dan Rizky Dwi Nugraha Asyai di lini belakang. Kapten tim Derry Herlangg memimpin lini tengah bersama M Zahran Fahrezi dan Reynaldy Junior Alfiansyah. Lini serang Sriwijaya FC diisi oleh Aaron Yekti, Ananda Dhea Bagus Saputra, dan Husnuzhon. Pertandingan ini juga mencatat hasil-hasil lain di pekan ke-21, seperti kemenangan FC Bekasi City atas PSMS Medan (2-1), kemenangan tipis Persiraja Banda Aceh atas Persikad Depok (3-2), dan hasil imbang tanpa gol antara PSPS Pekanbaru melawan Garudayaksa FC. Sementara itu, Persipal Palu harus mengakui keunggulan Persiku Kudus dengan skor 1-4 pada pertandingan hari Jumat.

















