| Sektor Prioritas | Target Fasilitas | Status Sasaran | Target Penyelesaian |
|---|---|---|---|
| Hunian Transisi | 84 Unit Huntara (Tahap I) | Selesai / Diresmikan | Januari 2026 |
| Konektivitas | Jalan & Jembatan Utama | Pengerjaan Intensif | Desember 2025 – Januari 2026 |
| Fasilitas Publik | Sekolah & Rumah Ibadah | Rehabilitasi Arsitektural | Sebelum Ramadhan 1447 H |
| Kesehatan & Air | RS & Jaringan Pipa | Optimalisasi Fungsi | Februari 2026 |
Keberhasilan proyek pemulihan ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektoral yang melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta pemerintah provinsi maupun kabupaten di Aceh. Pemerintah menyadari bahwa tantangan di lapangan, seperti kondisi cuaca yang tidak menentu dan medan geografis yang sulit, memerlukan strategi manajemen proyek yang adaptif dan inovatif. Oleh karena itu, penggunaan teknologi konstruksi cepat guna dan material yang ramah lingkungan namun kokoh menjadi pilihan utama dalam setiap pengerjaan fisik. Selain itu, keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek rekonstruksi ini juga diharapkan dapat memberikan stimulus ekonomi instan bagi warga yang kehilangan mata pencaharian akibat bencana. Dengan demikian, proses pembangunan kembali Aceh tidak hanya menghasilkan bangunan fisik yang megah, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Pada akhirnya, seluruh upaya yang dikerahkan oleh pemerintah pusat merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan konstitusional terhadap rakyat Aceh. Target pemulihan sebelum Ramadhan 1447 H adalah manifestasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial di seluruh pelosok negeri, terutama di wilayah-wilayah yang sedang diuji oleh bencana alam. Dengan dukungan penuh dari Menko Infrastruktur dan seluruh jajaran kabinet, diharapkan Aceh dapat bangkit lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Momentum Ramadhan 2026 nantinya diharapkan menjadi titik balik bagi Aceh untuk merayakan kemenangan tidak hanya atas nafsu, tetapi juga kemenangan atas keterpurukan pascabencana, membawa kembali kedamaian dan kesejahteraan di tanah Serambi Mekkah yang sangat kita cintai.


















