Sorotan sepak bola akhir pekan ini menjanjikan duel sengit antara raksasa Liga Inggris dan Serie A, dengan jadwal siaran langsung yang terpusat di SCTV dan ANTV serta platform streaming Vidio. Pertarungan akbar yang paling dinanti adalah bentrokan klasik antara Arsenal melawan Chelsea pada Minggu malam, sementara di Italia, AS Roma akan menjamu Juventus dalam pertandingan yang sarat gengsi. Pertanyaan besar menggantung: akankah Arsenal mampu memanfaatkan keunggulan bola mati mereka untuk mengamankan poin penuh, dan bagaimana AC Milan akan bangkit dari rentetan keputusan kontroversial yang merugikan mereka?
Arsenal, yang baru saja meraih kemenangan meyakinkan atas Tottenham Hotspur, berupaya melanjutkan momentum positif mereka di Premier League. Kemenangan tersebut, yang diwarnai permainan menyerang yang dinamis, menjadi suntikan moral penting bagi tim asuhan Mikel Arteta setelah sebelumnya tertahan imbang 2-2 oleh Wolverhampton Wanderers. Setelah jeda tengah pekan yang langka, The Gunners bertekad untuk melupakan beberapa hasil yang kurang memuaskan di awal tahun 2026. Namun, perjalanan mereka tidaklah mulus. Arsenal hanya mampu memetik empat kemenangan dari sembilan pertandingan liga di tahun ini. Pertandingan melawan Chelsea diprediksi akan berbeda, di mana tim tamu, di bawah arahan pelatih kepala Liam Rosenior yang pragmatis, akan menerapkan taktik bertahan yang solid, mencontoh strategi yang terbukti efektif bagi Brentford dan Wolves.
Ketegangan diperkirakan akan membuncah di Stadion Emirates. Meskipun demikian, ada anomali statistik yang seharusnya memberikan keyakinan lebih bagi para pendukung Arsenal. Chelsea, yang pertahanannya akan terkuras akibat absennya Wesley Fofana yang terkena skorsing, menunjukkan rekor Expected Goals Conceded (xGC) dari bola mati yang mengkhawatirkan, yaitu 14,05, tertinggi di antara tim-tim Liga Premier lainnya musim ini. Di sisi lain, Arsenal justru memimpin klasemen dalam hal xG (14,08) dan gol yang dicetak (17) dari situasi bola mati. Namun, catatan ini perlu dicermati lebih lanjut: Arsenal hanya mampu mencetak dua gol dari bola mati dalam lima pertandingan liga yang gagal mereka menangkan di tahun 2026. Jika mereka mampu mengembalikan ketajaman dalam aspek ini, Arsenal berpotensi besar untuk memulai rentetan kemenangan kembali.
Kontroversi di Serie A: AC Milan Meradang
Di pentas Serie A, AC Milan tengah diliputi kekecewaan mendalam terhadap asosiasi wasit Italia (AIA). Rossoneri merasa bahwa empat keputusan krusial telah merugikan mereka dalam dua pertandingan liga terakhir. Kekalahan mengejutkan 1-0 di kandang melawan Parma pada Minggu malam menjadi pukulan telak, mengakhiri catatan tak terkalahkan mereka sejak pekan pembukaan musim 2025-2026. Meski masih bertengger di posisi kedua klasemen, jarak dengan pemuncak klasemen, Inter, kini melebar menjadi 10 poin. Milan telah menyuarakan ketidakpuasan mereka kepada AIA, namun keputusan untuk tidak mengajukan keluhan resmi setelah pertandingan melawan Parma tampaknya tidak meredakan amarah tim.
Dua keputusan wasit yang paling memicu kemarahan Milan dalam kekalahan melawan Parma adalah insiden yang melibatkan kiper Parma, Edoardo Corvi, dan pengesahan gol Mariano Troilo. Pertama, Parma tidak mendapatkan hukuman penalti meskipun kiper Corvi melakukan kontak keras terhadap Ruben Loftus-Cheek yang berujung pada cedera rahang dan harus menjalani operasi. Tayangan ulang menunjukkan Corvi gagal mengamankan bola sebelum sundulan bek Emmanuele Valeri menghalaunya, namun ia jelas melakukan kontak fisik yang signifikan dengan Loftus-Cheek, yang bahkan kehilangan beberapa gigi. Milan juga memprotes pengesahan gol Troilo pada menit ke-80 yang membuat mereka tertinggal 1-0. Keputusan awal wasit Marco Piccinini adalah menganulir gol tersebut karena pelanggaran menyerang terhadap Davide Bartesaghi, namun setelah meninjau VAR, keputusannya dibalikkan, memberikan keunggulan bagi Parma.
Lebih lanjut, Milan merasa dirugikan dalam hasil imbang 1-1 melawan Como. Mereka berpendapat bahwa pelatih kepala Como, Cesc Fabregas, seharusnya diusir dari lapangan karena mengganggu Alexis Saelemaekers. Selain itu, Ignace van der Brempt juga dinilai layak mendapat kartu merah atas tekel kerasnya terhadap Strahinja Pavlovic yang menyebabkan cedera, sementara pemain Belgia tersebut luput dari hukuman. Insiden-insiden ini menambah daftar panjang keluhan Milan terkait keputusan wasit yang dianggap merugikan mereka.
Jadwal Siaran Langsung Lengkap
Penggemar sepak bola dapat menikmati serangkaian pertandingan menarik sepanjang akhir pekan ini. Di Liga Inggris, Minggu (1 Maret) akan menyajikan beberapa laga serentak pada pukul 21.00 WIB, termasuk Brighton vs Nottingham Forest, Fulham vs Tottenham Hotspur, dan Manchester United vs Crystal Palace. Puncak pertandingan Liga Inggris akan menampilkan duel sengit antara Arsenal vs Chelsea yang akan disiarkan langsung oleh SCTV pada pukul 23.30 WIB.
Sementara itu, Serie A Italia juga menawarkan pertandingan-pertandingan berkualitas. Pada Minggu, 1 Maret, Cremonese akan berhadapan dengan AC Milan pada pukul 18.30 WIB, diikuti oleh Sassuolo vs Atalanta pada pukul 21.00 WIB. Puncak perhelatan Serie A akan tersaji pada Senin, 2 Maret, dengan AS Roma menjamu Juventus dalam laga bigmatch yang akan ditayangkan langsung oleh ANTV pada pukul 02.45 WIB. Pertandingan lainnya di Serie A akan meliputi Torino vs Lazio (Senin, 2 Maret, 00.00 WIB), Pisa vs Bologna (Selasa, 3 Maret, 00.30 WIB), dan Udinese vs Fiorentina (Selasa, 3 Maret, 02.45 WIB) yang juga akan disiarkan oleh ANTV.

















