Kabar duka menyelimuti jagat hiburan Tanah Air, mengguncang banyak pihak dengan berita kepergian sosok yang selama ini setia mendampingi salah satu figur publik paling disorot. Pada hari Selasa, 27 Januari 2026, pukul 04.46 WIB, Indonesia dikejutkan dengan berita meninggalnya Tika Mega Lestari, istri tercinta dari pesulap sekaligus YouTuber kontroversial, Marcel Radhival, yang lebih dikenal dengan julukan Pesulap Merah. Tika mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, setelah berjuang keras melawan dua penyakit serius yang dideritanya sejak lama: Anemia Aplastik dan kanker mulut. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan Pesulap Merah, sekaligus menjadi pengingat akan kerapuhan hidup dan pentingnya dukungan di balik layar kesuksesan seseorang.
Berita duka ini pertama kali dikonfirmasi langsung oleh Marcel Radhival melalui unggahan di media sosialnya, memicu gelombang simpati dan belasungkawa dari berbagai kalangan. Marcel Radhival, yang dikenal dengan persona Pesulap Merah yang berani membongkar trik perdukunan, kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan belahan jiwanya. Ia mengungkapkan bahwa sang istri telah menderita penyakit kronis ini selama bertahun-tahun, sebuah perjuangan panjang yang jarang terekspos ke publik. Tika Mega Lestari, meski tidak sering tampil di depan kamera, adalah pilar kekuatan yang tak terlihat, memberikan dukungan moral dan emosional yang tak tergantikan bagi suaminya di balik hiruk pikuk panggung hiburan dan kontroversi yang kerap menyertai Pesulap Merah.
Perjuangan Melawan Penyakit Kronis: Anemia Aplastik dan Kanker Mulut
Penyebab utama kepergian Tika Mega Lestari adalah komplikasi dari dua penyakit yang sangat serius: Anemia Aplastik dan kanker mulut. Anemia Aplastik adalah kondisi langka dan berat di mana sumsum tulang gagal memproduksi sel darah baru dalam jumlah yang cukup. Ini berarti tubuh kekurangan sel darah merah untuk membawa oksigen, sel darah putih untuk melawan infeksi, dan trombosit untuk menghentikan pendarahan. Penderita Anemia Aplastik seringkali mengalami kelelahan ekstrem, rentan terhadap infeksi serius, dan mudah mengalami pendarahan. Kondisi ini memerlukan perawatan intensif, termasuk transfusi darah berulang, terapi imunosupresif, atau bahkan transplantasi sumsum tulang. Bersamaan dengan itu, Tika juga berjuang melawan kanker mulut, sebuah jenis kanker yang dapat berkembang di bagian mana pun dari rongga mulut, termasuk bibir, gusi, lidah, langit-langit mulut, atau bagian dalam pipi. Kanker mulut dapat sangat agresif dan memerlukan penanganan medis yang kompleks, seperti operasi, radioterapi, atau kemoterapi, tergantung pada stadium dan penyebarannya. Kombinasi kedua penyakit ini menunjukkan betapa beratnya perjuangan kesehatan yang telah dilalui Tika Mega Lestari selama ini, sebuah pertarungan yang ia jalani dengan ketabahan luar biasa di samping suaminya.
Marcel Radhival sendiri bersaksi bahwa istrinya merupakan sosok wanita yang sangat setia dan selalu mendampingi dalam suka maupun duka. “Dibelakang Pesulap Merah selama ini, ada beliau yang mensupport di balik layar,” tutur Marcel, menyoroti peran krusial Tika yang mungkin tidak banyak diketahui publik. Dukungan tak henti-hentinya ini sangat berarti, terutama mengingat dinamika karier Pesulap Merah yang seringkali diwarnai pro dan kontra. Kehadiran Tika sebagai sandaran emosional dan penopang semangat adalah fondasi yang memungkinkan Marcel untuk terus berkarya dan mempertahankan prinsip-prinsipnya. Kehilangan sosok pendukung utama ini tentu menjadi pukulan berat bagi Marcel, tidak hanya sebagai suami tetapi juga sebagai individu yang kehilangan sebagian dari kekuatannya.
Gelombang Belasungkawa dari Rekan Selebriti dan Publik
Kabar duka ini dengan cepat menyebar dan mengundang simpati dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan selebriti di industri hiburan. Komedian senior Denny Cagur, salah satu figur yang dihormati di industri, menyampaikan ucapan belasungkawa yang mendalam. “Turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga almarhumah Husnul khotimah, dilapangkan kuburnya dan diampuni segala dosa & kesalahannya juga ditempatkan disisi Allah SWT ditempat yang paling mulia, Aamiin YRA,” tulis Denny Cagur, mendoakan kebaikan bagi almarhumah dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Tak hanya Denny Cagur, komika Apos Hutagaol juga turut menyampaikan rasa dukanya. “Turut berduka bang. Alfatiha,” tulis Apos, menunjukkan solidaritas dan rasa hormat kepada Marcel Radhival dan almarhumah istrinya. Ucapan-ucapan ini mencerminkan betapa Tika Mega Lestari, meskipun tidak secara langsung berada di sorotan publik, telah meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang, baik melalui interaksinya secara pribadi maupun melalui dedikasinya mendukung Pesulap Merah.
Selain dari kalangan selebriti, ribuan pesan belasungkawa juga membanjiri kolom komentar di media sosial Marcel Radhival, datang dari para penggemar dan masyarakat umum. Mereka mengungkapkan rasa sedih dan doa terbaik untuk Tika Mega Lestari, serta memberikan dukungan moral kepada Marcel agar kuat menghadapi cobaan ini. Kepergian Tika menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghargai setiap momen bersama orang terkasih dan memberikan dukungan tak terbatas bagi mereka yang berjuang melawan penyakit. Kisah perjuangan Tika Mega Lestari, yang kini terungkap, menginspirasi banyak orang untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan memberikan apresiasi kepada sosok-sosok di balik layar yang seringkali terlupakan namun memiliki peran vital.
Kini, Marcel Radhival harus melanjutkan perjalanan hidupnya tanpa kehadiran sang istri yang setia. Meskipun duka mendalam menyelimuti, semangat Tika Mega Lestari yang penuh dedikasi dan ketabahan akan selalu menjadi inspirasi. Kepergiannya juga menjadi momentum bagi publik untuk merenungkan kembali tentang arti sebuah dukungan, kesetiaan, dan perjuangan melawan penyakit yang tak terlihat. Semoga almarhumah Tika Mega Lestari mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.


















