Kota Malang mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam penyediaan layanan kesehatan yang merata dan berkualitas, dengan berhasil meraih penghargaan bergengsi Universal Health Coverage (UHC) 2026 dalam kategori utama. Prestasi gemilang ini, yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Republik Indonesia, Dr. (HC) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si., kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menandai pencapaian luar biasa dalam memastikan seluruh warga Malang terlindungi oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata dari komitmen Pemkot Malang dalam mengakselerasi peningkatan mutu dan akses pelayanan kesehatan, sebuah target yang telah diemban sejak JKN diberlakukan secara nasional pada 1 Januari 2014. Keberhasilan ini mencakup cakupan kepesertaan JKN yang melampaui angka 100 persen, sebuah tolok ukur keberhasilan yang signifikan dalam mewujudkan kesehatan universal.
Perjalanan Menuju Cakupan Kesehatan Universal: Strategi dan Implementasi di Kota Malang
Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) 2026 kategori utama yang diraih Kota Malang merupakan hasil dari serangkaian strategi komprehensif dan implementasi yang konsisten dalam meningkatkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Malang menunjukkan tren peningkatan kepesertaan JKN yang sangat signifikan sejak program ini mulai berlaku secara nasional pada tanggal 1 Januari 2014. Peningkatan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui upaya bertahap yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Fokus utama dalam pendaftaran penduduk mencakup kelompok-kelompok yang paling rentan terhadap kesulitan akses layanan kesehatan, seperti warga miskin, penyandang disabilitas, dan lansia. Pendekatan ini mencerminkan prinsip keadilan sosial dan memastikan bahwa tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasar atas kesehatan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, secara tegas mengklaim bahwa keberhasilan program JKN di Kota Malang tidak lepas dari komitmen kuat yang ditunjukkan oleh pemerintah daerah. Komitmen ini diwujudkan melalui kebijakan yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan, yang didukung oleh landasan regulasi yang jelas dan kokoh. Lebih lanjut, keberhasilan ini juga merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang solid. Sinergi antara berbagai dinas, lembaga, organisasi masyarakat, hingga partisipasi aktif dari masyarakat itu sendiri, menjadi pilar penting dalam mewujudkan cita-cita kesehatan universal. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap elemen masyarakat turut berkontribusi dalam upaya peningkatan mutu dan akses pelayanan kesehatan, menciptakan ekosistem kesehatan yang kuat dan responsif.
Memperkuat Fondasi Kesehatan: Komitmen Berkelanjutan dan Inovasi Layanan
Menatap masa depan, Pemkot Malang tidak berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih. Pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi sistem kesehatan yang telah dibangun. Salah satu langkah strategis yang akan terus digalakkan adalah penguatan sistem pendataan kepesertaan JKN. Dengan sistem pendataan yang akurat dan mutakhir, Pemkot Malang dapat memastikan bahwa cakupan JKN benar-benar tepat sasaran dan mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang mungkin baru saja teridentifikasi membutuhkan perlindungan kesehatan. Akurasi data menjadi kunci untuk perencanaan program yang efektif dan alokasi sumber daya yang optimal.
Selain penguatan sistem pendataan, upaya peningkatan kualitas fasilitas dan layanan kesehatan juga menjadi prioritas utama. Ini mencakup modernisasi sarana dan prasarana di puskesmas dan rumah sakit, peningkatan kompetensi tenaga medis melalui pelatihan berkelanjutan, serta implementasi teknologi kesehatan yang inovatif untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan. Dengan fasilitas yang memadai dan tenaga medis yang profesional, masyarakat Malang akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya terjangkau tetapi juga berkualitas tinggi. Komitmen terhadap penganggaran juga menjadi elemen krusial. Pemkot Malang bertekad untuk menjaga komitmen penganggaran yang memadai agar perlindungan JKN dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran, memastikan bahwa program ini memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga tanpa terkecuali.
Penghargaan UHC Awards 2026 kategori utama yang diraih Kota Malang ini menjadi cerminan dari kerja keras, dedikasi, dan visi jangka panjang dalam mewujudkan kesehatan yang merata bagi seluruh warganya. Capaian kepesertaan JKN yang menembus angka 105 persen tidak hanya melampaui target nasional, tetapi juga menunjukkan bahwa Kota Malang telah berhasil membangun sistem kesehatan yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya mencapai Universal Health Coverage, sebuah tujuan mulia yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.

















