- Pemindaian Suhu Tubuh: Penggunaan kamera termal dan termometer non-kontak untuk mendeteksi penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius, yang merupakan indikator awal adanya infeksi.
- Kuesioner Riwayat Perjalanan: Penumpang diminta memberikan informasi rinci mengenai lokasi yang dikunjungi di India, durasi kunjungan, serta apakah mereka sempat berinteraksi dengan orang sakit atau hewan liar selama perjalanan.
- Observasi Klinis Visual: Petugas kesehatan yang terlatih akan melakukan pengamatan langsung terhadap tanda-tanda kelelahan ekstrem, kesulitan bernapas, atau tanda-tanda disorientasi pada penumpang saat mengantre di imigrasi.
- Protokol Isolasi dan Rujukan: Jika seorang penumpang dicurigai terinfeksi, mereka akan segera dipisahkan dari kerumunan dan dibawa ke ruang isolasi sementara di bandara sebelum dirujuk ke rumah sakit rujukan infeksi untuk menjalani tes diagnostik lanjutan seperti RT-PCR.
Kesigapan negara-negara Asia dalam merespons wabah di Benggala Barat mencerminkan pembelajaran berharga dari krisis kesehatan masa lalu. Dengan tidak adanya pengobatan khusus, pengawasan ketat dan deteksi dini tetap menjadi instrumen paling efektif dalam melindungi populasi dunia dari ancaman virus Nipah. Para pelancong diimbau untuk selalu menjaga kebersihan diri, menghindari kontak dengan hewan liar di daerah wabah, dan bersikap kooperatif terhadap petugas kesehatan di bandara demi keamanan bersama.

















