Menjelang awal pekan, Kota Sorong, gerbang timur Indonesia yang memukau dengan kekayaan alamnya, bersiap menghadapi hari yang diselimuti rintik hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lembaga vital yang bertanggung jawab atas informasi cuaca dan iklim di Indonesia, pada Senin, 2 Maret 2026, merilis prakiraan cuaca yang menunjukkan mayoritas wilayah di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat (yang kini secara administratif menjadi bagian dari Provinsi Papua Barat Daya), akan diguyur hujan ringan sepanjang hari. Prediksi ini menjadi panduan penting bagi warga dan pelaku usaha untuk merencanakan aktivitas, memastikan kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang lembap namun diharapkan tidak mengganggu secara signifikan.
Sebagai salah satu kota strategis di ujung timur Indonesia, Kota Sorong dikenal luas dengan julukan “Kota Minyak”, sebuah penamaan yang historis dan merujuk pada kekayaan sumber daya alam serta peran pentingnya dalam industri perminyakan nasional sejak era kolonial. Informasi cuaca yang akurat dari BMKG menjadi krusial di wilayah ini, tidak hanya untuk aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga untuk sektor maritim, penerbangan, dan pariwisata yang sangat bergantung pada kondisi iklim yang stabil. Prakiraan hujan ringan yang merata ini mengindikasikan adanya sistem cuaca skala regional yang memengaruhi seluruh kawasan perkotaan, berbeda dengan hujan lokal yang mungkin hanya terjadi di beberapa titik.

















