Manchester, Inggris – Dalam sebuah pertarungan sengit yang krusial di ajang Liga Primer Inggris musim 2025/26, Manchester City berhasil mengamankan tiga poin penting dengan menundukkan Wolverhampton Wanderers. Laga yang digelar pada Sabtu malam, 24 Januari, waktu setempat, di markas kebanggaan mereka, Etihad Stadium, berakhir dengan skor meyakinkan 2-0 untuk keunggulan The Citizens. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sebuah pernyataan kuat dalam persaingan ketat menuju gelar juara liga, sekaligus menjaga momentum positif tim di tengah jadwal padat kompetisi.
Hasil positif ini membawa Manchester City mengumpulkan total 46 poin dari 23 pertandingan yang telah mereka lakoni sepanjang musim. Posisi mereka di klasemen sementara Liga Primer tetap kokoh di peringkat kedua, namun kini mereka hanya terpaut empat poin dari pemuncak klasemen, Arsenal, yang mengoleksi 50 poin. Jarak yang relatif dekat ini menunjukkan bahwa perburuan gelar juara masih sangat terbuka dan setiap pertandingan menjadi sangat vital. Bagi Wolverhampton Wanderers, kekalahan ini tentu menjadi pukulan, menahan mereka di papan tengah klasemen dan semakin mempersulit upaya mereka untuk merangsek ke zona Eropa.
Pelatih Manchester City menurunkan formasi yang solid dan ofensif, mengandalkan kekuatan di setiap lini. Di bawah mistar gawang, kiper kelas dunia Gianluigi Donnarumma dipercaya untuk menjaga benteng terakhir. Lini pertahanan diisi oleh kuartet Matheus Nunes, Abdukodir Khusanov, Marc Guehi, dan Nico O’Reilly, yang bertugas meredam serangan lawan dan membantu membangun serangan dari belakang. Di lini tengah, motor permainan dipercayakan kepada Rodri, gelandang bertahan yang tak tergantikan, didampingi oleh Antoine Semenyo dan Tijjani Reijnders yang agresif dalam menyerang maupun bertahan. Sementara itu, trisula penyerang yang mematikan diisi oleh Bernardo Silva, Rayan Cherki, dan Omar Marmoush, yang diharapkan mampu membongkar pertahanan lawan dengan kreativitas dan kecepatan mereka.
Di sisi lain, Wolverhampton Wanderers juga tampil dengan kekuatan terbaiknya, mencoba memberikan perlawanan sengit. Jose Sa berdiri kokoh di bawah mistar gawang. Lini belakang Wolves dipercayakan kepada Ladislav Krejci, Santiago Bueno, Yerson Mosquera, dan Hugo Bueno. Di sektor gelandang, Mateus Mane, Andre, dan Joao Gomes bertugas untuk menguasai lini tengah dan memutus aliran bola City. Untuk menggebrak pertahanan tuan rumah, manajer Wolves mengandalkan kecepatan dan ketajaman Jackson Tchatchoua, Hee-chan Hwang, dan Jhon Arias sebagai penyerang utama, dengan harapan mampu menciptakan peluang dan mencetak gol balasan.
Dominasi Awal dan Keunggulan Cepat The Citizens
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi dari Manchester City. Sejak peluit kick-off dibunyikan, The Citizens langsung mengambil inisiatif serangan, menekan pertahanan Wolves dengan umpan-umpan cepat dan pergerakan tanpa bola yang dinamis. Dominasi awal ini segera membuahkan hasil. Saat babak pertama baru berjalan enam menit, Etihad Stadium bergemuruh menyambut gol pembuka. Berawal dari penetrasi Matheus Nunes di sisi kanan lapangan, ia melepaskan umpan silang mendatar yang sangat akurat ke dalam kotak penalti. Omar Marmoush, dengan insting penyerang ulung, berada di posisi yang tepat untuk menyambut bola tersebut dan mendorongnya masuk ke gawang Jose Sa, mengubah skor menjadi 1-0. Gol cepat ini memberikan dorongan moral yang signifikan bagi City dan memaksa Wolves untuk segera mengubah strategi.
Meskipun unggul satu gol, Manchester City tidak mengendurkan serangannya. Mereka terus mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Tekanan tanpa henti ini akhirnya membuahkan hasil kedua di masa tambahan waktu babak pertama. Antoine Semenyo, yang tampil impresif di lini tengah, berhasil mencetak gol kedua bagi The Citizens. Menerima umpan terobosan cerdik dari Bernardo Silva yang membelah pertahanan Wolves, Semenyo dengan tenang mengontrol bola dan melepaskan tembakan terarah ke pojok kanan bawah gawang tim tamu, membuat Jose Sa tak berdaya. Gol di menit-menit akhir babak pertama ini menjadi pukulan telak bagi Wolves dan memberikan keunggulan 2-0 yang nyaman bagi City saat turun minum, sekaligus menegaskan superioritas mereka di paruh pertama pertandingan.
Strategi Paruh Kedua dan Ketegangan Menjelang Akhir
Memasuki babak kedua, skenario pertandingan tidak banyak berubah. Manchester City tetap mempertahankan dominasi mereka, terus menekan dan mengendalikan tempo permainan. Mereka berusaha mencari gol ketiga untuk mengunci kemenangan, sementara Wolves mencoba untuk lebih solid di lini pertahanan sambil sesekali melancarkan serangan balik. Pada menit ke-77, Antoine Semenyo nyaris mencetak gol keduanya dalam pertandingan ini. Setelah melakukan aksi individu memukau di area pertahanan Wolves, ia berhasil menemukan ruang tembak dan melepaskan sepakan keras dengan kaki kirinya. Namun, keberuntungan belum berpihak padanya, karena bola membentur tiang gawang dan memantul keluar, membuat para penggemar City menahan napas.
Di sepuluh menit terakhir pertandingan, Wolves menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Dengan tertinggal dua gol, mereka mulai bermain lebih agresif dan menekan pertahanan City untuk mencari gol balasan. Pada menit ke-86, tim tamu nyaris memperkecil ketertinggalan. Berawal dari situasi bola mati, Yerson Mosquera berhasil memenangi duel udara di dalam kotak penalti Manchester City. Sundulannya yang keras dan terarah mengarah ke gawang, namun lagi-lagi tiang gawang menjadi penyelamat, menolak bola masuk ke jaring Donnarumma. Momen ini menjadi peringatan bagi City bahwa mereka tidak boleh lengah hingga peluit akhir dibunyikan.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada lagi gol yang tercipta. Manchester City berhasil mempertahankan keunggulan 2-0 mereka atas Wolverhampton Wanderers. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin krusial, tetapi juga menunjukkan kedalaman skuad dan mental juara The Citizens


















