Festival Film Tempo (FFT) kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ajang penghargaan film paling bergengsi di Indonesia, mencapai puncaknya melalui Malam Penghargaan Festival Film Tempo 2025. Acara megah ini diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, sebuah ikon kebudayaan yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Senin, 26 Januari 2026. Perhelatan ini tidak hanya menjadi malam apresiasi bagi karya-karya sinema terbaik sepanjang tahun 2025, tetapi juga sebuah refleksi mendalam terhadap dinamika perfilman nasional dan komitmen Tempo dalam mendukung ekosistem kreatif Indonesia. Graha Bhakti Budaya, dengan arsitekturnya yang khas dan sejarah panjang sebagai pusat kesenian, memberikan latar yang sempurna bagi kemegahan acara ini, mengumpulkan para sineas, kritikus, dan pegiat film dalam satu forum prestisius.
Sebagai acara puncak dari program Film Pilihan Tempo 2025, festival ini melanjutkan tradisi kurasi dan penghargaan yang telah dibangun Tempo selama lebih dari satu dekade. Direktur Utama Tempo Media Group, Arif Zulkifli, mengungkapkan perjalanan panjang program ini yang bermula dari inisiatif redaksi untuk secara konsisten melakukan kurasi, pemilihan, dan ulasan film-film berkualitas. Arif secara khusus memberikan penghormatan kepada Leila Chudori, yang pada masanya menjabat sebagai redaktur film di Tempo, atas perannya dalam meletakkan fondasi program ini. Evolusi dari sekadar program kurasi menjadi sebuah festival penuh pertama kali terjadi pada tahun 2017, menandai langkah besar dalam komitmen Tempo terhadap perfilman. Namun, momentum ini sempat terhenti akibat pandemi global, sebelum akhirnya berhasil dihidupkan kembali pada tahun 2024. Perhelatan tahun 2025 ini menjadi edisi kedua pasca-pandemi, menunjukkan ketahanan dan determinasi Tempo untuk terus berkontribusi dalam memajukan sinema nasional.
Festival Film Tempo 2025 menghadirkan serangkaian kategori penghargaan yang komprehensif, meliputi Aktris Pendukung Pilihan, Aktor Pendukung Pilihan, Aktris Utama Pilihan, Aktor Utama Pilihan, Penulis Skenario Pilihan, Sutradara Pilihan, dan kategori puncak Film Pilihan. Selain itu, sebagai bentuk inovasi dan upaya melibatkan khalayak yang lebih luas, penyelenggaraan kali ini menambahkan kategori baru yang sangat signifikan: Film Unggulan Pilihan Penonton. Kategori ini dirancang khusus untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat umum untuk secara aktif memilih film favorit mereka, yang tidak hanya meningkatkan partisipasi publik tetapi juga memberikan perspektif berharga tentang resonansi sebuah karya di mata audiens. Penambahan kategori ini menegaskan komitmen Tempo untuk tidak hanya menghargai pandangan kritikus, tetapi juga suara penonton sebagai pilar penting dalam industri perfilman.
Mengurai Mekanisme Penjurian Film Pilihan Tempo: Sebuah Dedikasi pada Kualitas Sinema
Proses penjurian Film Pilihan Tempo dikenal akan independensi dan kedalamannya, melibatkan tim juri yang terdiri dari nama-nama terkemuka di dunia perfilman Indonesia: Leila S. Chudori, Nurman Hakim, dan Sugar Nadia. Leila S. Chudori, yang dikenal sebagai penulis dan kritikus film terkemuka, menjelaskan bahwa kriteria Film Pilihan Tempo selalu konsisten dan berpegang teguh pada prinsip “menjemput film itu dan memilih apa yang terbaik.” Filosofi ini menunjukkan pendekatan proaktif dalam mencari dan mengidentifikasi karya-karya sinema yang benar-benar menonjol, bukan sekadar menunggu kiriman. Film yang selaras dengan nilai-nilai Tempo, menurut Leila, adalah film dengan tema yang bebas, yang mampu menggabungkan semua unsur sinematik secara harmonis, dan yang terpenting, memiliki kemampuan bercerita yang kuat dan berkesan. Kriteria ini mencerminkan apresiasi Tempo terhadap kebebasan berekspresi sekaligus menuntut kualitas naratif yang tinggi.


















