Dinamika Klasemen Super League 2025-2026 Memanas Pasca Empat Laga Sengit
Kompetisi Super League 2025-2026 kembali menyajikan tontonan menarik dengan pergerakan klasemen yang kian dinamis. Empat pertandingan krusial yang digelar serentak pada tanggal 24 Januari lalu di berbagai penjuru negeri telah memberikan warna baru pada peta persaingan, terutama di zona krusial papan atas maupun bawah. Pertarungan ini tidak hanya menguji strategi dan kekuatan tim, tetapi juga memengaruhi mentalitas para pemain dan strategi klub untuk sisa musim kompetisi yang masih panjang.
Laga-laga yang dihelat kemarin melibatkan beberapa tim papan atas dan tim yang berjuang keras keluar dari zona degradasi. Malut United menjamu Persik Kediri di Stadion Kie Raha, Ternate, sebuah pertandingan yang diprediksi akan berjalan ketat. Sementara itu, di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali United berhadapan dengan Semen Padang, sebuah duel yang selalu menyita perhatian publik sepak bola Tanah Air. Tak kalah seru, di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Persita Tangerang kedatangan tamu tangguh, Bhayangkara FC. Terakhir, di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Persijap Jepara yang tengah berupaya bangkit, menghadapi kekuatan PSM Makassar.
Revolusi Persijap Berbuah Manis, PSM Makassar Tertahan
Pertandingan yang paling mencuri perhatian dalam pergerakan klasemen adalah duel antara Persijap Jepara melawan PSM Makassar di Stadion Gelora Bumi Kartini. Persijap, yang telah melakukan revolusi besar-besaran pada bursa transfer putaran kedua Super League 2025-2026, berhasil menunjukkan taringnya dengan mengalahkan PSM Makassar melalui skor meyakinkan 2-0. Kemenangan ini menjadi bukti nyata bahwa perubahan skuad yang dilakukan oleh manajemen Persijap membuahkan hasil positif.
Dua gol kemenangan Persijap dicetak oleh duet maut lini depan mereka. Gol pertama lahir dari striker andalan, Carlos Franca, yang berhasil merobek jala gawang PSM Makassar pada menit ke-5 pertandingan. Keunggulan cepat ini memberikan momentum bagi tim tuan rumah. Tak berhenti di situ, pada menit ke-62, penyerang sayap lincah, Iker Guarrotxena, berhasil menggandakan keunggulan Persijap. Gol kedua ini semakin memantapkan dominasi Persijap atas tim Juku Eja.
Kemenangan dramatis ini secara spontan memanaskan persaingan di zona degradasi. Persijap Jepara, yang sebelumnya terpuruk di dasar klasemen, kini berhasil merangkak naik ke peringkat ke-16 dengan mengoleksi 12 poin. Raihan poin ini merupakan hasil dari tiga kali kemenangan, tiga kali hasil imbang, dan 11 kali kekalahan. Peningkatan posisi ini memberikan harapan baru bagi para pendukung setia Persijap untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Di sisi lain, PSM Makassar yang harus mengakui keunggulan Persijap, tertahan di peringkat ke-12 dengan total 19 poin. Perolehan poin PSM Makassar berasal dari empat kali kemenangan, tujuh kali hasil imbang, dan tujuh kali kekalahan. Hasil ini menunjukkan bahwa PSM Makassar perlu segera mengevaluasi performa mereka untuk tidak tergelincir lebih jauh.
Hasil Imbang di Indomilk Arena dan Kapten Dipta, Posisi Tak Berubah Signifikan
Di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, pertandingan antara Persita Tangerang melawan Bhayangkara FC berakhir dengan skor imbang 1-1. Pertandingan ini berjalan cukup menegangkan, dengan kedua tim saling jual beli serangan. Bhayangkara FC, yang bertindak sebagai tim tamu, berhasil unggul terlebih dahulu melalui gol Privat Mbarga, mantan penyerang sayap yang pernah membela Bali United dan Dewa United, pada menit ke-38. Gol ini sempat membuat tim The Guardian berada di atas angin.
Namun, kemenangan yang sudah di depan mata Bhayangkara FC harus pupus di menit-menit akhir pertandingan. Pemain Persita, Matheus Alves, berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-83, membuyarkan harapan Bhayangkara FC untuk membawa pulang tiga poin penuh. Hasil imbang ini, meskipun tidak memberikan kemenangan, setidaknya mampu menyelamatkan Persita dari kekalahan di kandang sendiri. Secara komposisi klasemen, hasil imbang ini tidak memberikan perubahan signifikan bagi kedua tim. Persita Tangerang tetap bertahan kokoh di peringkat kelima dengan total 32 poin. Perolehan poin ini didapat dari sembilan kemenangan, lima kali hasil imbang, dan empat kali kekalahan. Sementara itu, Bhayangkara FC berada di posisi kesembilan dengan 23 poin, hasil dari enam kali kemenangan, lima kali hasil imbang, dan tujuh kali kekalahan.
Sementara itu, di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali United harus puas bermain imbang 3-3 melawan tim tamu, Semen Padang. Pertandingan ini menyajikan drama tujuh gol yang menghibur para penonton. Bali United berhasil mencetak tiga gol melalui Jens Raven pada menit ke-46, Mirza Mustafic pada menit ke-69, dan Thijmen Goppel pada menit ke-75. Gol-gol tersebut sempat memberikan harapan kemenangan bagi Serdadu Tridatu.
Namun, Semen Padang menunjukkan perlawanan sengit yang tidak bisa diremehkan. Tiga gol balasan dari tim Kabau Sirah dicetak oleh Angelo Meneses pada menit ke-5, Jaime Giraldo pada menit ke-12, dan Riphal Wahyudi pada menit ke-79. Gol penyeimbang dari Riphal Wahyudi di menit akhir pertandingan menjadi penentu hasil imbang dalam laga ini. Hasil imbang ini juga tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara Super League 2025-2026. Bali United tetap berada di peringkat kedelapan dengan 28 poin, hasil dari tujuh kali menang, tujuh kali seri, dan empat kali kalah. Di sisi lain, Semen Padang masih berkutat di zona degradasi, tepatnya di peringkat ke-16 dengan 11 poin, hasil dari tiga kali menang, dua kali seri, dan 13 kali kalah.
Malut United Semakin Kokoh di Papan Atas Usai Pesta Gol ke Gawang Persik Kediri
Pertandingan terakhir yang tidak kalah menarik terjadi di Stadion Kie Raha, Ternate, antara tuan rumah Malut United melawan Persik Kediri. Malut United berhasil menunjukkan superioritasnya dengan meraih kemenangan telak 4-0 atas tim tamu. Kemenangan besar ini tidak lepas dari momen krusial di babak pertama ketika Persik Kediri harus bermain dengan sepuluh orang setelah Rezaldi Hehanusa diganjar kartu merah pada menit ke-21.
Kehilangan satu pemain membuat pertahanan Persik Kediri rapuh. Malut United memanfaatkan situasi ini dengan sempurna untuk membombardir gawang lawan. Empat gol tanpa balas berhasil dicetak oleh para pemain Malut United, yaitu Ciro Alves pada menit ke-27, David da Silva pada menit ke-36, Yakub Sayuri pada menit ke-38, dan Tyronne del Pino pada menit ke-50. Pesta gol ini semakin memperkokoh posisi Malut United di papan atas klasemen Super League 2025-2026.
Kemenangan telak ini membawa Malut United semakin nyaman berada di peringkat keempat klasemen dengan total 37 poin. Raihan poin ini merupakan hasil dari 11 kali kemenangan, empat kali hasil imbang, dan tiga kali kekalahan. Performa konsisten Malut United menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu kandidat kuat juara musim ini. Sementara itu, kekalahan telak ini membuat Persik Kediri harus melorot ke peringkat ke-13 dengan total 19 poin. Perolehan poin Persik Kediri berasal dari lima kali kemenangan, empat kali hasil imbang, dan sembilan kali kekalahan. Tim Macan Putih perlu segera bangkit dan memperbaiki performa mereka agar tidak semakin terperosok di klasemen.


















