Jakarta, 22 Januari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah DKI Jakarta, memprediksi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan akan mengguyur ibu kota hingga pukul 19.00 WIB pada hari Kamis, 22 Januari 2026. Prediksi ini menjadi sorotan utama mengingat dampak signifikan yang kerap ditimbulkan oleh curah hujan tinggi di kota metropolitan Jakarta, mulai dari kemacetan parah hingga potensi genangan air di berbagai titik. BMKG, sebagai lembaga otoritas di bidang meteorologi, secara rutin memantau dinamika atmosfer dan mengeluarkan informasi cuaca demi keselamatan serta kenyamanan masyarakat. Peringatan ini bukan sekadar informasi biasa, melainkan sebuah imbauan penting yang memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.
Konfirmasi dan detail lebih lanjut mengenai potensi cuaca ekstrem ini turut diperkuat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Melalui akun Instagram resminya, @BPBDJakarta, lembaga yang bertanggung jawab dalam mitigasi bencana di ibu kota tersebut secara transparan menyampaikan informasi terkini kepada publik. Dalam unggahan tersebut, BPBD DKI Jakarta secara spesifik menyatakan, “Masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.” Pernyataan ini menegaskan bahwa fenomena cuaca yang akan terjadi bukan hanya sekadar hujan biasa, melainkan berpotensi diiringi oleh aktivitas petir dan tiupan angin kencang yang dapat meningkatkan risiko bahaya, seperti pohon tumbang, kerusakan fasilitas umum, hingga gangguan pada jaringan listrik. Periode kritis yang diwaspadai adalah antara pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB, bertepatan dengan jam pulang kerja, yang berpotensi melumpuhkan aktivitas lalu lintas dan mobilitas warga.
Analisis mendalam dari BMKG menunjukkan bahwa kondisi atmosfer saat ini mendukung pembentukan awan-awan konvektif yang masif di atas wilayah Jakarta dan sekitarnya. Faktor-faktor seperti kelembapan udara yang tinggi, labilitas atmosfer yang kuat, serta adanya konvergensi massa udara, berkontribusi pada intensifikasi hujan. Hujan sedang didefinisikan sebagai curah hujan antara 20-50 mm per jam, sementara hujan lebat dapat mencapai lebih dari 50 mm per jam. Intensitas ini, terutama jika berlangsung secara terus-menerus selama beberapa jam, sangat berpotensi menyebabkan genangan air di jalan-jalan utama, meluapnya saluran drainase, bahkan banjir lokal di daerah-daerah dataran rendah atau padat penduduk dengan sistem drainase yang kurang optimal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah antisipatif.
Peta Potensi Dampak: Wilayah Terdampak dan Pengecualian
Berdasarkan pemantauan dan pemodelan cuaca terkini, BMKG bersama BPBD DKI Jakarta telah memetakan secara rinci wilayah-wilayah di ibu kota yang diprediksi akan diguyur hujan sedang hingga lebat. Hampir seluruh wilayah administratif Jakarta, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur, berada dalam zona peringatan. Namun, terdapat satu pengecualian penting, yakni Kepulauan Seribu, yang dalam prediksi ini tidak termasuk dalam daftar wilayah yang akan mengalami hujan. Perbedaan pola cuaca ini seringkali disebabkan oleh karakteristik geografis Kepulauan Seribu yang didominasi perairan terbuka, berbeda dengan daratan utama Jakarta yang memiliki kepadatan bangunan dan aktivitas urban tinggi, yang dapat memengaruhi dinamika pembentukan awan hujan lokal.
Berikut adalah rincian kecamatan di masing-masing wilayah administrasi yang diprediksi akan terdampak oleh hujan sedang hingga lebat:
Jakarta Pusat
- Gambir
- Sawah Besar
- Kemayoran
- Senen
- Cempaka Putih
- Menteng
- Tanah Abang
- Johar Baru
Jakarta Utara
- Tanjung Priok
- Koja
- Penjaringan
- Cilincing
- Pademangan
- Kelapa Gading
Jakarta Barat
- Cengkareng
- Grogol Petamburan
- Taman Sari
- Tambora
- Kebon Jeruk
- Kalideres
- Palmerah
- Kembangan
Jakarta Selatan
- Tebet
- Setiabudi
- Mampang Prapatan
- Pasar Minggu
- Kebayoran Lama
- Kebayoran Baru
- Cilandak
- Pancoran
- Jagakarsa
- Pesanggerahan
Jakarta Timur
- Matraman
- Pulogadung
- Jatinegara
- Kramatjati
- Pasar Rebo
- Cakung
- Duren Sawit
- Makasar
- Ciracas
- Cipayung
Daftar kecamatan yang panjang ini menunjukkan bahwa cakupan potensi dampak hujan sangat luas, mencakup area perkantoran, pusat bisnis, permukiman padat, hingga jalur transportasi vital. Hal ini menuntut kesiapsiagaan yang tinggi dari seluruh warga dan instansi terkait. BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal-kanal resmi, menghindari bepergian jika tidak mendesak, dan menyiapkan langkah-langkah darurat jika terjadi genangan atau banjir. Kesiapan infrastruktur kota, seperti pompa air dan sistem drainase, juga menjadi krusial untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul dari curah hujan tinggi ini. Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat mengaktifkan posko siaga bencana dan menyiagakan personel untuk merespons cepat setiap kejadian.
Pilihan Editor: Jakarta Waspada Macet Saat Jam Pulang Kerja Akibat Hujan


















