| No. | Seri SBN Ritel | Jenis Instrumen |
|---|---|---|
| 1 | ORI029 | Obligasi Negara Ritel (Konvensional, Tradable) |
| 2 | SR024 | Sukuk Ritel (Syariah, Tradable) |
| 3 | ST016 | Sukuk Tabungan (Syariah, Non-Tradable) |
| 4 | ORI030 | Obligasi Negara Ritel (Konvensional, Tradable) |
| 5 | SR025 | Sukuk Ritel (Syariah, Tradable) |
| 6 | SWR007 | Sukuk Wakaf Ritel (Sosial/Filantropi) |
| 7 | SBR015 | Savings Bond Ritel (Konvensional, Non-Tradable) |
| 8 | ST017 | Sukuk Tabungan (Syariah, Non-Tradable) |
Diversifikasi produk ini bertujuan untuk memberikan pilihan yang luas bagi masyarakat sesuai dengan prinsip keyakinan (syariah) maupun preferensi likuiditas (apakah ingin instrumen yang bisa diperjualbelikan di pasar sekunder atau yang bersifat tabungan tetap). Dengan variasi ini, pemerintah berharap dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari profesional muda, ibu rumah tangga, hingga pensiunan yang membutuhkan pendapatan tetap bulanan yang stabil dan aman.
Dominasi Milenial dan Gen Z dalam Lanskap Investasi Domestik
Melihat ke belakang pada performa tahun 2025, data menunjukkan tren positif yang sangat signifikan dalam partisipasi publik terhadap SBN ritel. Pemerintah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 153 triliun dari total delapan seri yang diterbitkan sepanjang tahun lalu. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap stabilitas ekonomi nasional dan daya tarik SBN sebagai instrumen lindung nilai. Jumlah investor yang terlibat juga mencapai angka yang mengesankan, yakni sebanyak 262.927 orang. Salah satu temuan yang paling menarik dari data tahun 2025 adalah pergeseran demografis investor yang semakin didominasi oleh kelompok usia muda. Gabungan antara generasi milenial dan generasi Z (Gen Z) menyumbang porsi sebesar 57 persen dari total penjualan SBN ritel. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya investasi sejak dini telah merambah luas di kalangan anak muda Indonesia, didorong oleh kemudahan akses melalui aplikasi *fintech* dan mitra distribusi perbankan digital.
Dominasi generasi muda ini menjadi modal berharga bagi ketahanan ekonomi nasional di masa depan. Dengan porsi 57 persen, anak muda bukan lagi sekadar penonton di pasar keuangan, melainkan motor utama penggerak pendanaan domestik. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga momentum ini dengan memberikan edukasi yang berkelanjutan dan memastikan proses pemesanan SBN ritel tetap inklusif dan transparan. Ke depan, dengan target delapan seri di tahun 2026, Kementerian Keuangan optimis bahwa basis investor domestik akan semakin solid, sehingga ketergantungan terhadap investor asing dapat terus ditekan dan kedaulatan pembiayaan negara tetap terjaga di tangan rakyat sendiri. Keberhasilan ORI029 di awal tahun ini akan menjadi indikator penting bagi antusiasme pasar dalam mendukung agenda transformasi ekonomi nasional melalui partisipasi finansial yang aktif.


















