Komitmen Pemerintah Perluas Akses Pendidikan: Target 100 Sekolah Rakyat Baru Setiap Tahun
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat (SR). Berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Sosial menargetkan pembangunan 100 unit Sekolah Rakyat permanen setiap tahunnya di berbagai wilayah Indonesia.
Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri. Gus Ipul menjelaskan bahwa gedung Sekolah Rakyat yang permanen akan memiliki kapasitas daya tampung yang signifikan. Pada tahap awal, setiap sekolah dirancang untuk menerima sekitar 300 hingga 500 siswa baru per tahun. Dalam kurun waktu tiga tahun, satu sekolah diharapkan mampu melayani lebih dari 1.000 siswa untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Fokus Pembangunan di Daerah 3T dan Setiap Kabupaten
Pemerintah memberikan perhatian khusus pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya nyata pemerataan pendidikan. Saat ini, rintisan Sekolah Rakyat sudah mulai hadir di beberapa lokasi strategis seperti Natuna, Kepulauan Anambas, dan Maluku. Gus Ipul menyampaikan bahwa target jangka panjangnya adalah setiap kabupaten di Indonesia setidaknya memiliki satu Sekolah Rakyat permanen.
Berikut adalah poin-poin utama dalam rencana pengembangan Sekolah Rakyat permanen:
- Target Tahunan: Penambahan 100 gedung Sekolah Rakyat permanen setiap tahun sesuai arahan Presiden.
- Kapasitas Siswa: Menampung minimal 1.000 siswa per sekolah untuk jenjang SD dan SMP setelah beroperasi penuh.
- Distribusi Wilayah: Prioritas pada daerah 3T dan target minimal satu sekolah di setiap kabupaten di seluruh Indonesia.
- Tujuan Program: Memberikan fasilitas pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis bagi Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur tahun 2026 di Surabaya. Dengan adanya penambahan fasilitas fisik yang permanen, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan bagi generasi muda Indonesia di masa depan.


















