Di jantung Pegunungan Jura yang mempesona, membentang sebuah garis perbatasan imajiner yang membelah Prancis dan Swiss. Di titik pertemuan geografis yang unik ini, berdiri sebuah properti legendaris yang menawarkan pengalaman menginap yang tak tertandingi: Hotel Arbez Franco-Suisse. Lebih dari sekadar akomodasi, hotel ini adalah saksi bisu sejarah, sebuah anomali hukum, dan sebuah keajaiban arsitektur yang memungkinkan para tamunya untuk secara harfiah tidur di dua negara sekaligus. Bayangkan, saat Anda terlelap dalam kenyamanan, kepala Anda beristirahat di wilayah Prancis, sementara kaki Anda terentang di tanah Swiss. Pengalaman sureal ini bukan sekadar kiasan, melainkan realitas yang ditawarkan oleh lokasi hotel yang berada persis di garis perbatasan antara La Cure, Prancis, dan Cure, Swiss.
Keberadaan Hotel Arbez Franco-Suisse tidaklah terjadi secara kebetulan, melainkan merupakan buah dari negosiasi politik dan kesepakatan historis yang membentuk lanskap wilayah tersebut. Akar sejarahnya dapat ditelusuri kembali ke abad ke-19, sebuah era yang ditandai dengan perubahan batas wilayah yang signifikan. Pada tanggal 8 Desember 1862, Pemerintah Swiss dan Prancis menandatangani Perjanjian Dappes, sebuah dokumen krusial yang bertujuan untuk menegosiasikan kembali perbatasan di Lembah Dappes. Perjanjian ini memiliki klausul yang sangat penting: bangunan-bangunan yang telah berdiri sebelum ratifikasi perjanjian tersebut tidak akan terpengaruh oleh perubahan perbatasan yang baru. Ketentuan inilah yang menjadi fondasi bagi keunikan Hotel Arbez Franco-Suisse di masa depan.
Sebuah Jembatan Perdagangan Lintas Batas
Memanfaatkan celah hukum yang tercipta dari Perjanjian Dappes, seorang pengusaha visioner bernama Alfonso Ponthus melihat peluang emas. Ia membangun sebuah struktur yang secara strategis ditempatkan di kedua sisi garis perbatasan yang baru ditetapkan di propertinya. Awalnya, bangunan ini dirancang dengan tujuan utama untuk memfasilitasi perdagangan lintas batas. Sesuai dengan catatan sejarah yang tertera di situs web resmi hotel, Ponthus dengan cerdik mengubah bangunan tersebut menjadi dua entitas fungsional yang berbeda: sebuah bar yang beroperasi di sisi Prancis dan sebuah toko yang melayani pelanggan di sisi Swiss. Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kecerdikan bisnis Ponthus, tetapi juga menjadi cikal bakal dari fungsi ganda yang akan terus melekat pada bangunan ini.
Transformasi Menjadi Hotel Ikonik dan Benteng Perlawanan
Pada tahun 1921, bangunan bersejarah ini mengalami transformasi signifikan ketika diambil alih oleh Jules Joseph Arbez. Di bawah kepemimpinannya, properti ini diubah menjadi sebuah hotel. Dengan memanfaatkan perjanjian yang ada, hotel ini secara efektif terbagi menjadi dua: sekitar setengahnya berada di wilayah Prancis dan separuh lainnya di wilayah Swiss. Pembagian geografis ini tidak hanya tercermin dalam struktur fisik hotel, tetapi juga dalam penawaran kulinernya. Restoran hotel dengan bangga menyajikan perpaduan hidangan Prancis dan Swiss, memberikan para tamu pengalaman gastronomi lintas budaya yang otentik. Gaya arsitektur hotel ini, sebagaimana dilaporkan oleh laman resmi Arbezie, mencerminkan keindahan murni gaya Alpen. Dibangun dari balok-balok kayu yang terlihat jelas, hotel ini memancarkan pesona pedesaan Jura yang khas. Batas internasional yang tak terlihat membentang tepat melalui jantung bangunan, menciptakan pengalaman menginap yang unik di mana tamu bisa saja tidur dengan kepala di satu negara dan kaki di negara lain.
Lebih dari sekadar atraksi wisata, Hotel Arbez Franco-Suisse juga memegang peranan penting dalam sejarah kelam Perang Dunia II. Selama periode yang penuh gejolak ini, lantai dua hotel ini difungsikan sebagai tempat perlindungan rahasia bagi individu-individu yang berusaha melarikan diri dari kejaran tentara Jerman. Garis demarkasi antara zona pendudukan Jerman dan Zona Bebas saat itu melintasi tepat di depan hotel, menjadikannya lokasi yang sangat strategis namun berbahaya. Mulai tahun 1940 dan seterusnya, Max Arbez, putra dari Jules-Joseph, dengan keberanian luar biasa memanfaatkan lokasi dan tata letak unik hotel untuk membantu berbagai pihak yang membutuhkan. Ia memberikan perlindungan kepada orang-orang Yahudi yang teraniaya, para buronan yang dikejar, dan bahkan pilot-pilot Inggris yang jatuh. Dalam konteks ini, Hotel Arbez bukan hanya sebuah bangunan, melainkan telah bertransformasi menjadi benteng perlawanan yang diam-diam namun efektif.
Pasca-perang, hotel ini kembali dibuka untuk umum dan melanjutkan operasi normalnya. Namun, keunikan statusnya terus memunculkan diskusi. Otoritas Swiss, pada satu titik, meminta peninjauan kembali penetapan batas wilayah, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya, sebuah kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dicapai antara otoritas Swiss dan Prancis: hotel ini akan dianggap sebagai milik Swiss oleh Prancis, dan sebaliknya, sebagai milik Prancis oleh Swiss. Situasi anomali inilah yang kemudian menginspirasi julukan “Arbezie,” sebuah istilah yang diciptakan oleh Edgar Faure, yang pada saat itu menjabat sebagai anggota parlemen untuk wilayah Jura. Sebagai ekspresi humor dan pengakuan atas keunikan properti ini, Max Arbez bahkan memproklamirkan “Kepangeranan Arbézie” pada tahun 1958, sebuah tindakan yang sepenuhnya bersifat simbolis namun mencerminkan semangat kebebasan dan ketidakpatuhan yang melekat pada sejarah hotel ini.
Hingga saat ini, Hotel Arbez Franco-Suisse tetap berada dalam pengelolaan keluarga, melestarikan warisan sejarah dan keunikan geografisnya. Pengalaman menginap di sini menawarkan lebih dari sekadar kenyamanan; ia menawarkan perjalanan melintasi waktu dan batas negara. Dengan dinding-dinding kayu yang berbisik tentang masa lalu dan garis perbatasan yang tak terlihat namun nyata, hotel ini menjadi destinasi yang memikat bagi para pelancong yang mencari pengalaman otentik dan berkesan. Lokasinya yang berdekatan dengan resor ski Les Rousses di La Cure semakin menambah daya tarik, menjadikannya tempat yang ideal untuk menjelajahi keindahan alam Pegunungan Jura sekaligus merasakan keunikan lintas batas yang ditawarkan oleh Hotel Arbez Franco-Suisse.


















