TRIBUNTANGERANG.COM – Selebriti internet dan figur publik terkemuka, Fujianti Utami Putri, yang lebih dikenal dengan nama panggung Fuji An, kembali mencuri perhatian publik dengan pernyataan ambisiusnya mengenai rencana pernikahannya. Di tengah sorotan atas berbagai masalah pribadi, termasuk dugaan penipuan oleh mantan karyawannya, Fuji An secara mengejutkan mengungkapkan keinginannya untuk mengakhiri masa lajangnya dalam waktu dekat. Pernyataan ini sontak menjadi perbincangan hangat, mengingat usianya yang masih terbilang muda dan perjalanan kariernya yang sedang menanjak pesat. Keinginan untuk melangkah ke jenjang pernikahan ini seolah menjadi penanda fase baru dalam hidupnya, sebuah pencarian akan stabilitas dan kebahagiaan pribadi di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan yang penuh dinamika.
Pernyataan tersebut dilontarkan Fuji An saat ditemui oleh awak media di Polres Metro Jakarta Selatan pada Jumat malam, 24 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Fuji An, yang dikenal dengan kepribadiannya yang blak-blakan, secara lugas menyatakan, “Pengen fokus. Rencananya sih tahun ini mau nikah ya.” Ungkapan ini mengisyaratkan adanya dorongan kuat dari dalam dirinya untuk menata kembali prioritas hidup. Konteks pernyataan ini menjadi semakin menarik mengingat ia baru saja melewati periode sulit akibat masalah hukum yang melibatkan mantan karyawannya. Pengalaman pahit ditipu jutaan rupiah oleh orang yang pernah dipercayainya tentu meninggalkan luka mendalam dan mungkin memicu keinginan untuk mencari sandaran emosional serta stabilitas dalam sebuah ikatan pernikahan. Namun, di balik semangatnya yang membara, Fuji An dengan jujur mengakui bahwa realitasnya belum sepenuhnya sejalan dengan impian tersebut. “Masalahnya calonnya belum ada. Calonnya belum ada, kayaknya tahun depan (nikahnya),” tambahnya, merevisi target waktu pernikahannya menjadi tahun 2027. Pengakuan jujur dari wanita berusia 23 tahun ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki keinginan kuat, ia tetap realistis dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan besar dalam hidupnya, terutama terkait dengan pasangan hidup.
Mengurai Rumor dan Klarifikasi Tegas
Sebagai figur publik yang selalu menjadi pusat perhatian, setiap gerak-gerik Fuji An tak luput dari pengamatan publik dan media. Tak heran jika rumor tentang kedekatannya dengan seorang pria seringkali muncul dan menyebar dengan cepat. Baru-baru ini, publik sempat dihebohkan dengan beredarnya foto-foto yang memperlihatkan Fuji An dibonceng oleh seorang pria menggunakan sepeda motor, memicu spekulasi tentang adanya hubungan spesial di antara keduanya. Namun, dengan ketegasan yang menjadi ciri khasnya, Fujianti Utami segera memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Ia membantah dengan tegas adanya hubungan romantis atau spesial dengan pria yang terlihat bersamanya.
Dalam penjelasannya, Fuji An mengungkapkan fakta yang cukup unik dan mengejutkan banyak pihak. “Mas itu ojek saya bayar satu juta. Itu jasa lho, jasa ojek,” ungkapnya lugas. Klarifikasi ini tidak hanya mematahkan rumor yang beredar, tetapi juga menyoroti bagaimana interaksi sederhana dalam kehidupan sehari-hari seorang selebriti dapat dengan mudah disalahartikan oleh publik. Biaya fantastis sebesar satu juta rupiah untuk jasa ojek tersebut juga mengundang tanda tanya, apakah ini merupakan bentuk privasi ekstra, layanan khusus, atau sekadar humor khas Fuji An untuk meredakan ketegangan rumor. Yang jelas, pernyataan ini menegaskan posisinya bahwa hingga saat ini, ia masih belum menemukan sosok pendamping yang serius, dan interaksi yang terlihat hanyalah sebatas hubungan profesional.
Meskipun memiliki keinginan kuat untuk menikah muda, Fuji An menunjukkan sikap pasrah yang mendalam terkait urusan jodoh. Ia percaya bahwa takdir dan waktu Tuhan adalah penentu utama. Sikap ini diperkuat dengan keyakinan spiritualnya, serta sebuah ramalan fengshui yang pernah didengarnya. Menurut ramalan tersebut, waktu yang paling ideal dan “bagus” bagi Fuji An untuk menikah adalah tiga tahun lagi dari sekarang. “Katanya kalau menurut fengshui bagusnya 3 tahun lagi. Ya udahlah kita seadanya aja. Kalau gak dikasih sama Allah, ya udah sabar,” jelasnya. Ramalan fengshui, yang merupakan sistem filosofi Tiongkok kuno tentang harmoni antara manusia dan lingkungannya, seringkali menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat, termasuk di Indonesia, dalam mengambil keputusan penting seperti pernikahan. Bagi Fuji An, ramalan ini seolah memberikan jeda waktu dan ruang untuk mempersiapkan diri, baik secara mental maupun spiritual, sembari tetap membuka diri pada kehendak Ilahi. Sikap pasrah ini bukan berarti menyerah, melainkan sebuah penerimaan bijaksana terhadap proses kehidupan dan keyakinan bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya.
Transformasi Diri Pasca Depresi: Fokus pada Perawatan dan Kesejahteraan
Di tengah penantian akan jodoh dan rencana pernikahan yang masih menjadi angan-angan, Fuji An tidak lantas berdiam diri. Sebaliknya, ia memilih untuk fokus pada pengembangan diri dan perawatan diri. Ia mengungkapkan bahwa saat ini ia sudah mulai rutin merawat wajahnya dengan menggunakan berbagai produk perawatan kulit atau skincare. Aktivitas ini bukan sekadar rutinitas kecantikan biasa, melainkan memiliki makna yang jauh lebih dalam bagi Fuji An. Merawat diri baginya adalah bentuk self-reward atau penghargaan diri setelah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya. Keputusan untuk kembali fokus pada penampilan dan kesehatan kulit ini secara tidak langsung juga terkait dengan harapannya untuk menemukan pasangan hidup yang tepat, karena ia ingin menampilkan versi terbaik dari dirinya.
Fuji An secara terbuka menceritakan bahwa ia pernah mengalami masa depresi yang cukup parah, di mana ia merasa sangat tidak berharga dan kehilangan motivasi untuk mengurus diri sendiri. “Kan gak mungkin Kak aku kerja mulu masa aku jelek mulu? Pakailah duitnya. Dulu sempat jelek banget soalnya lagi masa depresi, mandi pun malas,” ujar Fuji An dengan jujur. Pengakuan ini memberikan gambaran betapa beratnya perjuangan yang pernah ia alami. Masa depresi seringkali membuat seseorang kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya menyenangkan, termasuk menjaga kebersihan dan penampilan pribadi. Ungkapan “mandi pun malas” secara gamblang menunjukkan kedalaman krisis emosional yang pernah ia lalui. Namun, kini, dengan semangat yang baru, ia memutuskan untuk “memakai duitnya” untuk merawat diri, sebuah investasi pada kesehatan mental dan fisiknya. Ini adalah tanda kebangkitan dan upaya untuk mencintai diri sendiri kembali, sebuah langkah penting dalam perjalanan menuju kesejahteraan yang lebih baik.
Transformasi Fuji An dari masa depresi ke fase di mana ia aktif merawat diri adalah sebuah kisah inspiratif tentang resiliensi. Keputusannya untuk berinvestasi pada perawatan diri bukan hanya tentang penampilan fisik, melainkan juga tentang pemulihan harga diri dan semangat hidup. Dengan kembali merawat wajah dan tubuhnya, Fuji An tidak hanya mempersiapkan diri untuk kemungkinan bertemu jodoh di masa depan, tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap kebahagiaan dan kesehatan pribadinya. Ini adalah bukti bahwa di balik gemerlap dunia selebriti, setiap individu memiliki perjuangan dan proses pertumbuhan masing-masing. Fuji An, dengan segala keterbukaan dan kejujurannya, terus membagikan perjalanannya, menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada kesulitan dan selalu menemukan cara untuk mencintai serta menghargai diri sendiri.


















