Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, Kota Cimahi, sepanjang tahun 2026 ini. Sebagai prajurit terbaik TNI yang mengemban tugas mulia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kapten Zulmi harus berpulang saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Hingga saat ini, keluarga besar masih menanti kepulangan jenazah sang perwira yang gugur saat bertugas.
Kabar duka ini tidak hanya menjadi pukulan berat bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia. Kapten Zulmi dikenal sebagai sosok prajurit yang berdedikasi tinggi, yang rela meninggalkan kenyamanan di tanah air demi menjaga stabilitas keamanan internasional di wilayah konflik.
Gugur Saat Mengawal Misi UNIFIL
Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar merupakan bagian dari East Mobile Reserve (SEMR) yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ia gugur dalam sebuah insiden tragis saat menjalankan tugas pengawalan konvoi kendaraan pasukan perdamaian di wilayah Lebanon Selatan yang sedang dalam kondisi tidak menentu.
Tugas sebagai pasukan perdamaian PBB merupakan salah satu bentuk pengabdian tertinggi seorang prajurit TNI. Kapten Zulmi menunjukkan keberanian luar biasa dalam memastikan keamanan jalur logistik dan pergerakan personel di zona merah. Namun, takdir berkata lain saat ia menjalankan kewajibannya sebagai garda depan perdamaian dunia.
Lokasi dan Kronologi Singkat
Kejadian yang menimpa Kapten Zulmi terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Lebanon Selatan. Sebagai perwira yang tergabung dalam SEMR, tanggung jawabnya sangat krusial dalam melindungi personel UNIFIL lainnya. Gugurnya Kapten Zulmi menjadi pengingat bagi dunia bahwa misi perdamaian selalu memiliki risiko yang sangat tinggi bagi para prajurit di lapangan.
Harapan Keluarga: Menanti Kedatangan Sang Pahlawan
Di rumah duka di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, pihak keluarga terus memantau perkembangan informasi terkait proses repatriasi atau pemulangan jenazah. Hingga saat ini, belum ada kepastian jadwal kapan jenazah Kapten Zulmi akan tiba di tanah air.

Risman, salah satu anggota keluarga, menyampaikan bahwa komunikasi terus dilakukan dengan komandan kesatuan terkait prosedur pemulangan. Keluarga besar berharap proses administrasi dan logistik dari pihak PBB serta otoritas terkait dapat berjalan lancar sehingga jenazah dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan dengan penghormatan militer yang layak.
“Jenazahnya masih di sana, kita lagi menunggu pemulangan ke Indonesia. Mudah-mudahan segera bisa dipulangkan, sekarang keluarga masih menunggu kabar dari komandan kesatuan,” ujar Risman dengan nada haru.
Dedikasi TNI dalam Misi Perdamaian Internasional
Gugurnya Kapten Zulmi kembali menyoroti peran strategis Indonesia dalam kancah internasional. TNI telah lama dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB di berbagai belahan dunia. Kehadiran prajurit seperti Kapten Zulmi adalah bukti nyata komitmen Indonesia terhadap terciptanya perdamaian dunia yang abadi.

Mengapa Misi di Lebanon Begitu Berisiko?
- Geopolitik Kompleks: Wilayah Lebanon Selatan merupakan area dengan dinamika politik dan militer yang sangat cair.
- Zona Konflik Aktif: Pasukan UNIFIL sering kali terjebak di antara pihak-pihak yang bertikai, menuntut kewaspadaan tingkat tinggi.
- Tugas Pengawalan: Mengawal konvoi di wilayah yang tidak stabil memerlukan strategi dan keberanian yang tak kenal takut.
Setiap prajurit yang dikirim dalam misi UNIFIL telah melalui pelatihan yang sangat ketat. Namun, risiko di lapangan adalah variabel yang sulit diprediksi sepenuhnya. Keberanian Kapten Zulmi dalam menjalankan tugas hingga titik darah penghabisan adalah bentuk patriotisme yang patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari negara.
Penghormatan Terakhir untuk Kapten Zulmi
Masyarakat Cimahi dan rekan-rekan sejawat di TNI terus memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan. Rencananya, setibanya di Indonesia, jenazah akan disambut dengan upacara militer yang khidmat sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa-jasanya bagi bangsa dan negara.
Kehilangan sosok perwira seperti Kapten Zulmi adalah duka bagi seluruh rakyat Indonesia. Ia adalah simbol keberanian, pengabdian, dan loyalitas tanpa batas. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
Kesimpulan
Kepergian Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar adalah pengingat keras akan tingginya harga sebuah perdamaian. Meski keluarga masih menanti kepulangan jenazah di Cimahi, ingatan akan dedikasi dan pengabdiannya akan selalu hidup. Indonesia kehilangan putra terbaik, namun warisan keberaniannya dalam misi perdamaian di Lebanon akan terus dikenang oleh generasi penerus.
Kita semua berharap proses pemulangan jenazah dapat dilakukan secepat mungkin agar keluarga dapat melepas kepergian Kapten Zulmi dengan tenang. Selamat jalan, pahlawan perdamaian. Pengabdianmu akan selalu terpatri dalam sejarah perjuangan bangsa.

















