Duel Sengit Pekan ke-18 Super League 2025/26: Dua Laga Berakhir Imbang, Persaingan Papan Atas dan Bawah Semakin Memanas
JAKARTA – Musim 2025/26 kompetisi sepak bola tertinggi di tanah air, Super League, memasuki fase krusial. Memasuki pekan ke-18, persaingan di papan atas klasemen semakin ketat, sementara tim-tim di zona degradasi berjuang keras untuk memperbaiki posisi. Serangkaian pertandingan penting digelar serentak pada Sabtu, 24 Januari 2026, namun dua laga pembuka hari itu justru berakhir dengan skor imbang, menunjukkan betapa ketatnya persaingan antar tim di liga musim ini.
Di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali United yang berstatus tuan rumah harus puas berbagi angka dengan tim tamu, Semen Padang. Pertandingan ini menyajikan drama penuh ketegangan, di mana Bali United sempat tertinggal dua gol di babak pertama sebelum bangkit di paruh kedua. Gol pembuka bagi Semen Padang dicetak oleh Angelo Meneses pada menit ke-5, memanfaatkan kelengahan lini pertahanan ‘Serdadu Tridatu’. Tak lama berselang, pada menit ke-12, Jaime Giraldo berhasil menggandakan keunggulan tim tamu, membuat para pendukung Bali United terdiam.
Memasuki babak kedua, pasukan Bali United menunjukkan mental juara yang sesungguhnya. Dengan semangat juang yang membara, mereka berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol yang dilesakkan oleh Jens Raven pada menit ke-54. Momentum kebangkitan Bali United semakin terasa ketika Mirza Mustafic berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-69, membangkitkan optimisme di tribun penonton. Puncaknya, pada menit ke-75, Thijmen Goppel sukses membawa Bali United berbalik unggul, seolah memastikan kemenangan di kandang sendiri. Namun, sorak sorai kemenangan harus tertahan. Semen Padang, yang tidak menyerah hingga peluit akhir dibunyikan, berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Ripal Wahyudi pada menit ke-79, memaksakan hasil imbang 3-3 hingga akhir pertandingan.
Persita Ditahan Imbang di Kandang, Jaga Momentum Papan Atas
Sementara itu, di Indomilk Arena, duel antara Persita Tangerang melawan Bhayangkara FC juga berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertandingan ini berlangsung tak kalah sengit, dengan kedua tim saling jual beli serangan sejak menit awal. Bhayangkara FC berhasil unggul lebih dahulu melalui gol Privat Mbarga pada menit ke-38. Gol tersebut tercipta berkat skema serangan balik yang efektif, mengejutkan lini pertahanan Persita yang belum sepenuhnya siap.
Tertinggal satu gol, Persita Tangerang terus berupaya mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Namun, solidnya pertahanan Bhayangkara FC membuat serangan-serangan mereka kerap kandas. Baru menjelang akhir babak kedua, tepatnya pada menit ke-84, harapan Persita untuk meraih poin penuh di kandang sendiri akhirnya terwujud. Matheus Alves berhasil menjadi pahlawan bagi tim ‘Pendekar Cisadane’ dengan mencetak gol penyama kedudukan, memastikan timnya tidak pulang dengan tangan hampa.
Dampak Hasil Imbang Terhadap Klasemen Sementara
Hasil imbang dari kedua pertandingan ini memberikan implikasi yang cukup signifikan terhadap peta persaingan di klasemen sementara Super League 2025/26. Bagi Persita Tangerang, tambahan satu poin membuat mereka kokoh di posisi kelima klasemen dengan total 32 poin. Posisi ini sangat penting bagi mereka untuk menjaga asa lolos ke kompetisi antarklub Asia musim depan, meski persaingan di papan atas semakin memanas dengan beberapa tim lain yang juga mengumpulkan poin serupa.
Sementara itu, Bali United, yang bermain imbang di kandang sendiri, harus puas menempati peringkat kedelapan dengan raihan 28 poin. Tim ‘Serdadu Tridatu’ perlu segera berbenah untuk bisa merangkak naik dan menghindari kejaran tim-tim di bawahnya. Di sisi lain, Bhayangkara FC, dengan tambahan satu poin, kini berada di posisi kesembilan dengan 23 poin. Posisi ini memberikan sedikit nafas bagi tim ‘The Guardian’ untuk menjauhi zona degradasi, namun mereka masih perlu berjuang keras di sisa pertandingan musim ini.
Kondisi yang paling memprihatinkan datang dari Semen Padang. Dengan tambahan satu poin dari pertandingan tandang melawan Bali United, tim ‘Kabau Sirah’ masih terpuruk di dasar klasemen, tepatnya di urutan ke-16, dengan hanya mengumpulkan 11 poin. Hasil imbang ini memang sedikit memperbaiki raihan poin mereka, namun jurang degradasi masih membayangi. Semen Padang dihadapkan pada tugas berat untuk memutus tren negatif dan meraih kemenangan demi bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.


















