Persib Bandung berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Liga Super Indonesia musim 2025/2026, setelah menaklukkan PSBS Biak dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jawa Barat, Minggu (25/1). Kemenangan ini tidak hanya memantapkan posisi Maung Bandung di papan atas klasemen, tetapi juga menunjukkan perjuangan gigih tim, bahkan ketika dihadapkan pada tantangan tak terduga.
Gol tunggal yang memastikan kemenangan Persib dicetak oleh Berguinho pada menit ke-88, sebuah gol yang lahir dari skema serangan yang apik di penghujung pertandingan. Meskipun unggul jumlah pemain sejak menit ke-55 menyusul kartu merah yang diterima gelandang PSBS Biak, Heri Susanto, Persib sempat mengalami kesulitan untuk membongkar pertahanan rapat tim tamu. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa keunggulan materi pemain tidak selalu berbanding lurus dengan kemudahan dalam mencetak gol, dan PSBS Biak menunjukkan perlawanan yang patut diacungi jempol.
Analisis Mendalam Pertandingan Persib Bandung vs. PSBS Biak
Pertandingan antara Persib Bandung dan PSBS Biak di Stadion GBLA pada Minggu (25/1) merupakan salah satu laga yang sarat drama dan menunjukkan dinamika kompetisi Liga Super Indonesia 2025/2026. Persib Bandung, yang berambisi untuk terus mengukuhkan posisinya di puncak klasemen, harus bekerja keras untuk mengalahkan PSBS Biak yang tampil gigih. Skor akhir 1-0 untuk kemenangan Persib menandakan bahwa setiap pertandingan dalam liga ini selalu menyajikan tantangan tersendiri, terlepas dari perbedaan peringkat kedua tim.
Dengan raihan tiga poin dari laga ini, Persib Bandung berhasil kembali menduduki puncak klasemen sementara dengan total perolehan 41 poin. Posisi ini tentu menjadi suntikan moral yang sangat berharga bagi tim kebanggaan Bobotoh tersebut. Sementara itu, PSBS Biak, meskipun harus menelan kekalahan, tetap berada di peringkat ke-15 klasemen dengan mengumpulkan 16 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa PSBS Biak masih memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar untuk memperbaiki posisinya di sisa kompetisi.
Komposisi Pemain Starter dan Formasi Awal
Untuk menghadapi PSBS Biak, pelatih Persib Bandung menurunkan sebelas pemain terbaiknya sejak menit awal. Di bawah mistar gawang, Teja Alam dipercaya menjaga gawang Maung Bandung. Lini pertahanan diperkuat oleh kuartet Alfeandra Dewangga, Patricio Matricardi, Julio Cesar, dan Kakang Rudianto. Di lini tengah, peran krusial diemban oleh Frans Putros dan Marc Klok, yang bertugas mengatur tempo permainan dan mendistribusikan bola. Sektor serangan diisi oleh trio Beckham Putra, Thom Haye, dan Berguinho, yang bertugas memberikan suplai bola kepada ujung tombak tim, Uilliam Barros.
Sementara itu, PSBS Biak juga menurunkan komposisi pemain yang dianggap paling siap untuk meredam permainan Persib. Aldo Kadu dipercaya sebagai penjaga gawang. Lini belakang PSBS diisi oleh Pablo Andrade, Sandro Embalo, Arif Budiyono, dan Nurhidayat Haji Haris. Di lini tengah, tim tamu mengandalkan Yano Putra, Eduardo Barbosa, Heri Susanto, Luquinhas, dan Ruyery Blanco. Lini serang PSBS dipercayakan kepada Ilham Armaiyn, yang diharapkan mampu memberikan ancaman bagi pertahanan Persib.
Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Tertunda dan Gol Penentu
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persib Bandung langsung mengambil inisiatif serangan dan berusaha mendominasi penguasaan bola. Tim tuan rumah berupaya menekan pertahanan PSBS Biak untuk segera mencetak gol pembuka. Namun, PSBS Biak tidak tinggal diam dan menunjukkan perlawanan yang cukup disiplin. Tim tamu mampu memberikan perlawanan yang berarti, bahkan beberapa kali mampu mengancam pertahanan Persib melalui serangan balik cepat.
Petaka bagi Persib datang pada menit ke-16, ketika gelandang andalan mereka, Marc Klok, harus ditarik keluar lapangan karena mengalami cedera. Klok digantikan oleh Adam Alis, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi serupa di lini tengah. Kehilangan Klok tentu menjadi pukulan bagi Persib, mengingat perannya yang sangat vital dalam mengatur serangan dan pertahanan tim.
Menjelang akhir babak pertama, Persib mendapatkan salah satu peluang berbahaya melalui tendangan Beckham Putra di menit ke-32. Sayangnya, bola hasil tendangan Beckham masih sedikit melebar dari tiang gawang PSBS Biak. Di sisi lain, PSBS Biak juga tidak mau kalah dalam menciptakan peluang. Pada menit ke-41, Eduardo Barbosa berhasil melepaskan tendangan keras mendatar yang mengarah ke gawang Persib, namun bola masih dapat diamankan dengan baik oleh kiper Teja Alam.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. PSBS Biak harus merasakan petaka pada menit ke-55 ketika salah satu pemain mereka, Heri Susanto, diganjar kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah. Heri Susanto diusir dari lapangan setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Alfeandra Dewangga. Keputusan wasit ini tentu memberikan keuntungan signifikan bagi Persib, yang kini bermain dengan keunggulan jumlah pemain.
Dengan keunggulan satu pemain, Persib Bandung semakin gencar melancarkan serangan. Dominasi mereka semakin terasa, namun penyelesaian akhir masih menjadi masalah. Salah satu peluang emas tercipta di menit ke-72 ketika Thom Haye melepaskan umpan matang kepada Andrew Jung yang masuk sebagai pemain pengganti. Sundulan Jung masih melebar dari sasaran. Berbagai upaya terus dilakukan Persib untuk memecah kebuntuan.
Gol yang dinanti-nantikan oleh publik Stadion GBLA akhirnya tercipta pada menit ke-88. Berawal dari umpan silang yang dilepaskan oleh Andrew Jung ke dalam kotak penalti, bola berhasil disundul oleh Ramon Tanque. Bola pantulan tersebut kemudian disambut oleh Berguinho dengan tendangan yang merobek jala gawang PSBS Biak. Gol ini menjadi penentu kemenangan Persib Bandung. Hingga peluit panjang dibunyikan, termasuk tambahan waktu delapan menit yang diberikan wasit, skor 1-0 untuk kemenangan Persib Bandung tidak berubah. Kemenangan ini sangat berarti bagi Persib dalam perburuan gelar juara Liga Super Indonesia 2025/2026.


















