- Kapasitas Strategis: Apakah Carrick memiliki kemampuan untuk merancang filosofi permainan jangka panjang yang mampu menandingi dominasi taktis dari rival-rival utama di liga?
- Pengalaman Internasional: Dibandingkan dengan nama-nama besar di pasar manajer, Carrick masih dianggap minim pengalaman dalam mengelola ego pemain bintang dan tekanan media dalam skala global secara permanen.
- Visi Pembangunan Skuad: Membangun tim juara memerlukan kebijakan transfer dan pengembangan pemain muda yang sangat terencana, sesuatu yang belum teruji sepenuhnya dari tangan Carrick.
- Stabilitas Emosional: Keane menekankan pentingnya manajer yang memiliki aura kepemimpinan yang mampu mengintimidasi lawan sekaligus menginspirasi loyalitas tanpa syarat dari para pemainnya.
Pada akhirnya, perdebatan ini mencerminkan kerinduan mendalam akan standar keunggulan yang pernah mendefinisikan Manchester United selama beberapa dekade. Meskipun Michael Carrick telah melakukan pekerjaan yang brilian dalam masa transisi ini, suara-suara seperti Roy Keane berfungsi sebagai pengingat bahwa klub sebesar United tidak boleh puas hanya dengan kemenangan-kemenangan kecil. Tantangan yang ada di depan mata bukan sekadar memperbaiki posisi di klasemen, melainkan mengembalikan martabat klub sebagai penguasa sepak bola Inggris. Apakah manajemen United akan memilih jalan aman dengan mempertahankan Carrick, atau berani mengambil langkah besar untuk mendatangkan manajer dengan profil “lebih besar dan lebih baik” seperti yang disarankan Keane, akan menjadi penentu arah sejarah klub ini dalam satu dekade ke depan. Untuk saat ini, Carrick tetap menjadi pahlawan sementara yang berhasil memberikan harapan di tengah ketidakpastian, sembari menunggu keputusan final dari para petinggi di Old Trafford.
Kualitas nyata yang ditunjukkan oleh para pemain di bawah arahan Carrick memang tidak bisa dipungkiri. Fleksibilitas taktis yang ditunjukkan dalam menghadapi gaya bermain Arsenal yang dominan membuktikan bahwa Carrick memiliki pemahaman mendalam tentang permainan. Namun, bagi Roy Keane dan banyak pengamat lainnya, sepak bola di level tertinggi bukan hanya tentang memenangkan pertempuran, melainkan tentang memenangkan peperangan. Tanpa jaminan bahwa Carrick bisa membawa trofi liga kembali ke lemari piala Old Trafford, spekulasi mengenai suksesor permanen akan terus bergulir, menempatkan setiap keputusan Carrick di bawah mikroskop kritik yang tajam dari para legenda dan publik sepak bola dunia.


















