Sebuah kabar duka yang mendalam menyelimuti jagat hiburan Tanah Air, ketika Tika Mega Lestari, sosok istri setia dari pesulap kondang Marcel Radhival, yang akrab disapa Pesulap Merah, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 27 Januari 2026. Kepergiannya yang mendadak ini terjadi pada pukul 04:46 WIB di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, setelah Tika berjuang gigih melawan dua penyakit serius yang menggerogoti tubuhnya selama bertahun-tahun: Anemia Aplastik dan kanker mulut. Kabar pilu ini pertama kali disampaikan oleh Pesulap Merah sendiri melalui unggahan emosional di akun media sosial pribadinya, sontak menyulut gelombang simpati dan duka cita dari publik yang mengenal dedikasi Tika di balik layar kesuksesan suaminya.
Marcel Radhival, dengan hati yang hancur, membagikan berita duka tersebut kepada para pengikutnya di Instagram pada hari yang sama. Dalam unggahan yang penuh haru, Pesulap Merah memberikan kesaksian tulus tentang almarhumah istrinya, menggambarkan Tika Mega Lestari sebagai seorang wanita yang luar biasa. “Saya bersaksi istri saya Tika Mega Lestari adalah wanita baik, setia, pengertian dan istri yang baik,” tulis Marcel, menyoroti kualitas pribadi sang istri yang tak tergantikan. Ia juga menambahkan pengakuan penting tentang peran Tika dalam kariernya: “Dibelakang Pesulap Merah selama ini, ada beliau yang mensupport dibalik layar.” Pernyataan ini menegaskan betapa besar dukungan dan kehadiran Tika dalam setiap langkah perjalanan Pesulap Merah, menjadikannya pilar kekuatan yang tak terlihat namun esensial.
Lebih lanjut, Marcel Radhival juga menjelaskan penyebab kepergian sang istri yang telah lama berjuang melawan penyakit. “Istri saya Tika Mega Lestari meninggal dunia tanggal 27 Januari 2026 jam 04:46 di Rumah Sakit karena penyakit yang diderita sejak lama,” demikian Pesulap Merah mengakhiri unggahannya, memohon doa terbaik untuk almarhumah. Konfirmasi dari berbagai sumber tambahan memperjelas bahwa Tika wafat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, setelah melalui perawatan intensif. Perjuangan Tika yang luar biasa ini melibatkan pertempuran simultan melawan dua kondisi medis yang sangat serius, yaitu Anemia Aplastik dan kanker mulut, yang pada akhirnya merenggut nyawanya di usia muda.
Perjuangan Melawan Dua Penyakit Serius: Anemia Aplastik dan Kanker Mulut
Tika Mega Lestari diketahui telah berjuang melawan dua penyakit mematikan secara bersamaan, sebuah kondisi yang menuntut kekuatan fisik dan mental yang luar biasa. Penyakit pertama adalah Anemia Aplastik, sebuah kelainan darah langka yang sangat berbahaya. Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang, yang merupakan pabrik utama sel darah dalam tubuh, gagal memproduksi sel darah baru dalam jumlah yang memadai. Kegagalan ini tidak hanya mempengaruhi satu jenis sel darah, melainkan ketiga jenis sel darah penting: sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.
Dampak dari Anemia Aplastik sangatlah parah. Kekurangan sel darah merah menyebabkan penderitanya mengalami kelelahan ekstrem, sesak napas, dan pucat karena tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Sementara itu, minimnya trombosit meningkatkan risiko memar yang mudah terjadi dan pendarahan hebat yang sulit berhenti, bahkan dari luka kecil sekalipun. Lebih lanjut, defisiensi sel darah putih secara drastis menekan sistem kekebalan tubuh, membuat penderita sangat rentan terhadap infeksi berulang dan seringkali parah. Anemia Aplastik secara fundamental merusak kemampuan tubuh untuk melawan penyakit dan menjaga homeostasis darah, menjadikannya ancaman serius bagi kehidupan.
Selain Anemia Aplastik, Tika juga didiagnosis menderita kanker mulut, sebuah penyakit ganas yang tak kalah serius. Kanker mulut adalah suatu kondisi di mana sel-sel abnormal tumbuh secara tidak terkendali di dalam rongga mulut. Ini bisa menyerang berbagai bagian, termasuk bibir, lidah, dasar mulut, gusi, pipi bagian dalam, atau langit-langit mulut. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit yang hebat, tetapi juga sangat mempengaruhi kemampuan penderitanya untuk makan, berbicara, dan menelan, secara drastis menurunkan kualitas hidup. Kombinasi Anemia Aplastik yang menekan sistem imun dan pembentukan darah dengan kanker mulut yang merusak jaringan vital, menjadikan perjuangan Tika Mega Lestari sebagai sebuah pertarungan heroik melawan dua musuh mematikan yang secara simultan mengancam keberadaannya. Perjuangan berat ini akhirnya mencapai titik akhir pada pagi hari tanggal 27 Januari 2026.


















