Kontingen Indonesia telah menorehkan catatan gemilang dalam partisipasi mereka di ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, sebuah kompetisi olahraga disabilitas terbesar dan paling prestisius di kawasan Asia Tenggara. Dengan perolehan total 135 medali emas, 143 medali perak, dan 114 medali perunggu, tim Merah Putih berhasil mengukuhkan posisinya di peringkat kedua klasemen akhir perolehan medali. Pencapaian ini tidak hanya melampaui ekspektasi awal, tetapi juga menegaskan dominasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dalam olahraga para di tingkat regional. Total 392 medali yang berhasil dibawa pulang menjadi bukti nyata dari dedikasi, kerja keras, dan semangat juang para atlet disabilitas Indonesia, yang telah melalui persiapan intensif dan persaingan ketat selama sepekan penuh di Negeri Gajah Putih.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laman resmi APG 2025, serta dikutip oleh kantor berita Antara, seluruh perolehan medali yang diraih oleh kontingen Indonesia berasal dari partisipasi aktif dalam 18 cabang olahraga yang dipertandingkan. Ajang multievent ini berlangsung selama tujuh hari yang penuh dinamika, dimulai sejak tanggal 19 Januari dan berakhir pada 25 Januari. Kompetisi tersebar di dua kota utama di Thailand, yaitu Nakhon Ratchasima dan Bangkok. Kota Nakhon Ratchasima menjadi pusat sebagian besar pertandingan, sementara Bangkok secara khusus menjadi arena untuk cabang olahraga tenpin bowling. Pemilihan dua lokasi ini menunjukkan kompleksitas logistik dan infrastruktur yang diperlukan untuk menyelenggarakan acara sebesar APG, memastikan fasilitas terbaik tersedia bagi para atlet dari berbagai disiplin olahraga.
Melampaui Target Awal di Tengah Tantangan
Sebelum keberangkatan, kontingen Indonesia telah menetapkan target yang dinilai realistis, yaitu finis minimal di posisi tiga besar. Penetapan target ini didasarkan pada beberapa pertimbangan strategis. Salah satunya adalah absennya beberapa nomor pertandingan yang secara historis menjadi lumbung medali bagi Indonesia. Kondisi ini secara otomatis mengurangi potensi perolehan medali emas dari cabang-cabang olahraga unggulan. Selain itu, adanya pengurangan partisipasi dari beberapa negara peserta, termasuk Kamboja, turut memengaruhi dinamika persaingan. Meskipun pengurangan peserta dapat mengurangi jumlah lawan, namun seringkali juga berarti konsentrasi atlet terbaik dari negara-negara yang tetap berpartisipasi menjadi lebih tinggi, sehingga persaingan tetap intens. Namun, dengan semangat pantang menyerah, para atlet Indonesia berhasil mengatasi segala tantangan dan bahkan melampaui target yang telah dicanangkan.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia sebelumnya telah membebankan target spesifik kepada tim Merah Putih, yaitu 82 medali emas, 77 medali perak, dan 77 medali perunggu. Jika dibandingkan dengan target tersebut, pencapaian akhir kontingen Indonesia jauh melampaui ekspektasi. Dengan 135 medali emas, Indonesia berhasil meraih 53 emas lebih banyak dari target. Demikian pula, 143 medali perak yang diraih jauh melampaui target 77 perak, dengan selisih 66 medali. Sementara itu, 114 medali perunggu juga jauh melampaui target 77 perunggu, dengan selisih 37 medali. Performa konsisten yang ditunjukkan oleh para atlet sepanjang sepekan kompetisi, mulai dari babak penyisihan hingga partai final, menjadi faktor kunci di balik keberhasilan luar biasa ini. Ini mencerminkan tingkat persiapan fisik dan mental yang matang, serta strategi pertandingan yang efektif dari setiap tim pelatih dan atlet.
Dominasi di Cabang Olahraga Unggulan dan Kejutan di Disiplin Lain
Analisis mendalam terhadap perolehan medali menunjukkan bahwa cabang olahraga para atletik menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia. Para atletik berhasil mengumpulkan 44 medali emas, 39 medali perak, dan 23 medali perunggu, dengan total 106 medali. Keberhasilan ini tidak mengherankan mengingat para atletik seringkali menawarkan beragam nomor pertandingan yang memungkinkan banyak atlet untuk berkompetisi dan meraih medali. Di posisi kedua, cabang para renang menunjukkan performa yang sangat impresif dengan sumbangan 29 medali emas, 37 medali perak, dan 20 medali perunggu, menjadikan total 86 medali. Kedua cabang ini, para atletik dan para renang, secara kolektif menyumbang 73 medali emas, sebuah angka yang sudah mendekati target emas keseluruhan yang ditetapkan oleh Kemenpora.


















