Barcelona, salah satu raksasa sepak bola Eropa, tengah menghadapi periode krusial dalam ambisi mereka di panggung Liga Champions musim ini. Pada matchday ketujuh fase liga, Blaugrana dihadapkan pada sebuah misi wajib menang saat bertandang ke markas Slavia Praha di Eden Arena, Republik Ceko. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 03.00 WIB ini bukan sekadar laga biasa; ini adalah penentu nasib bagi tim asuhan Hansi Flick untuk menjaga peluang lolos ke babak 16 besar atau setidaknya mengamankan posisi di delapan besar fase liga yang baru.
Sistem baru Liga Champions memperkenalkan fase liga tunggal di mana 36 tim berkompetisi dalam delapan pertandingan melawan lawan yang berbeda. Delapan tim teratas akan langsung melaju ke babak 16 besar, sementara tim peringkat 9 hingga 24 akan bertarung dalam babak play-off dua leg untuk memperebutkan delapan tiket tersisa ke babak 16 besar. Tim yang finis di peringkat 25 ke bawah akan langsung tersingkir dari kompetisi Eropa. Bagi Barcelona, yang saat ini masih tertahan di posisi ke-15 klasemen sementara, tiga poin dari Praha menjadi sangat vital. Mereka terpaut tiga poin dari zona aman delapan besar dan harus melewati setidaknya tujuh tim di atas mereka untuk mencapai posisi yang lebih nyaman. Kegagalan meraih poin penuh di Praha akan membuat jalan mereka semakin terjal, bahkan untuk sekadar mengamankan tempat di babak play-off.
Perjalanan Barcelona di fase liga sejauh ini memang jauh dari kata mulus. Serangkaian hasil kurang memuaskan telah menempatkan mereka dalam situasi sulit ini. Kekalahan tipis 1-2 dari Paris Saint-Germain, diikuti dengan kekalahan telak 0-3 di tangan Chelsea, serta hasil imbang 3-3 yang mengejutkan melawan Club Brugge, menjadi penyebab utama terhambatnya laju mereka. Selain perolehan poin, selisih gol juga menjadi perhatian serius. Dengan selisih gol +3, Barcelona dituntut untuk mencetak gol sebanyak mungkin dalam dua pertandingan tersisa. Hal ini penting untuk menghindari skenario di mana selisih gol menjadi penentu posisi dalam kasus poin yang sama, atau untuk mendapatkan undian yang lebih menguntungkan di babak play-off jika mereka gagal finis di delapan besar. Jika Barcelona berhasil membawa pulang tiga poin dari Praha, mereka kemudian akan memiliki kesempatan untuk mengamankan posisi lebih baik dengan mengalahkan Copenhagen pada matchday terakhir di Camp Nou pekan depan. Skenario ideal ini akan membuat Barcelona berpotensi mengumpulkan total 16 poin, sebuah angka yang seharusnya cukup untuk setidaknya mengamankan tempat di babak play-off, atau bahkan menembus delapan besar tergantung hasil tim lain.
Di sisi lain, lawan mereka, Slavia Praha, praktis sudah tidak memiliki kepentingan signifikan di turnamen ini. Dengan hanya mengoleksi tiga poin dan terdampar di peringkat ke-34, wakil Republik Ceko itu hampir pasti akan menjadi salah satu dari 12 tim yang gagal melaju ke fase berikutnya. Meskipun demikian, bermain di kandang sendiri di hadapan pendukungnya, Slavia Praha diprediksi akan tetap memberikan perlawanan sengit, berusaha untuk mengakhiri kampanye Eropa mereka dengan kehormatan.
Pertarungan Melawan Alam: Tantangan Suhu Ekstrem di Praha
Selain tekanan performa dan tuntutan hasil, Barcelona juga harus beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrem. Pertandingan di Eden Arena akan berlangsung di tengah puncak musim dingin Eropa, dengan suhu yang diperkirakan mencapai minus 5 derajat Celsius. Kondisi cuaca dingin yang menusuk tulang ini jelas menjadi faktor non-teknis yang berpotensi memengaruhi performa pemain secara signifikan.
Menurut laporan dari Mundo Deportivo, suhu dingin tersebut sudah mulai terasa saat sesi latihan resmi Barcelona di Praha. Para pemain terlihat mengenakan perlengkapan khusus yang lengkap, mulai dari jaket tebal berlapis, sarung tangan termal, hingga aksesoris anti-dingin lainnya seperti topi kupluk dan penghangat leher. Suhu ekstrem dapat menyebabkan beberapa dampak fisiologis pada atlet, termasuk penurunan kelenturan otot, peningkatan risiko cedera otot, serta penurunan kapasitas aerobik karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga suhu inti. Selain itu, sentuhan bola, akurasi umpan, dan mobilitas secara keseluruhan dapat terganggu karena rasa kaku dan mati rasa pada jari tangan dan kaki. Daya tahan pemain juga dapat terkuras lebih cepat dalam upaya melawan dingin. Namun, Barcelona dikabarkan telah mempersiapkan diri secara matang untuk menghadapi tantangan ini, dengan strategi adaptasi yang mencakup latihan di kondisi serupa dan penggunaan perlengkapan yang memadai. Adaptasi ini krusial untuk memastikan bahwa faktor cuaca tidak menjadi alasan atas hasil yang tidak memuaskan.
Badai Cedera dan Skorsing: Ujian Kedalaman Skuad Hansi Flick
Di tengah tekanan untuk meraih kemenangan, Barcelona juga dihadapkan pada masalah serius terkait ketersediaan pemain. Pelatih Hansi Flick harus memutar otak untuk meracik starting eleven terbaiknya mengingat daftar panjang pemain kunci yang absen karena cedera dan skorsing. Absennya beberapa pilar penting ini tentu menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Blaugrana.
Di lini serang, Barcelona tidak akan diperkuat oleh dua penyerang muda berbakat. Lamine Yamal, wonderkid yang telah menunjukkan performa gemilang, absen karena skorsing. Kehilangan kecepatan, dribel lincah, dan kreativitasnya di sisi sayap akan sangat terasa. Sementara itu, Ferran Torres juga harus menepi, tidak hanya karena skorsing, tetapi juga karena masalah otot yang dideritanya. Absennya Torres mengurangi opsi penyerang serbaguna yang bisa bermain di berbagai posisi di lini depan. Di lini tengah, dua gelandang andalan, Gavi dan Andreas Christensen, masih dalam pemulihan cedera. Gavi, dengan energi tak terbatas, agresivitas, dan kemampuan pressing-nya, merupakan motor utama di lini tengah, sementara Christensen memberikan stabilitas defensif dan kekuatan udara. Kehilangan mereka akan memengaruhi keseimbangan dan kemampuan Barcelona dalam menguasai lini tengah. Selain itu, Joao Cancelo, bek kanan yang kerap menjadi ancaman ofensif, tidak dapat diturunkan karena belum terdaftar di Liga Champions untuk fase ini, sebuah kendala administratif yang merugikan. Terakhir, kiper utama Marc-Andre ter Stegen juga tidak dapat bermain karena dipinjamkan ke Girona, sehingga posisinya harus diisi oleh kiper pelapis.
Namun, di tengah badai cedera dan skorsing ini, ada kabar baik dengan kembalinya Raphinha setelah absen di laga sebelumnya akibat cedera kaki kanan. Kehadiran Raphinha diharapkan bisa menambah daya gedor dan kreativitas di lini serang Barcelona. Dengan kondisi skuad yang pincang, Hansi Flick diprediksi akan sangat mengandalkan para pemain inti yang tersisa. Robert Lewandowski akan menjadi tumpuan utama di lini depan, diharapkan bisa menunjukkan ketajamannya di momen krusial ini. Di lini tengah, duet Pedri dan Frenkie de Jong akan memegang peran vital dalam mengalirkan bola, mengatur tempo permainan, dan menciptakan peluang. Mereka harus bekerja ekstra keras untuk menutupi lubang yang ditinggalkan oleh absennya Gavi.


















