Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, kembali menjadi saksi bisu dominasi Macan Kemayoran dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pada laga pekan ke-18 Super League musim 2025/26 yang digelar pada Jumat malam, 23 Januari 2026, Persija Jakarta sukses mengamankan poin penuh setelah menumbangkan perlawanan sengit Madura United dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga angka biasa, melainkan sebuah pernyataan tegas dari anak asuh Mauricio Souza mengenai ambisi mereka dalam perburuan gelar juara musim ini. Pertandingan yang berlangsung di bawah guyuran atmosfer riuh para pendukung setia tersebut memperlihatkan bagaimana kematangan strategi dan efektivitas eksekusi bola mati menjadi kunci pembeda di lapangan hijau.
Sepanjang babak pertama, Persija Jakarta langsung mengambil inisiatif serangan dengan mengandalkan kreativitas lini tengah yang digalang oleh duet pemain muda dan berpengalaman. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke jantung pertahanan Laskar Sape Kerrab yang dikawal ketat oleh Pedro Monteiro dan kawan-kawan. Kebuntuan akhirnya pecah tepat sebelum turun minum, tepatnya pada menit ke-44. Sebuah pelanggaran di area terlarang membuat wasit menunjuk titik putih, memberikan kesempatan emas bagi Gustavo Almeida untuk mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang tajam asal Brasil tersebut maju sebagai eksekutor dengan ketenangan luar biasa. Meski kiper Madura United, Diky Indrayana, mencoba membaca arah bola, sepakan keras dan terukur dari Gustavo meluncur deras ke pojok gawang, mengubah kedudukan menjadi 1-0. Gol ini sekaligus menutup paruh pertama dengan keunggulan psikologis bagi tuan rumah yang tampil sangat dominan dalam penguasaan bola.
Drama VAR dan Debut Amunisi Baru Macan Kemayoran
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun sedikit pun. Madura United yang tertinggal mencoba keluar dari tekanan dengan mengandalkan kecepatan Lulinha dan Junior Brandao di lini depan, namun solidnya barisan pertahanan Persija yang dipimpin oleh duet bek tim nasional, Rizky Ridho dan Jordi Amat, membuat setiap upaya tim tamu kandas di tengah jalan. Momen yang paling menyita perhatian terjadi di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+9. Drama bermula saat Persija kembali mendapatkan hadiah penalti. Maxwell Souza maju sebagai algojo, namun tendangan pertamanya berhasil ditepis oleh Diky Indrayana. Bola muntah (rebound) tersebut kemudian disambar dengan cepat oleh pemain debutan Alaaeddine Ajaraie yang langsung mencebloskan bola ke dalam gawang. Sorak sorai penonton sempat pecah merayakan gol debut Ajaraie, namun kegembiraan itu tertahan sejenak.
Wasit memutuskan untuk melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR) guna memastikan keabsahan proses gol tersebut. Setelah pemeriksaan yang cukup menegangkan selama beberapa menit, gol Ajaraie akhirnya dianulir karena adanya pelanggaran prosedur saat tendangan penalti dilakukan. Namun, keputusan final wasit menyatakan bahwa tendangan penalti harus diulang. Maxwell tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua yang diberikan kepadanya. Dengan fokus yang lebih tajam, ia kembali melepaskan tendangan dari titik putih yang kali ini gagal diantisipasi oleh Diky Indrayana. Gol tersebut mengunci kemenangan Persija menjadi 2-0 sekaligus mengakhiri perlawanan Madura United di menit-menit akhir pertandingan yang sangat dramatis tersebut.
Pertandingan ini juga menjadi panggung penting bagi wajah-wajah baru di skuad Persija Jakarta. Selain Alaaeddine Ajaraie yang hampir saja mencetak gol debutnya, Fajar Fathurrahman juga menjalani laga perdananya berseragam oranye. Kehadiran kedua pemain ini memberikan dimensi baru dalam skema permainan Mauricio Souza, terutama dalam hal kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang. Fleksibilitas Fajar di sisi sayap dan ketajaman Ajaraie di lini depan diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi Persija dalam mengarungi sisa kompetisi yang semakin kompetitif. Integrasi pemain baru ini terlihat cukup mulus, meskipun masih memerlukan waktu untuk mencapai chemistry maksimal dengan pilar-pilar lama seperti Witan Sulaeman dan Rio Fahmi.
Kehadiran Tokoh Penting dan Peta Persaingan Papan Atas
Di luar lapangan, atmosfer pertandingan semakin terasa istimewa dengan kehadiran beberapa sosok kunci di tribun penonton. Shayne Pattynama, pemain naturalisasi timnas Indonesia yang baru saja resmi bergabung dengan Persija Jakarta, terlihat antusias menyaksikan rekan-rekan barunya berjuang di lapangan. Kehadiran Shayne diprediksi akan semakin memperkokoh lini belakang Persija di pertandingan mendatang. Tak hanya itu, pelatih kepala Tim Nasional Indonesia, John Herdman, juga terpantau hadir di stadion. Kehadiran Herdman memberikan sinyal kuat bahwa ia tengah memantau secara langsung performa para pemain lokal dan naturalisasi yang berlaga di kompetisi domestik guna mempersiapkan agenda internasional skuad Garuda. Hal ini tentu menjadi motivasi tambahan bagi para pemain di lapangan untuk menunjukkan performa terbaik mereka.
Secara posisi di klasemen sementara, tambahan tiga poin ini membawa Persija Jakarta menyamai perolehan poin rival abadi mereka, Persib Bandung. Meskipun memiliki poin yang sama, Persija harus puas berada satu tingkat di bawah Persib karena kalah dalam catatan head-to-head. Persaingan di papan atas semakin memanas mengingat Persib Bandung baru akan melakoni laga pekan ke-18 mereka pada hari Minggu mendatang melawan PSBS Biak. Sementara itu, posisi puncak masih kokoh ditempati oleh Borneo FC dengan koleksi 40 poin. Bagi Persija, kemenangan ini sangat krusial untuk terus menempel ketat tim-tim di posisi tiga besar dan menjaga peluang mereka meraih gelar juara Super League 2025/26 tetap terbuka lebar hingga akhir musim.
Di sisi lain, kekalahan ini semakin membenamkan Madura United di papan bawah klasemen. Laskar Sape Kerrab saat ini tertahan di peringkat ke-14 dengan total 17 poin yang dikumpulkan dari empat kemenangan dan lima hasil imbang. Performa inkonsisten menjadi masalah utama bagi tim tamu, yang sebenarnya memiliki materi pemain berkualitas seperti Kerim Palic dan Riquelme Silva. Dengan kompetisi yang sudah memasuki putaran kedua, Madura United dituntut untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh jika tidak ingin terseret lebih jauh ke dalam zona degradasi. Pertandingan melawan Persija ini menjadi pelajaran berharga bagi mereka mengenai pentingnya konsentrasi penuh hingga peluit panjang dibunyikan.
| Tim | Susunan Pemain Starter |
|---|---|
| Persija Jakarta | Carlos Eduardo (GK), Thales Lira, Rizky Ridho, Jordi Amat, Rio Fahmi, Dony Tri Pamungkas, Aditya Warman, Allano Lima, Witan Sulaeman, Maxwell Souza, Gustavo Almeida. |
| Madura United | Diky Indrayana (GK), Ahmad Rusadi, Jorge Mendonca, Pedro Monteiro, Roger Bonet Badia, Riquelme Silva, Kerim Palic, Taufik Hiyat, Ilhamsyah, Junior Brandao, Lulinha. |
Kemenangan 2-0 atas Madura United ini menegaskan bahwa Persija Jakarta memiliki kedalaman skuad yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi. Dengan dukungan penuh dari The Jakmania dan strategi yang semakin matang di bawah arahan Mauricio Souza, Macan Kemayoran kini menatap laga-laga selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi. Fokus kini beralih pada bagaimana menjaga konsistensi performa dan mengintegrasikan pemain bintang seperti Shayne Pattynama ke dalam sistem permainan utama guna menghadapi tantangan yang lebih berat di pekan-pekan mendatang.


















