DENPASAR – Ibu kota Provinsi Bali, Denpasar, kembali dilanda keresahan akibat maraknya aksi kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau yang akrab dikenal dengan istilah jambret. Insiden terbaru yang menggemparkan dan sempat menjadi perbincangan hangat di jagat maya ini menimpa seorang pemuda bernama Muammar, yang baru berusia 21 tahun. Peristiwa nahas ini terjadi saat korban sedang melintas di salah satu ruas jalan utama di Denpasar, tepatnya di Jalan Buana Raya, di depan sebuah apotek ternama, Apotek Nathan, yang berlokasi di Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat.
Kronologi Detil Insiden Penjambretan di Jalan Buana Raya
Peristiwa yang terekam dan menyebar cepat di berbagai platform media sosial ini, menurut laporan resmi yang diterima pihak kepolisian, terjadi pada hari Kamis, 22 Januari dini hari, sekitar pukul 03.29 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Meskipun kejadiannya berlangsung pada dini hari, laporan resmi kepada aparat penegak hukum baru disampaikan pada Sabtu, 24 Januari sore, menandakan adanya proses pengumpulan bukti dan informasi awal sebelum pelaporan formal dilakukan. Kronologi kejadian bermula ketika korban, Muammar, dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan jam kerjanya. Ia berangkat dari arah Kuta, Kabupaten Badung, dan saat itu sedang dibonceng oleh seorang rekannya. Rute perjalanan mereka adalah melalui Jalan Imam Bonjol, dengan tujuan akhir menuju Jalan Buana Raya di Denpasar Barat.
Setibanya di lokasi kejadian yang telah diidentifikasi sebagai titik rawan, situasi berubah drastis. Tiba-tiba, sepeda motor yang dikendarai oleh Muammar dan rekannya dipepet oleh dua unit sepeda motor yang dikendarai oleh para pelaku kejahatan. Modus operandi yang digunakan oleh para pelaku tergolong sangat nekat dan brutal. Dalam aksinya, salah seorang pelaku dengan sengaja menendang sepeda motor yang ditumpangi korban. Tendangan tersebut menyebabkan keseimbangan motor korban terganggu secara signifikan, dan tak lama kemudian, pelaku lainnya dengan sigap menarik tas pinggang yang dikenakan oleh korban secara paksa. Akibat dari tendangan yang dilancarkan oleh salah satu pelaku, korban beserta rekannya yang memboncengnya terjatuh dari sepeda motor mereka. Situasi semakin mencekam ketika, alih-alih langsung melarikan diri, para pelaku tidak berhenti pada tindakan penjambretan semata. Korban sempat mengalami kekerasan fisik, yaitu dipukul oleh salah seorang pelaku, sebelum akhirnya kawanan jambret tersebut berhasil membawa kabur tas milik korban dan segera melarikan diri dari tempat kejadian perkara.
Dampak dan Respons Pasca-Kejadian
Setelah insiden penjambretan yang brutal tersebut, rekan korban yang menyaksikan kejadian tersebut segera bertindak cepat. Ia segera menghubungi rekan-rekan mereka yang diketahui tinggal di sekitar wilayah Jalan Buana Raya untuk meminta bantuan. Sekelompok warga dan teman korban kemudian berupaya melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Meskipun telah berusaha keras untuk mengejar, para pelaku berhasil lolos dan kehilangan jejak, membuat upaya penangkapan di lokasi kejadian tidak membuahkan hasil. Kerugian materiil yang dialami oleh korban akibat kejadian ini terbilang cukup signifikan. Berdasarkan laporan awal, total kerugian yang diderita oleh Muammar adalah sebesar Rp 1,7 juta, yang terdiri dari uang tunai dan barang berharga lainnya yang tersimpan di dalam tas pinggangnya.
Saat ini, kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini masih dalam penanganan serius oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Barat. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Inspektur Polisi Satu (Iptu) I Gede Adi Saputra Jaya, mengonfirmasi bahwa laporan resmi terkait insiden penjambretan tersebut telah diterima oleh pihaknya. Beliau menyatakan bahwa Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Denpasar Barat saat ini sedang aktif menindaklanjuti laporan tersebut. Proses penyelidikan mendalam sedang berlangsung, termasuk upaya identifikasi para pelaku yang terlibat dalam aksi kejahatan ini. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap kasus ini dan membawa para pelaku pertanggungjawaban hukum demi terciptanya rasa aman bagi masyarakat Denpasar.
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat, terutama saat beraktivitas di malam hari atau di lokasi yang dianggap rawan. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu berhati-hati dan menghindari membawa barang berharga secara berlebihan saat bepergian. Selain itu, pentingnya melaporkan setiap tindak kejahatan yang terjadi kepada pihak berwajib sesegera mungkin agar penanganan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Pihak kepolisian juga terus berupaya meningkatkan patroli di titik-titik rawan kejahatan untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan menjaga ketertiban umum di wilayah Denpasar.













