Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Pemulihan Bencana

Bencana Aceh: 16 Ribu Hunian Darurat Dibangun

Oki Wijaya by Oki Wijaya
February 2, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Bencana Aceh: 16 Ribu Hunian Darurat Dibangun

#image_title

Aceh, Indonesia – Memasuki awal tahun 2026, upaya intensif pemerintah terus digalakkan untuk menyediakan hunian sementara (huntara) bagi ribuan warga Aceh yang terdampak bencana alam, utamanya banjir dan longsor. Dengan target ambisius pembangunan 16.294 unit huntara yang tersebar di 12 kabupaten/kota yang dinyatakan berstatus darurat, progres pembangunan menunjukkan dinamika yang beragam. Hingga akhir Januari 2026, baru sebagian kecil dari total target yang berhasil diselesaikan, menyisakan pekerjaan besar bagi Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh untuk mengejar ketertinggalan dan memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Kepala Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, Safrizal ZA, secara rinci memaparkan peta jalan pembangunan dan penyaluran bantuan, menyoroti tantangan serta langkah strategis yang diambil untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.

RELATED POSTS

Restrukturisasi Kredit Bencana Rp 12,58 T, Ringankan Beban Korban

Infrastruktur Sumatera Tuntas 2028: Era Baru Konektivitas Dimulai!

Pati Banjir Surut, Desa Terdampak Berkurang Drastis


Percepatan Pembangunan Huntara: Tantangan dan Realisasi

Pemerintah Indonesia, melalui Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh, memegang amanat krusial untuk memastikan ketersediaan hunian sementara bagi korban bencana alam di Provinsi Aceh. Data terbaru yang dirilis oleh Safrizal ZA, Kepala Satuan Tugas, mengungkapkan bahwa total rencana pembangunan hunian sementara (huntara) di seluruh Aceh mencapai angka signifikan, yaitu 16.294 unit. Unit-unit huntara ini dirancang untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di Aceh. Keberadaan huntara ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan representasi dari upaya pemulihan dan pemberian rasa aman bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan pascabencana.

Progres pembangunan huntara ini, meskipun terus digenjot, menunjukkan bahwa sebagian besar masih dalam tahap pengerjaan. Dari total 16.294 unit yang direncanakan, baru 3.248 unit yang telah berhasil diselesaikan pembangunannya. Angka ini setara dengan 19,9 persen dari target keseluruhan. Sementara itu, sebanyak 13.046 unit huntara lainnya, atau sekitar 80,1 persen dari total rencana, masih dalam proses konstruksi. Safrizal ZA secara tegas menyatakan bahwa seluruh jajaran di lapangan diberikan instruksi untuk bekerja ekstra keras. Percepatan pembangunan menjadi prioritas utama demi memastikan target dapat segera tercapai. Kebutuhan mendesak para korban bencana yang saat ini masih terpaksa tinggal di lokasi pengungsian menjadi motivator utama di balik upaya percepatan ini. Situasi ini semakin mendesak mengingat semakin dekatnya bulan Ramadan, di mana kepastian tempat tinggal yang layak menjadi harapan terbesar bagi keluarga yang terdampak bencana.

Distribusi Huntara dan Dana Tunggu Hunian: Kinerja dan Kendala

Dalam upaya penanganan pascabencana, pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan huntara fisik, tetapi juga pada skema bantuan lain, yaitu Dana Tunggu Hunian (DTH). Skema DTH ini ditujukan bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat dan memerlukan waktu lebih lama untuk menunggu pembangunan hunian tetap atau perbaikan rumah mereka. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 12 kabupaten/kota yang secara resmi mengajukan permohonan pembangunan huntara. Sementara itu, jumlah kabupaten/kota yang mengajukan skema DTH justru lebih banyak, yaitu 16 kabupaten/kota. Hal ini mengindikasikan bahwa kebutuhan akan solusi hunian pascabencana sangat bervariasi antar wilayah, mencakup kebutuhan mendesak akan tempat tinggal sementara maupun dukungan finansial selama masa tunggu hunian permanen.

Beberapa daerah menunjukkan tingkat penyelesaian pembangunan huntara yang patut diapresiasi. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah dengan capaian tertinggi, di mana sekitar 1.000 unit huntara telah selesai dibangun dan lebih dari 1.600 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Disusul oleh Kabupaten Aceh Utara, yang telah menyelesaikan 829 unit huntara dan tengah mengerjakan lebih dari 3.400 unit. Wilayah lain seperti Pidie Jaya telah menyelesaikan 222 unit, Aceh Tengah dengan 275 unit, dan Bener Meriah dengan 200 unit yang telah rampung dari total target yang direncanakan. Keberhasilan di daerah-daerah ini menjadi bukti komitmen dan efektivitas kerja tim di lapangan dalam menghadapi tantangan logistik dan konstruksi.

Sementara itu, terkait skema Dana Tunggu Hunian (DTH), total keluarga penerima manfaat yang terdata mencapai 8.047 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000-an KK telah berhasil menerima DTH. Namun, masih ada sekitar 4.000-an KK lainnya yang masih dalam proses finalisasi pencairan dana. Proses finalisasi ini didominasi oleh tahapan pembukaan rekening bank dan verifikasi lapangan untuk memastikan data penerima sesuai dengan kondisi yang ada. Kompleksitas administrasi dan verifikasi menjadi faktor kunci yang mempengaruhi kecepatan penyaluran DTH.

Kendala Lahan dan Solusi Strategis

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, sebelumnya telah menekankan urgensi penyelesaian berbagai kendala administratif dan teknis yang dihadapi dalam pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap). Isu utama yang sering muncul adalah terkait status lahan dan lokasi pembangunan. M. Nasir menekankan bahwa status lahan haruslah “clean and clear,” yang berarti bebas dari sengketa dan memiliki legalitas yang kuat. Ia menargetkan agar persoalan lahan ini dapat diselesaikan dalam waktu dekat, terutama mengingat pentingnya kepastian hunian bagi warga terdampak sebelum bulan Ramadan tiba.

Beberapa kendala spesifik telah teridentifikasi di lapangan. Salah satunya adalah penolakan dari masyarakat di beberapa daerah terhadap lokasi yang ditentukan untuk pembangunan huntara maupun huntap, terutama jika dianggap tidak strategis atau jauh dari pusat aktivitas sehari-hari. Contohnya di Kabupaten Gayo Lues, ditemukan lahan yang tersedia untuk huntara ternyata tidak cocok untuk dijadikan lokasi hunian tetap karena jaraknya yang terlalu jauh dari pusat kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat. Di sisi lain, masyarakat di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, secara tegas meminta agar huntara dan huntap dibangun tidak jauh dari desa asal mereka, dengan harapan agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat tetap berjalan seperti biasa.

Menghadapi kendala ketersediaan lahan di tingkat kabupaten/kota, M. Nasir mengindikasikan perlunya koordinasi yang lebih intensif dengan Pemerintah Aceh. Jika diperlukan, Pemerintah Aceh siap memfasilitasi pengadaan atau pembelian lahan baru untuk memastikan ketersediaan lokasi yang memadai bagi pembangunan hunian. Selain itu, M. Nasir juga memberikan penekanan penting mengenai skema penguasaan lahan yang harus memiliki kekuatan hukum yang kokoh. Ia menegaskan bahwa skema yang tidak disertai sertifikat kepemilikan atau hanya berdasarkan Hak Guna Bangunan (HGB) di atas Hak Pengelolaan Lahan (HPL) bukanlah solusi jangka panjang yang ideal bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pertanahan dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna memastikan kelayakan lahan, baik dari sisi teknis maupun legalitasnya. Langkah ini krusial untuk menjamin keberlanjutan dan keamanan hak kepemilikan lahan bagi para penerima manfaat hunian.

Tags: bencana acehHunian Darurat AcehPengungsi AcehRekonstruksi Aceh
ShareTweetPin
Oki Wijaya

Oki Wijaya

Related Posts

Restrukturisasi Kredit Bencana Rp 12,58 T, Ringankan Beban Korban
Pemulihan Bencana

Restrukturisasi Kredit Bencana Rp 12,58 T, Ringankan Beban Korban

February 1, 2026
Infrastruktur Sumatera Tuntas 2028: Era Baru Konektivitas Dimulai!
Pemulihan Bencana

Infrastruktur Sumatera Tuntas 2028: Era Baru Konektivitas Dimulai!

January 31, 2026
Pati Banjir Surut, Desa Terdampak Berkurang Drastis
Pemulihan Bencana

Pati Banjir Surut, Desa Terdampak Berkurang Drastis

January 31, 2026
Gitaris & Musisi Bersatu! Konser Amal Malam Ini Bantu Pemulihan Sumatera
Pemulihan Bencana

Gitaris & Musisi Bersatu! Konser Amal Malam Ini Bantu Pemulihan Sumatera

January 31, 2026
Aceh Tamiang Bersih! Ribuan Personel Bergotong Royong
Pemulihan Bencana

Aceh Tamiang Bersih! Ribuan Personel Bergotong Royong

January 31, 2026
Listrik Aceh, Sumut, Sumbar 99% Normal: Mendagri Ungkap
Pemulihan Bencana

Listrik Aceh, Sumut, Sumbar 99% Normal: Mendagri Ungkap

January 30, 2026
Next Post
MSCI Hantam IHSG! Asing Net Sell Rp6,17 Triliun

MSCI Hantam IHSG! Asing Net Sell Rp6,17 Triliun

IHSG Melemah, BEI Sebut Investor Ritel Tak Perlu Khawatir

IHSG Melemah, BEI Sebut Investor Ritel Tak Perlu Khawatir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Marissa Anita dan Andrew Trigg Cerai: Bongkar 5 Isi Putusan Penting

Marissa Anita dan Andrew Trigg Cerai: Bongkar 5 Isi Putusan Penting

January 31, 2026
ESDM Dorong 400 MW PLTS Atap, Listrik Rumah Lebih Hemat!

ESDM Dorong 400 MW PLTS Atap, Listrik Rumah Lebih Hemat!

January 25, 2026
Genjot Dana Iklim, Indonesia Gabung Coalition to Grow Carbon

Genjot Dana Iklim, Indonesia Gabung Coalition to Grow Carbon

January 23, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Harga Emas Antam Hari Ini: Rp 3 Juta/Gram, Rekor Tertinggi!
  • Rully Akbar Bungkam Soal Perceraian, Pengacara Beberkan Kondisi Terkini
  • Teka-teki Wamenkeu Baru, Istana Sebut Prabowo Belum Putuskan Nama

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026