BANDUNG – Meskipun berhasil mengamankan tiga poin krusial dalam lanjutan Super League musim 2025/2026, pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, tidak menutupi kekhawatiran mendalamnya terhadap performa tim. Kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak, yang notabene bermain dengan sepuluh pemain selama hampir satu babak penuh, menyisakan catatan evaluasi penting bagi arsitek asal Kroasia tersebut. Laga yang berlangsung di markas kebanggaan Maung Bandung, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung pada Ahad malam, 25 Januari 2026, menjadi cermin bahwa dominasi jumlah pemain tidak serta-merta menjamin ketajaman di depan gawang lawan, sebuah aspek yang menjadi sorotan utama Hodak setelah peluit panjang dibunyikan.
Sejak awal pertandingan, Persib Bandung, yang tampil di hadapan ribuan Bobotoh yang memadati GBLA, menunjukkan inisiatif serangan dan mengendalikan jalannya laga. Berbagai skema penyerangan coba dilancarkan, menghasilkan sejumlah peluang emas yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol. Namun, efektivitas di sepertiga akhir lapangan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Puncaknya, pada menit ke-50, situasi pertandingan berubah drastis ketika kapten PSBS Biak, Heri Susanto, diganjar kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Insiden ini memaksa tim tamu bermain dengan sepuluh pemain. Alih-alih memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menggempur pertahanan lawan dan mencetak gol cepat, Persib justru terlihat kesulitan menembus rapatnya barisan belakang PSBS Biak. Gol yang sangat dinantikan publik tuan rumah baru tercipta di penghujung laga, tepatnya pada menit ke-87, melalui aksi Berguinho yang memecah kebuntuan dan mengamankan kemenangan tipis bagi Pangeran Biru.
Evaluasi Krusial Bojan Hodak: Ketajaman Lini Depan
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Bojan Hodak secara lugas mengidentifikasi “penyelesaian akhir” sebagai masalah fundamental yang harus segera dibenahi. Ia mengakui bahwa para pemainnya mampu membangun serangan dengan baik, menciptakan alur bola yang mengalir dari lini belakang hingga ke area pertahanan lawan, namun seringkali terhenti pada fase krusial. “Saya senang melihat pemain membangun serangan, cuma masalahnya hanya di finishing. Ini yang harus kita benahi dalam latihan,” tegas pelatih yang dikenal dengan ketegasannya itu. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa fokus latihan Persib ke depan akan lebih banyak diarahkan pada aspek teknis dan mental para penyerang, termasuk latihan akurasi tembakan, pengambilan keputusan di kotak penalti, serta ketenangan saat berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang lawan. Hodak menyadari bahwa di level Super League yang kompetitif, setiap peluang harus dimaksimalkan, terutama ketika menghadapi tim yang bermain dengan kekurangan jumlah pemain.
Terlepas dari segala kekurangan yang dicatatnya, Bojan Hodak tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya atas raihan tiga poin penuh. Kemenangan ini sangat vital karena berhasil mengembalikan Persib Bandung ke puncak klasemen sementara Super League dengan koleksi 41 poin. Posisi ini menempatkan mereka unggul satu poin dari pesaing terdekat, Borneo FC, dan dua poin dari rival abadi, Persija Jakarta, yang berada di posisi ketiga. Persaingan ketat di papan atas klasemen menuntut setiap tim untuk tidak kehilangan poin, dan kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Persib dalam menjaga asa juara. “Pertandingan yang berat, tapi yang paling penting kita bisa amankan tiga poin, kita clean sheet, dan kita bisa fokus ke pertandingan selanjutnya,” ujar Bojan, menyoroti aspek pertahanan yang solid dan pentingnya menjaga momentum positif.
Selain raihan poin penuh dan catatan clean sheet, ada satu hal lain yang turut membangkitkan optimisme Bojan Hodak, yakni kembalinya kebugaran dua penyerang andalannya, Andrew Jung dan Ramon Tanque. Keduanya sempat absen atau bermain terbatas karena cedera, namun pada laga kontra PSBS Biak, mereka sudah dimainkan pada babak kedua sebagai upaya Hodak untuk menambah daya gedor tim. “Pemain depan kita, Andrew Jung dan Ramon, bisa kembali tampil,” kata Bojan dengan nada senang. Kehadiran kembali dua striker bertalenta ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masalah penyelesaian akhir yang sedang dihadapi Persib, memberikan lebih banyak opsi serangan, variasi taktik, dan tentunya meningkatkan produktivitas gol tim di pertandingan-pertandingan mendatang.
Resiliensi PSBS Biak di Tengah Kontroversi
Di sisi lain lapangan, kubu PSBS Biak, meskipun harus menelan kekalahan, menunjukkan sikap yang patut diapresiasi. Asisten pelatih Kahudi Wahyu Widodo mengungkapkan kepuasannya terhadap perjuangan pantang menyerah anak asuhnya. Ia menilai bahwa Nelson Alom dan rekan-rekannya telah mengerahkan seluruh kemampuan terbaik mereka di lapangan, bahkan setelah bermain dengan sepuluh pemain. “Pertandingan berjalan lancar, terima kasih kepada pemain saya karena mereka sudah berjuang semaksimal mungkin, mereka mempertahankan gawang sebaik mungkin,” puji Kahudi, mengakui etos kerja dan semangat juang yang ditunjukkan oleh skuad Badai Pasifik.
Namun, satu insiden yang meninggalkan rasa kecewa mendalam bagi Kahudi adalah kartu merah yang diterima oleh kapten timnya, Heri Susanto. Heri diusir keluar lapangan pada menit ke-50 setelah menerima kartu kuning kedua akibat melanggar pemain Persib, Alfeandra Dewangga. Keputusan wasit ini secara signifikan mengubah dinamika pertandingan dan memaksa PSBS Biak untuk bermain di bawah tekanan hebat dengan jumlah pemain yang tidak lengkap. Kahudi menyatakan ketidakpastiannya mengenai keputusan tersebut, mengisyaratkan bahwa ia tidak sepenuhnya melihat insiden tersebut secara jelas. “Sebetulnya saya tidak bisa terlalu melihat, saya tidak tahu, ya keputusan wasit informasinya ada sikutan, saya pikir itu keputusan wasit. Yang pasti itu berpengaruh terhadap pertandingan,” ujarnya, mengakui bahwa terlepas dari kontroversi, keputusan wasit memiliki dampak besar pada hasil akhir.
Kekalahan di kandang Persib Bandung ini tentu saja menghambat upaya PSBS Biak untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara Super League 2025/2026. Dengan hasil ini, mereka tidak berhasil menambah koleksi poin dan harus puas tetap berada di peringkat ke-15 dengan total 16 poin. Posisi ini menempatkan PSBS Biak dalam zona rawan dan menuntut mereka untuk bekerja lebih keras lagi di sisa musim demi mengamankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pilihan Editor: Peta Persaingan Tengah Musim Super League


















