Film thriller fiksi ilmiah bertajuk Mercy, sebuah produksi ambisius dari Amazon MGM Studios, telah mengumumkan jadwal rilis resminya untuk bioskop di Indonesia. Para penggemar genre ini dapat menantikan kehadiran film tersebut mulai hari Rabu, 21 Januari 2026. Di balik layar, Mercy digarap oleh sutradara visioner Timur Bekmambetov, yang dikenal dengan gaya visualnya yang inovatif dan narasi yang mendebarkan. Posisi produser dipegang oleh Charles Roven, seorang veteran industri perfilman yang telah menghasilkan berbagai karya sukses. Proyek ini juga didukung oleh jajaran aktor ternama yang siap menghidupkan karakternya, termasuk Chris Pratt, Rebecca Ferguson, Kali Reis, dan Annabelle Wallis.
Membongkar Alur Cerita Film Mercy: Perjuangan Detektif di Ambang Keadilan Buatan
Berlatar di masa depan yang tidak terlalu jauh (near future), film Mercy membawa penonton ke lanskap Los Angeles yang telah bertransformasi. Fokus utama narasi adalah perjalanan epik Chris Raven, seorang detektif yang berdedikasi di jajaran Kepolisian Los Angeles (LAPD). Namun, kehidupan Raven yang penuh dengan tantangan profesional diperparah oleh perjuangannya melawan kecanduan alkohol. Situasi memburuk secara drastis ketika ia terbangun dalam kondisi yang mengerikan, terikat di kursi eksekusi. Raven mendapati dirinya dituduh secara brutal atas pembunuhan istrinya sendiri. Dengan waktu yang sangat terbatas, hanya 90 menit, ia harus berjuang mati-matian untuk membuktikan ketidakbersalahannya di hadapan Maddox (diperankan oleh Rebecca Ferguson), seorang hakim yang merupakan perwujudan dari kecerdasan buatan (AI) canggih.
Dalam dunia Mercy, sistem peradilan di Los Angeles telah mengalami revolusi. Keadilan kini ditegakkan oleh sebuah entitas kecerdasan buatan yang dikenal sebagai Mercy Program. Sistem ini, yang ironisnya pernah didukung penuh oleh Raven sendiri, dirancang untuk merevolusi proses peradilan. Mercy Program memanfaatkan teknologi AI mutakhir untuk memodifikasi dan mengoptimalkan seluruh kerangka kerja sistem pengadilan. Tujuannya adalah untuk menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya lebih efisien dalam menangani kasus, tetapi juga mampu mengatasi lonjakan kejahatan berat yang terus meningkat di kota metropolitan Los Angeles.
Situasi Raven menjadi semakin rumit dan penuh tekanan. Dalam kondisi mabuk berat, ia tidak hanya dipaksa untuk bertindak sebagai pengacara pembela bagi dirinya sendiri, sebuah tugas yang memerlukan kejernihan pikiran dan logika yang jelas. Di sisi lain, sebagai seorang detektif LAPD yang masih aktif, ia juga harus mengemban tugas berat untuk menyelidiki sendiri kasus pembunuhan istrinya. Penyelidikan ini mencakup upaya untuk mengungkap pelaku sebenarnya serta meninjau kembali setiap tindakan yang telah ia lakukan sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, sebuah proses yang penuh dengan potensi jebakan dan pengungkapan yang menyakitkan.
Program Mercy memberikan akses yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada para terdakwa. Mereka diberi hak untuk mengakses segala sesuatu di dalam wilayah hukumnya yang dilengkapi dengan kamera aktif. Jangkauan akses ini sangat luas, meliputi perangkat sederhana seperti bel pintu rumah, lampu lalu lintas di persimpangan jalan, hingga platform media sosial yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital modern. Tujuannya adalah untuk memberdayakan terdakwa agar dapat secara aktif mencari bukti-bukti yang dapat mendukung pembelaan mereka. Lebih jauh lagi, Mercy Program memiliki kemampuan untuk menembus batasan digital, mengakses basis data informasi digital apa pun yang telah dikirim atau diterima oleh terdakwa, baik melalui pesan teks singkat maupun surel.
Namun, nasib tampaknya tidak berpihak pada Raven. Kecanduannya yang kronis terhadap alkohol, kepribadiannya yang cenderung kasar dan tempramen yang meledak-ledak, serta ketegangan yang mendalam dalam hubungan rumah tangganya dengan sang istri, semuanya berkontribusi untuk semakin memperkuat tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ironisnya, efisiensi Mercy Program yang sangat tinggi, dengan tingkat keberhasilan mencapai 92 persen ke atas, justru menjadi ancaman terbesar. Ketiadaan juri dalam proses persidangan dan tidak adanya kesempatan untuk mengajukan banding semakin mempersempit ruang geraknya, mengarahkannya langsung pada eksekusi yang tak terhindarkan.
Menawarkan Pengalaman Sinematik Realitas Tertambah (Augmented Reality)
Dalam cuplikan resmi yang telah dirilis, film Mercy menjanjikan visual yang memukau dan pengalaman menonton yang imersif. Penonton akan disajikan dengan berbagai adegan di mana Raven diadili di ruang pengadilan yang didominasi oleh layar-layar digital yang mengelilinginya dari segala arah. Sutradara Timur Bekmambetov secara khusus menekankan bahwa film ini dirancang untuk memberikan pengalaman Realitas Tertambah (Augmented Reality) kepada para penontonnya. “Ini seperti film AR karena bukan tentang wajah tiga dimensi, tetapi lebih tentang layar yang melayang di dalam bioskop mengelilingi Anda,” ungkap Bekmambetov, menjelaskan visi artistiknya kepada media.
Bekmambetov lebih lanjut mengemukakan bahwa Mercy bukan sekadar sebuah film hiburan yang mengusung konsep screenlife, sebuah genre yang menampilkan cerita melalui layar perangkat digital. Lebih dari itu, ia melihat karyanya sebagai sebuah eksplorasi mendalam mengenai sifat manusia, bagaimana manusia berperilaku, dan bagaimana interaksi mereka dengan teknologi yang semakin canggih membentuk eksistensi mereka. Film ini bertujuan untuk memicu refleksi tentang hubungan kompleks antara manusia dan dunia digital yang terus berkembang.
Senada dengan visi sutradaranya, produser Charles Roven menambahkan bahwa pengalaman 3D yang ditawarkan oleh film Mercy akan memberikan sensasi yang sangat nyata dan mendalam, seolah-olah penonton turut merasakan langsung situasi genting yang dialami oleh Chris Raven di kursi eksekusi. “Tidak hanya akan muncul dalam bentuk 2D, layar-layar itu hampir akan terlihat seperti datang dari layar bioskop ke arah penonton,” ujar Roven, menggarisbawahi inovasi visual yang akan dihadirkan untuk menciptakan dampak emosional yang maksimal.


















