Musisi sekaligus aktor kenamaan Tanah Air, Onadio Leonardo, secara resmi telah menyelesaikan masa rehabilitasi intensif selama tiga bulan di Yayasan Natura Indonesia, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pada Rabu (28/1). Langkah kaki pria yang akrab disapa Onad ini saat keluar dari gedung fasilitas pemulihan tersebut menandai babak baru dalam hidupnya setelah sempat terjerat dalam pusaran penyalahgunaan narkotika. Didampingi oleh sang istri, Beby Prisillia, Onadio Leonardo tampak jauh lebih bugar dan tenang saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai proses transformasi mental dan fisik yang ia jalani demi menebus kesalahan masa lalunya serta kembali ke pelukan keluarga tercinta.
Kepulangan Onad disambut dengan penuh haru dan rasa syukur yang mendalam. Bagi mantan vokalis Killing Me Inside ini, waktu sembilan puluh hari yang ia habiskan di dalam panti rehabilitasi bukan sekadar hukuman atau kewajiban hukum semata, melainkan sebuah investasi besar bagi kesehatan jiwanya. Onad secara terbuka mengakui bahwa insiden penangkapan tersebut adalah titik terendah yang memaksanya untuk berkaca pada diri sendiri. Ia tidak ragu menyebut tindakannya di masa lalu sebagai sebuah “ketololan” yang harus dibayar mahal dengan kehilangan waktu berharga bersama anak dan istri, serta tekanan mental yang luar biasa. Namun, ia merasa lega karena beban tersebut kini telah ia bayar tunai melalui proses pemulihan yang disiplin.
Selama menjalani masa rehabilitasi sejak awal November lalu, Onad mengalami perubahan signifikan yang terlihat jelas dari penampilan fisiknya. Ia mengaku jauh lebih sehat berkat rutinitas olahraga yang terjadwal dan pola hidup teratur yang diterapkan di Yayasan Natura Indonesia. Selain kesehatan fisik, aspek psikologis menjadi fokus utama pemulihannya. Onad mengungkapkan bahwa dirinya mendapatkan pendampingan intensif dari tim psikolog dan psikiater profesional yang membantunya memetakan akar permasalahan pribadinya. Proses konsultasi ini diakuinya sangat membantu dalam menguatkan mentalitasnya yang sempat hancur saat pertama kali masuk ke fasilitas tersebut.
Transformasi Mental dan Pelajaran Hidup yang Tak Ternilai
Onadio Leonardo menegaskan bahwa pelajaran yang ia dapatkan selama tiga bulan terakhir jauh lebih berharga daripada materi apa pun yang pernah ia miliki. Di awal masa rehabilitasi, ia sempat mengalami guncangan batin yang hebat, bahkan mengaku sempat tidak mampu berbicara banyak karena terpukul oleh situasi yang menimpanya. Ada ketakutan besar yang membayangi pikirannya, terutama kekhawatiran akan ditinggalkan oleh orang-orang terdekat akibat stigma negatif sebagai pengguna narkoba. Namun, ketakutan itu justru menjadi pemacu semangat bagi Onad untuk membuktikan bahwa dirinya bisa berubah dan menjadi pribadi yang lebih bijaksana serta positif di masa depan.
Kini, dengan mental yang diklaim sudah jauh lebih stabil, Onad merasa siap untuk kembali menghadapi dunia hiburan dengan paradigma baru. Ia menyadari bahwa konsekuensi dari setiap perbuatan adalah hal yang mutlak, dan ia telah menerima konsekuensi tersebut dengan lapang dada. Onad berjanji kepada dirinya sendiri dan publik untuk tidak lagi terjerumus ke dalam lubang yang sama. Fokus utamanya saat ini adalah memulihkan hubungan emosional dengan anak-anaknya yang telah lama merindukan kehadiran sosok ayah di rumah, serta memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada sang istri yang tetap setia mendampinginya di masa-masa tersulit.
Kesetiaan Beby Prisillia dan Kronologi Kasus Hukum Onad
Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah Beby Prisillia saat menyambut kebebasan suaminya. Beby mengungkapkan perasaan campur aduk, mulai dari rasa bangga hingga getaran emosional yang membuatnya hampir tak bisa berkata-kata. Baginya, hari kepulangan Onad adalah salah satu hari terbaik dalam hidupnya karena keutuhan keluarga mereka kini kembali pulih. Beby menceritakan betapa anak-anak mereka di rumah sudah sangat merindukan kehadiran Onad, begitu pula dengan orang tua Onad yang terus memberikan dukungan moral selama proses hukum dan rehabilitasi berlangsung. Kesetiaan Beby menjadi pilar utama yang menjaga Onad tetap kuat selama menjalani masa-masa isolasi di panti rehabilitasi.
Mengingat kembali kasus yang menjeratnya, Onadio Leonardo diamankan pihak kepolisian sebagai hasil pengembangan dari penangkapan di kawasan Sunter, Tanjung Priok. Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang bukti yang cukup krusial, di antaranya adalah satu lembar papir, satu plastik klip kecil berisi batang ganja, satu boks kecil, serta tiga unit telepon genggam. Onad mengakui bahwa alasan di balik penggunaan zat terlarang tersebut adalah adanya masalah pribadi yang cukup pelik. Menyadari kesalahannya, ia kemudian mengajukan permohonan asesmen kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) agar dapat menjalani proses rehabilitasi medis dan sosial.
Setelah permohonan asesmennya dikabulkan oleh BNNP, Onad dipindahkan ke panti rehabilitasi di Jakarta Selatan pada Selasa pagi, 4 November lalu. Selama kurun waktu tersebut, ia menjalani berbagai program pemulihan yang dirancang untuk memutus rantai ketergantungan dan memperbaiki pola pikir. Dengan selesainya masa rehabilitasi ini, Onadio Leonardo berharap dapat diterima kembali oleh masyarakat dan berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif melalui karya-karyanya di masa depan, sambil terus menjaga komitmen untuk hidup bersih dari narkoba demi masa depan keluarga kecilnya.


















