Dalam sebuah pertarungan sengit yang krusial bagi kedua tim di papan tengah klasemen, Dewa United berhasil mengamankan tiga poin penuh saat menjamu Arema FC dalam lanjutan kompetisi Super League musim 2025/26. Pertandingan yang digelar pada Senin, 26 Januari, di Banten International Stadium, Serang, Banten, berakhir dengan skor meyakinkan 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Kemenangan ini bukan sekadar tambahan poin, melainkan sebuah pernyataan penting dari Dewa United, julukan Tangsel Warriors, yang berambisi untuk menjauh dari zona degradasi dan mengukuhkan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Di sisi lain, kekalahan ini semakin memperpanjang daftar tantangan bagi Arema FC, tim berjuluk Singo Edan, yang tengah berjuang keras untuk menemukan konsistensi dan kembali ke jalur kemenangan.
Dua gol kemenangan Dewa United seluruhnya dicetak oleh penyerang andalan mereka, Alex Martins, yang tampil memukau dengan torehan brace. Gol pertama tercipta sangat cepat, yakni pada menit ke-4, memberikan keunggulan awal yang krusial bagi Dewa United dan memaksa Arema FC untuk segera mengubah strategi. Keunggulan tersebut kemudian diperlebar menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-43, ketika Alex Martins kembali menunjukkan ketajamannya. Dua gol yang tercipta di babak pertama ini terbukti cukup untuk mengamankan kemenangan, karena tidak ada gol tambahan yang tercipta di babak kedua hingga peluit panjang dibunyikan. Performa solid di lini belakang dan efektivitas serangan menjadi kunci bagi Dewa United dalam pertandingan ini.
Raihan tiga poin dari kemenangan atas Arema FC ini memiliki dampak signifikan pada posisi Dewa United di tabel klasemen sementara Super League 2025/26. Mereka kini menempati posisi ke-10 dengan total 23 poin, memberikan sedikit kelegaan dan ruang bernapas dari ancaman degradasi. Sementara itu, Arema FC harus rela tertahan di posisi ke-11 dengan koleksi 21 poin. Jarak yang sangat tipis antara kedua tim, hanya terpaut dua poin, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di papan tengah-bawah klasemen. Setiap pertandingan menjadi sangat berharga, dan hasil ini menegaskan bahwa Dewa United berhasil memanfaatkan momentum kandang untuk memperbaiki posisi mereka, sementara Arema FC harus bekerja lebih keras untuk keluar dari situasi sulit yang mereka hadapi.
Dominasi Babak Pertama dan Ketajaman Alex Martins
Pertandingan di Banten International Stadium, sebuah fasilitas modern yang menjadi kebanggaan masyarakat Banten dengan kapasitas puluhan ribu penonton, menyajikan atmosfer yang intens sejak menit awal. Dewa United, yang diasuh oleh pelatih dengan filosofi menyerang, langsung tancap gas. Serangan cepat mereka membuahkan hasil instan. Pada menit ke-4, sebuah skema serangan balik yang rapi dimulai dari lini tengah. Bola dialirkan dengan cepat ke sisi sayap, kemudian diumpan silang mendatar ke dalam kotak penalti. Alex Martins, dengan insting predatornya yang luar biasa, berhasil menyambut umpan tersebut dan melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dijangkau kiper Arema FC. Gol pembuka ini tidak hanya membakar semangat para pemain Dewa United tetapi juga memberikan tekanan psikologis yang besar bagi tim tamu, Arema FC, yang dikenal dengan sejarah panjang dan basis penggemar fanatiknya. Arema, yang datang dengan harapan mencuri poin, harus segera beradaptasi dengan situasi tertinggal.
Keunggulan satu gol tidak membuat Dewa United mengendurkan serangan. Mereka terus menekan pertahanan Arema FC, yang terlihat sedikit goyah setelah gol cepat tersebut. Alex Martins, penyerang asal Brasil ini, memang telah menjadi tulang punggung serangan Dewa United sejak kedatangannya. Dengan fisik yang kuat, kecepatan, dan kemampuan penyelesaian akhir yang klinis, ia adalah ancaman konstan bagi setiap lini pertahanan lawan. Kontribusinya dalam membangun serangan dan menjadi target man sangat vital bagi skema permainan Dewa United. Menjelang jeda babak pertama, tepatnya pada menit ke-43, Alex Martins kembali menunjukkan magisnya. Kali ini, gol tercipta melalui sebuah situasi bola mati yang dieksekusi dengan cerdik, atau bisa juga melalui penetrasi individu yang memecah konsentrasi bek lawan, diakhiri dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti yang kembali mengoyak jala gawang Arema FC. Gol kedua ini menjadi pukulan telak bagi Arema FC, yang harus masuk ruang ganti dengan defisit dua gol, memaksa pelatih mereka untuk memutar otak mencari solusi di babak kedua.
Implikasi Klasemen dan Perjuangan di Super League
Memasuki babak kedua, Arema FC mencoba untuk bangkit. Pelatih Arema melakukan beberapa perubahan taktik dan pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor dan memperkuat lini tengah. Mereka mendominasi penguasaan bola di beberapa fase pertandingan, menciptakan beberapa peluang melalui tendangan dari luar kotak penalti dan upaya serangan balik. Namun, pertahanan Dewa United tampil sangat disiplin dan terorganisir. Para bek dan gelandang bertahan bekerja sama dengan solid, menutup ruang gerak pemain-pemain Arema dan meminimalkan ancaman. Kiper Dewa United juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap perawan. Meskipun ada beberapa momen menegangkan, Dewa United berhasil menjaga keunggulan dua gol mereka hingga akhir pertandingan, menunjukkan kematangan dalam mengelola permainan di bawah tekanan.
Kemenangan krusial ini mengerek Dewa United ke posisi ke-10 dengan 23 poin, sebuah posisi yang lebih aman dari bayang-bayang zona degradasi. Dengan selisih poin yang tidak terlalu jauh dari tim-tim di atasnya, Dewa United kini memiliki momentum untuk terus merangkak naik di klasemen. Target mereka untuk mengakhiri musim di posisi yang lebih terhormat menjadi semakin realistis. Kemenangan ini juga meningkatkan moral tim dan kepercayaan diri para pemain, menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim besar dan meraih hasil positif di kandang sendiri. Bagi Dewa United, setiap poin sangat berharga dalam persaingan ketat Super League 2025/26, di mana perbedaan antara tim papan tengah dan tim yang berjuang di zona degradasi seringkali hanya beberapa angka saja.


















