BPBD DKI Jakarta Rilis Data Terbaru Banjir: 85 RT Terendam Akibat Hujan Deras
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta secara resmi merilis pembaruan terkini mengenai situasi wilayah yang terdampak banjir menyusul intensitas hujan yang sangat tinggi mengguyur ibu kota. Data yang dihimpun hingga Sabtu, 24 Januari 2024, pukul 00:00 WIB, menunjukkan bahwa jaringan Rukun Tetangga (RT) yang tergenang air kini mencapai angka 85 unit. Tidak hanya permukiman warga, namun 15 ruas jalan utama juga dilaporkan mengalami genangan, mengganggu mobilitas dan aktivitas sehari-hari masyarakat.
“Berdasarkan catatan terkini dari BPBD DKI Jakarta, saat ini tercatat sebanyak 85 Rukun Tetangga (RT) dan 15 ruas jalan di berbagai wilayah ibu kota mengalami genangan air,” demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta, menggarisbawahi skala dampak bencana hidrometeorologi ini.
Analisis mendalam terhadap data yang disampaikan BPBD menunjukkan bahwa wilayah Jakarta Barat menjadi area yang paling terdampak secara signifikan, dengan total 52 RT yang dilaporkan terendam banjir. Menyusul di urutan kedua adalah Jakarta Selatan, yang mencatat 11 RT tergenang. Tingkat keparahan banjir di beberapa lokasi bahkan mencapai ketinggian air yang mengkhawatirkan, dengan laporan tertinggi mencapai 210 sentimeter, atau lebih dari dua meter, yang berpotensi menimbulkan kerugian materiel dan immateriel yang substansial bagi warga yang terdampak langsung.
Rincian Wilayah Terdampak Banjir Berdasarkan Data BPBD DKI Jakarta
BPBD DKI Jakarta telah menyajikan data yang terperinci mengenai sebaran wilayah yang terdampak banjir, termasuk kelurahan, jumlah RT yang tergenang, ketinggian air, serta faktor penyebab utama. Rincian ini sangat krusial untuk pemahaman komprehensif mengenai situasi dan untuk perencanaan respons bencana yang lebih efektif.
Dampak Banjir di Jakarta Barat: 52 RT Terendam
Wilayah Jakarta Barat menjadi epicentrum banjir dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yaitu 52 RT. Rinciannya adalah sebagai berikut:
-
Kelurahan Duri Kosambi: Terdapat 6 RT yang tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 120 sentimeter. Penyebab utama genangan di wilayah ini adalah kombinasi dari curah hujan yang sangat tinggi dan meluapnya Kali Angke.
-
Kelurahan Kapuk: Sebanyak 3 RT dilaporkan terendam dengan ketinggian air berkisar antara 50 hingga 70 sentimeter. Faktor dominan yang menyebabkan banjir di sini adalah tingginya curah hujan.
-
Kelurahan Kedaung Kali Angke: Wilayah ini mencatat 8 RT yang tergenang, dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Penyebab utama adalah curah hujan yang tinggi.
-
Kelurahan Rawa Buaya: Sebanyak 9 RT terdampak banjir dengan ketinggian air antara 50 hingga 120 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi faktor penentu terjadinya genangan.
-
Kelurahan Jelambar: Terdapat 4 RT yang tergenang air dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi.
-
Kelurahan Kedoya Selatan: Sebanyak 4 RT dilaporkan terendam dengan ketinggian air 60 sentimeter. Genangan ini disebabkan oleh curah hujan tinggi serta luapan dari Kali Pesanggrahan.
-
Kelurahan Kedoya Utara: Wilayah ini mencatat 7 RT yang tergenang, dengan ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 80 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir.
-
Kelurahan Sukabumi Utara: Terdapat 1 RT yang tergenang dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi.
-
Kelurahan Joglo: Sebanyak 1 RT dilaporkan tergenang dengan ketinggian air 40 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi penyebab utama genangan.
-
Kelurahan Kembangan Selatan: Terdapat 5 RT yang terendam dengan ketinggian air antara 25 hingga 60 sentimeter. Kombinasi curah hujan tinggi dan luapan Kali Pesanggrahan menjadi faktor penyebabnya.
-
Kelurahan Kembangan Utara: Sebanyak 3 RT dilaporkan terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 25 hingga 70 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke.
-
Kelurahan Meruya Selatan: Terdapat 1 RT yang tergenang dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi faktor penyebab utama.
Dampak Banjir di Jakarta Selatan: 11 RT Terendam
Di Jakarta Selatan, sebanyak 11 RT dilaporkan mengalami genangan air dengan rincian sebagai berikut:
-
Kelurahan Tanjung Barat: Terdapat 2 RT yang tergenang dengan ketinggian air mencapai 120 hingga 140 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
-
Kelurahan Cipulir: Sebanyak 1 RT dilaporkan tergenang dengan ketinggian air 35 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi penyebab utamanya.
-
Kelurahan Duren Tiga: Terdapat 1 RT yang tergenang dengan ketinggian air 40 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi.
-
Kelurahan Rawajati: Wilayah ini mencatat 3 RT yang tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 25 hingga 130 sentimeter. Faktor penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
-
Kelurahan Pejaten Timur: Terdapat 3 RT yang tergenang dengan ketinggian air mencapai 210 sentimeter. Ini merupakan salah satu titik banjir terparah, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
-
Kelurahan Kebon Baru: Sebanyak 1 RT dilaporkan tergenang dengan ketinggian air 30 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
Dampak Banjir di Jakarta Timur: 15 RT Terendam
Wilayah Jakarta Timur melaporkan 15 RT terdampak banjir, dengan rincian sebagai berikut:
-
Kelurahan Rawa Terate: Terdapat 1 RT yang tergenang dengan ketinggian air 80 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi.
-
Kelurahan Bidara Cina: Sebanyak 4 RT dilaporkan tergenang dengan ketinggian air antara 100 hingga 110 sentimeter. Faktor penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung.
-
Kelurahan Cipinang Muara: Terdapat 2 RT yang tergenang dengan ketinggian air 30 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan yang tinggi.
-
Kelurahan Kampung Melayu: Wilayah ini mencatat 4 RT yang tergenang dengan ketinggian air bervariasi antara 75 hingga 90 sentimeter. Curah hujan tinggi menjadi faktor penyebab utama.
-
Kelurahan Cipinang Melayu: Terdapat 4 RT yang tergenang dengan ketinggian air antara 20 hingga 50 sentimeter. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi dan luapan Kali PHB Sulaiman.
Dampak Banjir di Jakarta Utara: 7 RT Terendam
Sementara itu, di Jakarta Utara, tercatat 7 RT yang terdampak banjir:
-
Kelurahan Kapuk Muara: Sebanyak 7 RT dilaporkan tergenang dengan ketinggian air antara 40 hingga 75 sentimeter. Penyebab utama genangan di wilayah ini adalah curah hujan yang tinggi.
Data yang disajikan oleh BPBD DKI Jakarta ini menggarisbawahi kompleksitas penanggulangan banjir di ibu kota, yang seringkali disebabkan oleh kombinasi faktor meteorologis seperti curah hujan ekstrem dan faktor hidrologis seperti meluapnya sistem sungai dan saluran air. Upaya mitigasi dan adaptasi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk mengurangi kerentanan kota terhadap bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

















