| Kategori Informasi | Detail Keterangan |
|---|---|
| Lokasi Kejadian | Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan |
| Tanggal Kematian | 23 Januari 2026 |
| Dugaan Penyebab Medis | Komplikasi GERD dan Pembengkakan Usus |
| Status Pemakaman | Telah dilaksanakan di TPU Rawa Terate |
| Tanggal Pemakaman | 24 Januari 2026 |
Prosesi Pemakaman dan Penghormatan Terakhir di TPU Rawa Terate
Setelah melalui serangkaian prosesi pemulasaraan jenazah yang penuh dengan isak tangis, jenazah Lula Lahfah akhirnya diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Prosesi pemakaman dilangsungkan pada keesokan harinya, yakni Sabtu, 24 Januari 2026. Lokasi yang dipilih sebagai tempat peristirahatan abadi adalah Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Terate yang berlokasi di kawasan Cakung, Jakarta Timur. Pemilihan lokasi ini tentunya telah melalui pertimbangan keluarga agar memudahkan kerabat dalam berziarah. Sejak pagi hari, suasana di TPU Rawa Terate sudah dipadati oleh pelayat yang terdiri dari keluarga besar, rekan sesama artis, hingga para sahabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal ceria dan penuh semangat tersebut.
Iring-iringan jenazah tiba di lokasi pemakaman dengan pengawalan yang cukup ketat namun tetap khidmat. Prosesi pemakaman berlangsung di bawah cuaca yang mendung, seolah ikut merasakan duka yang menyelimuti hati setiap orang yang hadir. Isak tangis pecah saat peti jenazah mulai diturunkan ke liang lahat. Pihak keluarga, meskipun tampak sangat terpukul, berusaha tegar dalam melepas kepergian Lula. Beberapa rekan selebritas yang hadir memberikan kesaksian mengenai kebaikan hati almarhumah selama masa hidupnya, menyebutnya sebagai sosok yang profesional dan selalu membawa aura positif di lingkungan kerja. Taburan bunga dan doa-doa yang dipanjatkan secara kolektif menandai berakhirnya perjalanan hidup Lula Lahfah di dunia ini, namun kenangan akan karyanya dipastikan akan tetap abadi.
Kepergian Lula Lahfah pada 23 Januari 2026 ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi masyarakat luas, khususnya mengenai pentingnya deteksi dini terhadap penyakit pencernaan seperti GERD dan pembengkakan usus. Fenomena meninggalnya figur publik akibat komplikasi penyakit dalam seringkali menjadi sorotan karena tingginya tekanan kerja di dunia hiburan yang terkadang membuat abai terhadap sinyal-sinyal kesehatan tubuh. Berikut adalah beberapa poin utama yang perlu diperhatikan terkait kondisi kesehatan yang dialami almarhumah sebagai pembelajaran bersama:
- Bahaya GERD Kronis: Asam lambung yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan permanen pada dinding kerongkongan dan memicu stres sistemik pada tubuh.
- Urgensi Pemeriksaan Usus: Pembengkakan usus seringkali tidak menunjukkan gejala luar yang ekstrem hingga mencapai tahap kritis, sehingga pemeriksaan rutin sangat diperlukan.
- Manajemen Stres dan Pola Makan: Gaya hidup di kota besar seperti Jakarta menuntut kedisiplinan tinggi dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan.
- Pentingnya Dukungan Keluarga: Keberadaan orang terdekat dalam memantau kondisi kesehatan sangat krusial dalam menghadapi penyakit menahun.
Kini, Lula Lahfah telah tenang di tempat peristirahatannya di TPU Rawa Terate. Meskipun raganya telah tiada, jejak digital dan kontribusinya dalam industri kreatif akan terus diingat. Pihak keluarga pun menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan doa serta dukungan moral selama masa-masa sulit ini. Mereka berharap agar segala kesalahan almarhumah dimaafkan dan amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Jakarta kembali kehilangan salah satu talenta mudanya, namun semangat yang pernah ia bagikan akan terus hidup di hati mereka yang mencintainya.


















