Transformasi Cinta El Rumi dan Syifa Hadju: Dari Puncak Pegunungan Swiss Hingga Ikrar Suci di Jantung Jakarta
Dunia hiburan Tanah Air tengah bersuka cita menyambut babak baru dari hubungan romantis antara dua bintang muda paling bersinar, El Rumi dan Syifa Hadju. Setelah sekian lama menjadi pusat perhatian publik melalui kedekatan mereka yang hangat dan penuh dukungan, pasangan ini akhirnya meresmikan komitmen mereka ke jenjang yang lebih serius. Prosesi lamaran yang digelar tidak hanya menjadi sebuah seremoni formal, melainkan sebuah manifestasi cinta yang mendalam, melibatkan sejarah panjang, dan restu penuh dari keluarga besar kedua belah pihak yang kini bersatu dalam harmoni.
Kisah ini sebenarnya telah mencapai titik balik krusial jauh sebelum perayaan di Jakarta dilangsungkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, El Rumi telah mengambil langkah berani dengan melamar Syifa Hadju secara personal di luar negeri, tepatnya di kawasan pegunungan Alpen yang ikonik, Lauterbrunnen, Swiss, pada tanggal 2 Oktober 2025. Pemilihan lokasi tersebut bukanlah tanpa alasan yang mendalam; Lauterbrunnen merupakan lokasi impian yang selalu didambakan oleh Syifa Hadju. Di tengah lembah dengan pemandangan air terjun yang megah dan suasana alam yang magis, El memberikan kejutan yang menandai awal dari janji seumur hidup mereka, sebuah momen intim yang hanya disaksikan oleh semesta sebelum akhirnya dipublikasikan secara resmi di tanah air.
Puncak dari rangkaian komitmen tersebut kemudian diwujudkan dalam acara seremonial lamaran yang digelar secara megah namun tetap terasa sangat intim pada Rabu, 21 Januari 2026. Acara yang dinanti-nantikan ini dilangsungkan di Hutan Kota Plataran, sebuah oase hijau yang terletak di tengah hiruk-pikuk metropolitan Jakarta Pusat. Lokasi ini dipilih karena mampu merepresentasikan karakter hubungan El dan Syifa yang dinilai sederhana, hangat, namun tetap memiliki nilai estetika yang tinggi. Kehadiran seluruh anggota keluarga besar dalam acara ini menegaskan bahwa hubungan mereka telah mendapatkan legitimasi sosial dan spiritual yang kuat, melampaui sekadar romansa dua insan muda.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari perencanaan yang matang, di mana setiap detail dirancang untuk menciptakan atmosfer yang syahdu. Hutan Kota Plataran, yang berada di dalam kompleks Gelora Bung Karno (GBK), memberikan latar belakang alam yang sangat asri dengan pepohonan rindang yang menjulang tinggi. Nuansa alami ini diperkuat dengan penggunaan ornamen-ornamen anyaman tradisional yang dipadukan dengan sentuhan modern, menciptakan kesan elegan yang tak lekang oleh waktu. Kehadiran elemen-elemen organik ini seolah menyatu dengan janji suci yang diucapkan, menciptakan memori visual yang tak terlupakan bagi siapa pun yang hadir dalam momen sakral tersebut.
Momen lamaran putra kedua dari pasangan legendaris Ahmad Dhani dan Maia Estianty ini benar-benar menyajikan pemandangan yang menyejukkan hati. Di tengah sejarah panjang dinamika keluarga, acara ini menjadi bukti kedewasaan dan kebersamaan yang luar biasa. Seluruh keluarga besar berkumpul dengan satu tujuan, yaitu memberikan restu terbaik bagi El Rumi dan Syifa Hadju. Dengan latar belakang dekorasi yang memukau dan suasana yang penuh haru, prosesi ini secara resmi menandai kesiapan keduanya untuk melangkah menuju gerbang pernikahan yang diperkirakan akan dilangsungkan dalam waktu dekat pada tahun yang sama.
Estetika Melati Glass House: Filosofi Warna dan Kehangatan Alam
Detail mengenai lokasi lamaran di Hutan Kota by Plataran menjadi salah satu aspek yang paling banyak diperbincangkan oleh pengamat gaya hidup dan penggemar. Secara spesifik, pasangan ini memilih area Melati Glass House sebagai pusat dari seluruh rangkaian prosesi. Pemilihan bangunan kaca ini memberikan kesan transparansi dan keterbukaan, yang selaras dengan karakter hubungan El dan Syifa yang selalu apa adanya di depan publik. Cahaya alami yang masuk menembus dinding kaca memberikan pencahayaan yang sempurna, menonjolkan setiap detail dekorasi yang telah dipersiapkan dengan sangat teliti.
Dekorasi yang diusung dalam acara ini merupakan karya dari dekorator ternama Rangkai Riefinka. Mengambil tema yang sangat dekat dengan bumi (earthy tone), area lamaran dihiasi dengan beragam flora pilihan dan dedaunan organik yang memberikan kesan segar sekaligus tenang. Palet warna yang digunakan sangat konsisten, yakni perpaduan antara putih bersih, krem, beige, coklat muda, hingga deep brown. Kombinasi warna-warna tanah ini dipilih secara sengaja untuk menonjolkan kesan hangat, rendah hati, dan abadi, menjauhkan kesan glamor yang berlebihan namun tetap memancarkan kemewahan yang berkelas.
Keindahan visual acara ini semakin lengkap dengan penampilan serasi sang calon mempelai. El Rumi dan Syifa Hadju tampil memukau dalam balutan busana karya Studio Boh. Mereka mengenakan kebaya dan beskap dengan nuansa warna soft terracotta yang unik. Warna terracotta ini dipilih karena melambangkan kekuatan, stabilitas, dan kehangatan, yang menjadi fondasi utama dalam membangun rumah tangga. Potongan busana yang klasik namun tetap modern ini membuat keduanya tampak sangat serasi, memancarkan aura kebahagiaan yang tulus dari wajah mereka sepanjang acara berlangsung.
Tidak hanya dekorasi ruang, kekompakan keluarga juga terlihat dari pilihan busana seragam yang dikenakan. Keluarga besar El Rumi tampil kompak dengan busana bernuansa soft kuning yang melambangkan keceriaan dan harapan baru. Di sisi lain, keluarga besar Syifa Hadju tampil anggun dengan busana berwarna hijau yang melambangkan pertumbuhan, kedamaian, dan harmoni. Perbedaan warna seragam ini justru menciptakan gradasi yang indah saat kedua keluarga berdiri berdampingan, melambangkan penyatuan dua latar belakang yang berbeda menjadi satu kesatuan keluarga yang utuh.
Prosesi lamaran itu sendiri berlangsung dengan sangat khidmat dan penuh tata krama. Di hadapan orang tua dan sesepuh, El Rumi menyampaikan niat tulusnya untuk meminang Syifa Hadju. Pidato lamaran yang disampaikan El tidak hanya berisi janji-janji manis, tetapi juga ungkapan tanggung jawab sebagai seorang pria yang siap menjadi pemimpin dalam rumah tangga. Suasana haru menyelimuti ruangan saat El secara resmi meminta izin kepada Ayah Andre dan Ibu Sandy, orang tua Syifa, untuk menjadikan putri mereka sebagai pendamping hidupnya selamanya.
Manifestasi Ketulusan El Rumi: Memuji Kecantikan Luar dan Dalam Syifa Hadju
Salah satu momen yang paling menyentuh hati dalam prosesi tersebut adalah ketika El Rumi diberikan kesempatan untuk menyampaikan pesan pribadinya kepada Syifa Hadju. El tidak ragu untuk mengungkapkan kekagumannya yang mendalam terhadap sosok Syifa di depan seluruh keluarga besar. Baginya, Syifa bukan sekadar pasangan, melainkan sosok bidadari yang dikirimkan Tuhan untuk melengkapi hidupnya. El menekankan bahwa kecantikan Syifa tidak hanya terpancar dari parasnya yang menawan, tetapi juga dari kebaikan hatinya yang luar biasa yang ia rasakan selama satu setengah tahun menjalin hubungan.
“Kesan pertama saya bertemu Syifa, selain parasnya yang cantik dan indah, Syifa adalah wanita yang memiliki hati yang sangat tulus,” ujar El Rumi dengan suara yang bergetar penuh emosi pada Rabu, 21 Januari 2026. El menjelaskan bahwa ia telah mengenal Syifa lebih dalam dan melihat bagaimana wanita tersebut memperlakukan orang-orang di sekitarnya. Menurut El, ketulusan Syifa bukanlah sesuatu yang dibuat-buat untuk kepentingan citra, melainkan sebuah karakter asli yang tercermin dari sikap dan perbuatannya sehari-hari, baik kepada keluarga, sahabat, maupun orang asing sekalipun.


















