Dalam sebuah pertandingan yang sarat tensi dan strategi di pekan ke-18 BRI Liga Super Indonesia musim 2025/2026, Persebaya Surabaya berhasil mencatatkan kemenangan impresif atas tuan rumah PSIM Yogyakarta. Pertarungan yang digelar pada Minggu sore, 25 Januari, di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, menyaksikan dominasi tim tamu yang berhasil membungkam publik tuan rumah dengan skor meyakinkan 3-0. Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin krusial bagi Persebaya, tetapi juga memengaruhi posisi kedua tim dalam tabel klasemen sementara, mengukuhkan ambisi Persebaya untuk merangsek ke papan atas.
Analisis Taktis dan Performa Babak Demi Babak
Persebaya Surabaya, di bawah arahan pelatih kawakan Bernardo Tavares, menampilkan performa yang terbagi dalam dua babak berbeda. Pada paruh pertama pertandingan, tim berjuluk Bajol Ijo ini mengakui adanya kesulitan dalam membongkar pertahanan rapat PSIM Yogyakarta. Pelatih Tavares secara terbuka mengakui bahwa timnya berjuang untuk menciptakan peluang bersih. “Persebaya mencoba 2-3 shoot ke gawang PSIM, tetapi diselamatkan kiper PSIM,” ungkap Tavares, menyoroti efektivitas penjaga gawang tuan rumah yang tampil sigap menahan gempuran awal Persebaya. Meskipun demikian, upaya-upaya tersebut menunjukkan niat dan inisiatif Persebaya untuk mengambil inisiatif serangan sejak awal laga, meski belum membuahkan hasil yang diharapkan. Intensitas permainan di babak pertama cenderung seimbang, dengan kedua tim saling mencoba membangun serangan dan menjaga kedisiplinan pertahanan.
Memasuki babak kedua, terlihat perubahan signifikan dalam pola permainan Persebaya Surabaya. Tim tamu menampilkan intensitas serangan yang lebih tinggi dan kreativitas yang lebih mengalir dalam membangun peluang. Pelatih Bernardo Tavares mengamati adanya peningkatan performa yang signifikan dari anak asuhnya. “Saya pikir para pemain improve lebih banyak pada babak kedua,” ujarnya, mengindikasikan bahwa instruksi yang diberikan saat jeda pertandingan berhasil diimplementasikan dengan baik oleh para pemain di lapangan. Peningkatan ini terbukti efektif, di mana Persebaya berhasil menggandakan keunggulan mereka dengan mencetak dua gol tambahan pada menit-menit krusial, yaitu menit ke-74 dan menit ke-84. Gol-gol ini merupakan buah dari kerja sama tim yang solid, pergerakan tanpa bola yang cerdas, dan eksekusi yang tenang di depan gawang.
Pemain Kunci dan Gol-Gol Penentu Kemenangan
Tiga gol yang mengantarkan Persebaya Surabaya meraih kemenangan telak atas PSIM Yogyakarta dicetak oleh tiga pemain berbeda yang menunjukkan variasi ancaman dari tim tamu. Gol pembuka dicetak oleh Gali Freitas, yang berhasil memecah kebuntuan dan memberikan momentum bagi Persebaya. Selanjutnya, Bruno Pereira berhasil menggandakan keunggulan, menunjukkan ketajamannya dalam penyelesaian akhir. Pukulan terakhir datang dari Rachmat Irianto, yang menutup pesta gol Persebaya dan memastikan tiga poin penuh diraih. Ketiga pemain ini menjadi sorotan berkat kontribusi gol mereka yang krusial, menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan individu pemain Persebaya dalam memberikan dampak positif bagi tim. Kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi, meskipun tampil sigap di babak pertama, akhirnya harus mengakui keunggulan serangan Persebaya di babak kedua.
Pemain Persebaya, Catur, turut memberikan pandangannya mengenai jalannya pertandingan. Ia menekankan pentingnya eksekusi instruksi pelatih di lapangan. “Kami harus memperbaiki kesalahan ke depannya untuk menjadi lebih baik,” ungkapnya, menunjukkan sikap profesionalisme dan keinginan untuk terus berkembang. Pernyataan ini mencerminkan bahwa meskipun meraih kemenangan, tim menyadari masih ada aspek yang perlu diperbaiki untuk menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. Fokus pada evaluasi dan perbaikan berkelanjutan adalah kunci bagi Persebaya untuk mempertahankan momentum positif dan meraih hasil yang lebih baik di sisa musim. Disiplin taktis dan komunikasi antar pemain menjadi faktor penting yang memungkinkan mereka menerapkan strategi pelatih dengan baik.
Dampak Klasemen dan Proyeksi Musim
Kemenangan dramatis ini memberikan dampak signifikan pada peta persaingan di papan klasemen BRI Liga Super Indonesia 2025/2026. Persebaya Surabaya berhasil merangsek naik ke posisi keenam dengan total raihan 31 poin. Peningkatan posisi ini mengindikasikan bahwa Persebaya semakin mendekati zona tim-tim papan atas yang menjadi target mereka di musim ini. Di sisi lain, kekalahan ini harus diterima oleh PSIM Yogyakarta, yang harus rela turun ke posisi ketujuh klasemen dengan mengoleksi 30 poin. Perbedaan satu poin antara kedua tim menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan tengah klasemen, di mana setiap pertandingan memiliki arti penting dalam menentukan nasib tim di akhir musim. Pertarungan antara PSIM dan Persebaya ini menjadi salah satu laga kunci yang patut dicatat dalam perjalanan kedua tim di liga musim ini.
Secara keseluruhan, pertandingan antara PSIM Yogyakarta dan Persebaya Surabaya ini bukan hanya sekadar adu gengsi antar klub, tetapi juga sebuah pertarungan taktis yang menunjukkan evolusi permainan kedua tim. Persebaya berhasil membuktikan kapasitas mereka sebagai tim yang mampu bangkit dan tampil dominan di babak kedua, sementara PSIM harus belajar dari kekalahan ini untuk memperkuat lini pertahanan dan efektivitas serangan mereka. Dengan sisa pertandingan yang semakin menipis, setiap poin menjadi sangat berharga, dan kemenangan ini memberikan dorongan moral serta posisi yang lebih baik bagi Persebaya dalam perburuan gelar atau setidaknya zona kompetisi internasional di musim depan. Analisis mendalam terhadap performa individu dan kolektif kedua tim akan menjadi catatan penting bagi para pengamat sepak bola Indonesia.


















