Strategi Kedalaman Skuad: Persija Jakarta Perkuat Lini Pertahanan dengan Kehadiran Shayne Pattynama
Persija Jakarta, salah satu klub sepak bola terkemuka di Indonesia, secara resmi mengumumkan perekrutan Shayne Pattynama, seorang pemain yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi tim, terutama dalam hal fleksibilitas taktis. Pelatih kepala Persija, Mauricio Souza, secara eksplisit menyatakan bahwa kemampuan adaptasi Shayne untuk bermain di berbagai posisi menjadi faktor penentu utama di balik keputusan klub untuk merekrutnya. Souza menekankan bahwa kedatangan pemain tim nasional Indonesia ini akan membuka lebih banyak opsi strategis bagi tim dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan di Liga 1 Indonesia.
Dalam sebuah pernyataan singkat yang disampaikan seusai kemenangan 2-0 Persija atas Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Jumat, 23 Januari 2026, Mauricio Souza mengungkapkan optimismenya terhadap kontribusi Shayne. “Pattynama sudah bersama kami hari ini. Saya sempat berbicara singkat dengannya. Dari pemain lain saya tahu dia bisa banyak membantu kami di liga ini,” ujar Souza. Pernyataan ini menggarisbawahi keyakinan pelatih terhadap kualitas dan potensi yang dimiliki oleh Shayne Pattynama, yang sebelumnya telah dikenal luas sebagai pemain yang memiliki etos kerja tinggi dan kemampuan teknis yang mumpuni.
Analisis Taktis dan Posisi Bermain Shayne Pattynama
Mauricio Souza merinci lebih lanjut mengenai keunggulan taktis yang ditawarkan oleh Shayne Pattynama. Posisi alami pemain berusia 27 tahun ini adalah bek kiri. Namun, fleksibilitasnya bukan hanya terbatas pada satu area. Souza menjelaskan bahwa Shayne juga memiliki kapabilitas untuk beroperasi sebagai bek kanan, serta mengisi peran sebagai gelandang bertahan. Kemampuan untuk mengisi berbagai lini pertahanan dan tengah ini merupakan aset berharga bagi setiap tim, memungkinkan pelatih untuk melakukan penyesuaian taktik secara dinamis sesuai dengan kebutuhan pertandingan. “Saya senang dengan motivasinya. Dia bisa bermain di beberapa posisi dan itu penting bagi kami,” tegas Souza, sebagaimana dikutip dari laporan Antara. Fleksibilitas ini tidak hanya meningkatkan kedalaman skuad, tetapi juga memberikan opsi taktis yang lebih luas untuk mengatasi lawan yang berbeda atau menghadapi situasi permainan yang tidak terduga.
Perekrutan Shayne Pattynama ini merupakan bagian dari strategi Persija Jakarta untuk memperkuat skuadnya di putaran kedua musim ini. Pengumuman resmi dilakukan pada Jumat sore, menandai langkah penting dalam bursa transfer klub. Shayne, yang didatangkan dari klub Thailand, Buriram United, dikontrak selama 2,5 tahun. Ia menjadi pemain rekrutan keempat bagi “Macan Kemayoran” di paruh kedua musim ini, bergabung dengan Fajar Fathurrahman, Alaaeddine Ajaraie, dan Paulo Ricardo. Kehadiran keempat pemain baru ini menunjukkan ambisi Persija untuk meningkatkan performa dan bersaing di papan atas klasemen.
Kedatangan Shayne Pattynama secara langsung menciptakan persaingan sehat di posisi bek kiri. Saat ini, Persija memiliki tiga pemain yang dapat diandalkan di posisi tersebut, yaitu Dony Tri Pamungkas, Alan Cardoso, dan kini Shayne. Ketika ditanya mengenai potensi dampak kepindahan Shayne terhadap masa depan Alan Cardoso, Mauricio Souza menyatakan bahwa belum ada keputusan final yang diambil. “Kalau sudah ada keputusan siapa yang akan pergi, kami akan sampaikan. Dia pemain luar biasa dan selalu tampil baik saat dimainkan,” ujar pelatih asal Brasil tersebut. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Persija menghargai kontribusi seluruh pemain dan akan mengambil keputusan secara bijaksana demi kepentingan tim secara keseluruhan. Fokus saat ini adalah bagaimana mengintegrasikan semua pemain agar dapat memberikan yang terbaik.
Evaluasi Komposisi Skuad dan Dinamika Internal Tim
Mauricio Souza mengekspresikan kepuasan yang mendalam terhadap komposisi skuad Persija Jakarta saat ini. Dengan koleksi 38 poin dan catatan 12 kemenangan, tim menunjukkan performa yang solid dan konsisten di liga. “Kami masih berada dalam persaingan dengan skuad yang ada. Ini tim yang luar biasa,” ungkap Souza, menekankan bahwa tim yang ada saat ini memiliki potensi besar untuk meraih kesuksesan. Ia meyakini bahwa dengan pemain yang ada, ditambah dengan kedalaman skuad yang semakin meningkat berkat rekrutan baru, Persija memiliki peluang yang kuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Dinamika internal tim juga disorot oleh para pemain. Bek tengah Thales Lira menyambut baik persaingan yang sehat di dalam tim sebagai hal yang wajar dalam dunia sepak bola profesional. Ia berpendapat bahwa kedatangan pemain baru seperti Paulo Ricardo, misalnya, akan memotivasi setiap pemain untuk bekerja lebih keras agar dapat mendapatkan tempat di tim inti. “Siapa pun yang bermain harus bekerja keras. Itu sepenuhnya pilihan pelatih,” kata Thales, menunjukkan pemahaman yang matang mengenai sistem kompetisi internal yang sehat. Pendekatan ini penting untuk menjaga semangat kompetitif dan memastikan bahwa setiap pemain selalu memberikan performa maksimal.
Sementara itu, bek Persija, Jordi Amat, memberikan sambutan hangat kepada Shayne Pattynama. Sebagai sesama pemain naturalisasi yang telah memperkuat tim nasional Indonesia, Jordi memiliki pemahaman yang baik mengenai tantangan yang dihadapi pemain baru dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. “Kami akan bertemu setelah ini dan tentu dia membutuhkan bantuan. Kami ingin memberinya sambutan hangat,” ujar Jordi. Dukungan dari rekan satu tim seperti Jordi Amat sangat krusial bagi Shayne untuk segera merasa nyaman dan terintegrasi ke dalam skuad Persija. Jordi dan Shayne memiliki sejarah bersama dalam timnas Indonesia, termasuk saat menghadapi Argentina dalam laga persahabatan pada Juni 2023, yang menunjukkan adanya ikatan dan pemahaman yang sudah terbentuk.
Kehadiran Shayne Pattynama di stadion untuk menyaksikan laga Persija melawan Madura United menunjukkan komitmen dan antusiasmenya terhadap klub barunya. Ia terlihat duduk berdekatan dengan pelatih baru timnas Indonesia, John Herdman, dan asistennya, Cesar Meylan. Interaksi ini mungkin menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara pemain Persija dan tim nasional, terutama mengingat Shayne dan Jordi Amat adalah pilar penting bagi skuad Garuda. Pengalaman Shayne yang luas, termasuk menimba ilmu di akademi Ajax dan Utrecht serta bermain di klub-klub Eropa seperti Telstar, Viking FK, dan KAS Eupen, sebelum merambah ke Asia Tenggara, menjadi modal berharga yang diharapkan dapat menular kepada rekan-rekannya di Persija dan tim nasional.


















