BANDUNG, INDONESIA – Pekan ke-19 Super League 2025/2026 telah menjadi arena pertarungan yang memanas, khususnya di papan atas klasemen, di mana empat tim teratas menunjukkan dominasi mereka dengan kemenangan krusial. Kompetisi yang melibatkan 18 tim terbaik di Indonesia ini semakin memasuki fase kritis, dengan setiap pertandingan memiliki dampak signifikan terhadap posisi di tabel. Persib Bandung, salah satu raksasa sepak bola Tanah Air, kini kembali memimpin klasemen sementara dengan koleksi 41 poin, sebuah pencapaian yang menandai konsistensi mereka di tengah tekanan persaingan ketat. Namun, posisi puncak ini tidaklah aman, mengingat Borneo FC membuntuti dengan selisih sangat tipis, mengumpulkan 40 poin. Di bawahnya, Persija Jakarta juga tidak kalah agresif, menempati posisi ketiga dengan 38 poin, diikuti oleh Malut United yang menunjukkan performa impresif dengan 37 poin di peringkat keempat. Selisih poin yang begitu rapat ini mengindikasikan bahwa setiap laga yang dimainkan oleh tim-tim di empat besar ini akan menjadi penentu arah perebutan gelar juara musim ini, menjanjikan tontonan sepak bola yang penuh drama dan intensitas.
Kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak di kandang sendiri, Stadion Gelora Bandung Lautan Api, memang berhasil mengembalikan Persib ke puncak setelah sempat digeser Borneo FC. Namun, hasil tersebut justru menyisakan catatan penting bagi pelatih kepala Persib, Bojan Hodak. Juru taktik asal Kroasia ini secara terang-terangan menyoroti aspek penyelesaian akhir timnya yang dinilai masih lemah dan memerlukan perbaikan serius. Dalam pandangannya, efisiensi di depan gawang adalah kunci untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya yang semakin berat, terutama saat mereka harus bertandang ke markas Persis Solo. Laga tandang ini, yang dijadwalkan pada 31 Januari 2026, bukan hanya sekadar pertandingan biasa, melainkan sebuah misi krusial bagi Persib untuk mempertahankan posisi puncak dari kejaran rival-rival abadi yang siap memanfaatkan setiap celah. Tekanan untuk tampil sempurna dan mengamankan poin penuh akan menjadi tantangan besar bagi skuad Maung Bandung.
Perjuangan di pekan ke-19 ini memang menjadi cerminan betapa kompetitifnya Super League 2025/2026. Borneo FC, yang sempat merasakan manisnya puncak klasemen setelah meraih kemenangan lebih awal di pekan ini, kini harus puas kembali berada di urutan kedua. Performa konsisten mereka menunjukkan ambisi besar untuk meraih gelar. Tidak hanya itu, Persija Jakarta juga berhasil mengamankan tiga poin penting dari Madura United, memperkuat posisi mereka di tiga besar dan menegaskan status sebagai salah satu kandidat kuat. Kejutan lain datang dari Malut United, yang secara spektakuler meraih kemenangan telak 4-0 atas Persik Kediri. Hasil ini tidak hanya menambah tiga poin krusial, tetapi juga meningkatkan selisih gol mereka, sebuah faktor yang bisa sangat menentukan di akhir musim. Kemenangan meyakinkan Malut United ini mengirimkan sinyal kuat kepada para pesaing bahwa mereka adalah kekuatan baru yang patut diperhitungkan dalam perburuan gelar.
Di sisi lain spektrum klasemen, drama juga tak kalah menarik. Persijap Jepara, yang sebelumnya terpuruk di dasar klasemen, berhasil menunjukkan semangat juang luar biasa. Kemenangan tak terduga atas PSM Makassar memungkinkan mereka naik dua peringkat ke urutan 16 dengan 12 poin, melewati Semen Padang dan Persis Solo. Pergeseran di zona degradasi ini membuktikan bahwa setiap poin sangat berharga, dan tim-tim di papan bawah juga berjuang mati-matian untuk menghindari jurang degradasi. Keadaan ini menciptakan atmosfer kompetisi yang merata di seluruh liga, dari perebutan gelar hingga perjuangan untuk bertahan di kasta tertinggi.


















