- Tol Sigli – Banda Aceh: Seksi 1 Padang Tiji – Seulimeum (24,67 km).
- Tol Palembang – Betung: Seksi 1 Kramasan – Sungai Rengas (21,50 km) dan Seksi 2 Sungai Rengas – Pangkalan Balai (33 km).
- Tol Probolinggo – Banyuwangi: Seksi 1 dan 2 Gending – Paiton (24,08 km) serta Seksi 3 Paiton – Besuki (25,60 km).
- Tol Serang – Panimbang: Seksi 2 Rangkasbitung – Cileles (24,17 km).
- Tol Ciawi – Sukabumi: Sebagian Seksi 3 Cibadak – Akses Sementara Karangtengah (4,965 km).
- Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan: Mencakup Seksi 3 Setu – Sukaragam (10,50 km), Seksi 4 Sukaragam – Sukabungah (13 km), Seksi 5 Sukabungah – Kutanegara (22,75 km), dan Seksi 6 Kutanegara – Sadang (8,5 km).
- Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulonprogo: Seksi 1 Paket 1.2B Prambanan – Purwomartani (12,23 km).
- Tol Yogyakarta – Bawen: Seksi 6 SS Ambarawa – JC Bawen (4,98 km).
- Akses Tol IKN: Berbagai seksi mulai dari 1B, 3A, 3A-2, 3B, 3B-2, 5A, 5B, hingga 6A dengan total panjang 55,12 km.
Kementerian Pekerjaan Umum juga bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur manajemen lalu lintas di pintu masuk dan keluar ruas fungsional ini. Pengguna jalan diingatkan untuk memastikan saldo uang elektronik tetap mencukupi meskipun tarif di ruas fungsional adalah nol rupiah, karena kartu tol tetap diperlukan untuk proses tapping di gerbang tol integrasi. Selain itu, diskon tarif tol hingga 20% juga diprediksi akan diberlakukan pada ruas-ruas tol yang sudah beroperasi penuh untuk mendorong masyarakat melakukan mudik lebih awal. Dengan kombinasi antara ruas tol gratis dan diskon tarif, diharapkan beban puncak arus mudik dapat terdistribusi lebih merata, menciptakan pengalaman pulang kampung yang lebih aman dan minim stres bagi jutaan rakyat Indonesia pada tahun 2026 ini.

















