Persebaya Surabaya Siap Menggebrak Putaran Kedua: Strategi Bernardo Tavares, Evaluasi Menyeluruh, dan Pasukan Jangkung
Menutup putaran pertama Super League 2025/2026 di posisi ketujuh, Persebaya Surabaya tidak menyia-nyiakan jeda kompetisi. Pelatih Bernardo Tavares memanfaatkan momentum ini sebagai fondasi krusial untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan memperkuat tim. Fokus utama tertuju pada pembenahan fundamental, menjanjikan penampilan Green Force yang lebih solid dan kompetitif di putaran kedua.
Mengatasi Kelemahan: Pertahanan Bola Mati dan Efektivitas Serangan
Bernardo Tavares secara transparan mengidentifikasi dua kelemahan utama Persebaya di putaran pertama: kerentanan dalam pertahanan bola mati dan kurangnya efektivitas serangan. Untuk mengatasi tantangan ini, perombakan skuad menjadi langkah strategis yang diambil. Jeda kompetisi bukan sekadar waktu istirahat, melainkan fase intensif untuk menganalisis kinerja pemain dan menerapkan solusi konkret.
Amunisi Baru: Kekuatan Fisik dan Dominasi Udara di Lini Tengah dan Depan
Persebaya kini diperkuat oleh deretan pemain jangkung yang diharapkan mampu mendongkrak performa tim, terutama dalam duel udara dan efektivitas serangan. Di lini tengah, Bruno Paraiba, dengan tinggi 1,89 meter, didatangkan sebagai pemain baru yang diharapkan menjadi penyeimbang antara kekuatan fisik dan distribusi bola yang presisi. Milos Raickovic, turut melengkapi daftar pemain jangkung di sektor tengah dengan tinggi 1,87 meter, perannya sangat vital dalam duel udara sekaligus menjaga stabilitas permainan.
Lini depan pun tak luput dari penguatan. Dejan Tumbas hadir sebagai target man dengan tinggi 1,87 meter. Keberadaannya memberi opsi serangan baru, terutama saat Persebaya Surabaya membutuhkan variasi bola atas untuk membongkar pertahanan lawan. Selain itu, referensi tambahan menyebutkan kedatangan Jefferson Silva dan Gustavo Fernandes, yang semakin memperketat persaingan internal dan meningkatkan kualitas skuad secara keseluruhan. Rumor tentang Joao Tavares juga menambah harapan publik akan lini depan yang lebih tajam.
Kondisi ini jelas menjadi keuntungan tersendiri bagi Bernardo Tavares. Kehadiran enam pemain jangkung ini memungkinkan Persebaya Surabaya lebih fleksibel dalam bertahan maupun menyerang, memberikan dimensi baru pada strategi tim.
Pondasi Pertahanan yang Diperkuat dan Efektivitas Menyerang
Statistik bertahan Persebaya Surabaya sepanjang musim ini menunjukkan kerja keras tim, meski masih perlu pembenahan. Catatan 65 penyelamatan, tiga nirbobol, serta 342 intersep menggambarkan intensitas bertahan yang tinggi. Jumlah sapuan mencapai 293 kali dan blok tembakan sebanyak 58 kali menjadi bukti lini belakang bekerja ekstra keras. Namun, tanpa dominasi duel udara yang konsisten, angka tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan hasil maksimal, terutama dalam mengatasi bola mati.
Dengan masuknya pemain-pemain jangkung, Persebaya kini memiliki potensi besar untuk meningkatkan dominasi duel udara, baik di area pertahanan maupun saat menyerang. Hal ini secara langsung akan mengatasi kelemahan pertahanan bola mati dan membuka lebih banyak peluang gol dari skema set-piece atau umpan silang.
Pemanfaatan Jeda Kompetisi Secara Optimal
Bernardo Tavares melihat jeda kompetisi sebagai momentum penting untuk memperkuat fondasi tim. Selain evaluasi mendalam, Persebaya juga menyiapkan agenda pertandingan uji coba guna menjaga kebugaran pemain sekaligus menilai kualitas tim secara keseluruhan. Fokus utamanya tertuju pada pemerataan kualitas pemain, memastikan setiap anggota skuad siap bersaing dan memberikan kontribusi maksimal.
Dengan evaluasi yang jelas, solusi konkret, dan amunisi baru yang menjanjikan, Persebaya Surabaya kini menatap putaran kedua Super League 2025/2026 dengan optimisme baru. Menarik melihat bagaimana enam pemain jangkung ini akan menjadi senjata utama Bernardo Tavares dalam membawa Green Force tampil lebih solid, kompetitif, dan meraih hasil yang lebih baik.


















