Sistem pengawasan keamanan pangan di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan krusial yang mengancam integritas rantai pasok nasional. Selama dekade terakhir, prosedur standar operasional dalam memastikan kelayakan konsumsi produk pangan masih sangat bergantung pada pengujian laboratorium konvensional yang bersifat birokratis dan memakan waktu lama. Dalam banyak kasus, proses analisis sampel secara mendalam di laboratorium rujukan memerlukan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu, mulai dari tahap preparasi hingga keluarnya hasil sertifikasi. Ironisnya, di tengah jeda waktu yang panjang tersebut, produk pangan yang sedang diuji sering kali sudah terlanjur didistribusikan ke pasar luas, dibeli oleh konsumen, dan masuk ke dalam sistem pencernaan masyarakat. Keterlambatan informasi ini menciptakan celah risiko kesehatan publik yang sangat besar, di mana tindakan preventif sering kali baru bisa dilakukan setelah jatuh korban atau terjadinya kasus keracunan massal yang meresahkan.
Kondisi yang mengkhawatirkan ini memicu urgensi yang sangat tinggi bagi terciptanya sebuah terobosan teknologi dalam bentuk alat deteksi cepat (rapid detection tools). Kebutuhan akan perangkat yang mampu memberikan kepastian keamanan, keaslian, dan kualitas pangan secara real-time menjadi mutlak guna memitigasi peredaran pangan berbahaya di tengah masyarakat. Terlebih lagi, dinamika industri pangan global saat ini tidak hanya dihantui oleh kontaminasi bakteri atau zat kimia berbahaya, tetapi juga oleh maraknya praktik pemalsuan pangan (food fraud) demi keuntungan ekonomi sesaat. Di berbagai daerah di Indonesia, kasus keracunan makanan akibat toksin alami maupun bahan tambahan pangan ilegal masih menjadi rapor merah yang menuntut solusi teknologi yang lebih responsif, efisien, dan akurat untuk memutus rantai risiko tersebut langsung di titik hulu maupun hilir distribusi.
Inovasi Revolusioner dari Akademisi UGM: Deteksi Kilat Berbasis Green Chemistry
Menjawab tantangan tersebut, Widiastuti Setyaningsih, seorang dosen sekaligus peneliti berdedikasi dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil mengembangkan sebuah inovasi alat deteksi cepat yang diprediksi akan mengubah peta jalan pengawasan pangan di tanah air. Perangkat yang dikembangkannya bukan sekadar alat uji biasa; ia mampu menilai parameter keamanan, keaslian, hingga kualitas fungsional suatu produk pangan hanya dalam hitungan menit, bahkan dalam beberapa skenario hanya memerlukan waktu beberapa detik saja. Keunggulan utama dari teknologi ini terletak pada prinsip pengembangannya yang berbasis metode analisis kimia ramah lingkungan (green chemistry). Berbeda dengan metode laboratorium konvensional yang sering kali menggunakan pelarut kimia berbahaya dalam jumlah besar, sistem ini dirancang untuk meminimalkan limbah kimia, menjadikannya solusi yang tidak hanya cerdas secara teknis tetapi juga berkelanjutan bagi ekosistem lingkungan.
“Fokus utama yang kami kembangkan dalam riset panjang ini bukan sekadar menciptakan metode laboratorium yang terisolasi, melainkan sebuah sistem deteksi cepat yang memiliki fleksibilitas tinggi untuk diaplikasikan pada berbagai ekosistem sistem pangan yang kompleks,” ungkap Widiastuti Setyaningsih dalam keterangannya pada Kamis, 22 Januari 2026. Pendekatan yang digunakan dalam inovasi ini menggabungkan dua teknik mutakhir dalam dunia kimia analitik, yaitu teknik ekstraksi lanjut dan analisis spektroskopi. Sinergi antara kedua teknik ini memungkinkan identifikasi senyawa berbahaya maupun senyawa bioaktif dilakukan tanpa melalui tahapan preparasi sampel yang melelahkan. Bahkan, dalam aplikasi tertentunya, analisis dapat dilakukan secara non-destruktif, yang berarti sampel pangan yang diuji tidak perlu dirusak atau dihancurkan, sehingga tetap memiliki nilai ekonomi setelah proses pengujian selesai.
Arsitektur Teknologi dan Fokus Parameter Pengujian
Alat deteksi cepat ini dirancang untuk menyasar tiga pilar utama dalam integritas pangan yang sering kali menjadi titik lemah dalam pengawasan di Indonesia. Ketiga pilar tersebut mencakup aspek-aspek berikut yang dijabarkan secara mendalam:
- Keamanan Pangan (Food Safety): Fokus utama pada pilar ini adalah kemampuan alat dalam mendeteksi keberadaan mikotoksin, seperti aflatoksin dan okratoksin, yang merupakan racun hasil metabolisme jamur yang sering mengontaminasi komoditas biji-bijian dan kacang-kacangan. Keberadaan racun ini bersifat karsinogenik dan sangat berbahaya jika terakumulasi dalam tubuh manusia.
- Keaslian Produk (Food Authenticity): Alat ini mampu memberikan “sidik jari kimiawi” yang akurat untuk membedakan antara bahan pangan murni dengan produk yang telah dicampur atau dipalsukan. Hal ini sangat krusial untuk melindungi konsumen dari penipuan label produk yang sering terjadi pada komoditas bernilai tinggi.
- Kualitas Fungsional (Functional Quality): Selain aspek keamanan, teknologi ini mampu mengukur kadar senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti antioksidan atau senyawa fenolik, guna memastikan bahwa klaim kesehatan pada sebuah produk pangan memang didukung oleh data ilmiah yang valid.
Widiastuti menekankan bahwa keunggulan kompetitif dari teknologi ini terletak pada efisiensi waktu yang sangat drastis. Jika metode standar memerlukan waktu puluhan hingga ratusan menit untuk mendapatkan profil kimiawi yang lengkap, inovasi ini mampu memangkas waktu tersebut secara signifikan. Sebagai perbandingan teknis, Widiastuti juga mengintegrasikan penggunaan kromatografi berkecepatan tinggi melalui teknologi Ultrahigh Performance Liquid Chromatography (UPLC). Dengan optimalisasi parameter yang tepat, waktu analisis yang secara tradisional memakan waktu 30 menit kini dapat dikompresi menjadi hanya sekitar tiga menit saja. Yang luar biasa, pemangkasan waktu ini dilakukan tanpa mengorbankan tingkat akurasi dan presisi data, sehingga hasil yang diperoleh tetap memenuhi standar saintifik yang ketat.
| Parameter Perbandingan | Metode Konvensional | Inovasi Deteksi Cepat (UGM) |
|---|---|---|
| Waktu Analisis | 30 – 60 Menit | Hitungan Detik – 3 Menit |
| Penggunaan Bahan Kimia | Tinggi (Pelarut Organik) | Minimal (Green Chemistry) |
| Sifat Pengujian | Destruktif (Sampel Rusak) | Non-Destruktif (Opsi Tersedia) |
| Aksesibilitas Data | Manual/Laporan Cetak | Digital/Platform Web Otomatis |
Implementasi Multi-Komoditas dan Integrasi Platform Digital
Spektrum aplikasi dari alat deteksi cepat ini sangat luas, mencakup berbagai komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional. Inovasi ini telah berhasil diuji coba pada beragam produk, mulai dari bunga pangan (edible flowers), kakao, kopi, makroalga, hingga berbagai produk olahan turunannya. Salah satu pencapaian yang paling menonjol adalah kemampuan alat ini dalam membedakan secara presisi antara kopi luwak yang dihasilkan secara alami di hutan dengan kopi luwak hasil penangkaran. Selain itu, dalam industri kakao, teknologi ini mampu mendeteksi tingkat kemurnian bubuk kakao serta mengidentifikasi jenis dan persentase bahan campuran yang sering kali digunakan untuk menurunkan biaya produksi secara ilegal.
Untuk memastikan teknologi ini dapat memberikan dampak yang luas, Widiastuti juga mengembangkan sebuah ekosistem digital berupa platform berbasis web yang terintegrasi dengan sistem deteksi tersebut. Melalui platform ini, petugas laboratorium atau pengguna di lapangan cukup mengunggah data mentah hasil spektroskopi ke sistem awan (cloud). Secara otomatis, algoritma cerdas di dalam platform akan memproses data tersebut dan menampilkan hasil analisis yang komprehensif dalam waktu singkat. Menariknya, platform ini dirancang untuk dapat diakses secara gratis oleh para peneliti dan praktisi pangan di berbagai negara, yang menunjukkan semangat kolaborasi global dalam menjaga keamanan pangan dunia.
Dedikasi dan konsistensi Widiastuti Setyaningsih dalam mengembangkan teknologi analisis pangan sejak tahun 2012 ini akhirnya membuahkan pengakuan internasional yang prestisius. Ia dianugerahi Encouragement Award dari Hitachi Global Foundation, sebuah penghargaan yang diberikan kepada para peneliti yang dinilai memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan keberlanjutan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal dari rahim universitas di Indonesia mampu bersaing di panggung global dan memberikan solusi konkret bagi permasalahan kemanusiaan yang mendasar, yaitu jaminan keamanan dan kualitas apa yang kita konsumsi setiap hari.


















