Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Bahaya Obsesi Penampilan: Saat Fisik Menjadi Tuhan Baru

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Economy

IHSG Melemah, BEI Sebut Investor Ritel Tak Perlu Khawatir

Eka Siregar by Eka Siregar
February 2, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
IHSG Melemah, BEI Sebut Investor Ritel Tak Perlu Khawatir

#image_title


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami guncangan hebat pada perdagangan Rabu (28/1) yang memicu kepanikan di kalangan pelaku pasar setelah anjlok tajam hingga 8 persen, memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt demi meredam volatilitas yang ekstrem. Kejatuhan ini menandai salah satu hari terburuk bagi pasar modal domestik tahun ini, di mana tekanan jual masif dari investor asing dan kekhawatiran akan fenomena margin call membayangi pergerakan indeks hingga akhirnya ditutup melemah 7,35 persen di level 8.320,5. Fenomena ini memicu respons cepat dari otoritas bursa dan pemerintah, termasuk ultimatum dari Menteri Keuangan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera melakukan pembenahan internal guna melindungi investor ritel dari potensi kerugian yang lebih sistemik di masa depan.

RELATED POSTS

Harga Emas Antam Hari Ini: Rp 3 Juta/Gram, Rekor Tertinggi!

MSCI Hantam IHSG! Asing Net Sell Rp6,17 Triliun

Resmi Terpilih Deputi, Thomas Djiwandono Langsung Sowan ke Gubernur BI

Guncangan Hebat di Lantai Bursa: Mekanisme Trading Halt dan Tekanan Jual Masif

Kondisi pasar modal Indonesia pada hari Rabu tersebut digambarkan sebagai situasi yang sangat fluktuatif sejak pembukaan perdagangan. Tekanan jual yang tidak terbendung membuat IHSG terjun bebas tak lama setelah sesi II dimulai. Penurunan yang menyentuh angka 8 persen ke level 8.261,7 memaksa otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengaktifkan protokol darurat berupa trading halt. Langkah ini diambil sesuai dengan regulasi bursa yang bertujuan untuk memberikan waktu bagi investor untuk mencerna informasi dan mencegah penurunan harga yang lebih irasional akibat kepanikan (panic selling). Meskipun perdagangan kemudian dilanjutkan, indeks tetap tidak mampu keluar dari zona merah yang sangat pekat.

Data perdagangan menunjukkan bahwa kejatuhan ini bersifat menyeluruh, mencakup hampir seluruh sektor di pasar saham. Hingga akhir sesi, tercatat sebanyak 753 saham mengalami penurunan harga, sementara hanya 37 saham yang mampu bertahan di zona hijau, dan 16 saham lainnya bergerak stagnan. Kehancuran ini juga terlihat pada Indeks LQ45, yang merupakan kumpulan saham-saham dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat, yang merosot 7,26 persen ke posisi 812,539. Intensitas perdagangan pada hari itu sangat luar biasa, dengan frekuensi transaksi mencapai 3,9 juta kali dan volume perdagangan menembus 60,2 miliar saham. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai angka fantastis Rp 44,9 triliun, sebuah angka yang menunjukkan besarnya likuiditas yang keluar maupun berpindah tangan di tengah badai koreksi tersebut.

Dinamika Aliran Modal Asing dan Ketahanan Investor Ritel

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Irvan Susandy, memberikan penjelasan mendalam mengenai arus modal selama periode kritis ini. Pada sesi I saja, investor asing telah mencatatkan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 3 triliun. Irvan mencoba memberikan perspektif yang lebih tenang dengan membandingkan angka tersebut terhadap total nilai transaksi yang mencapai Rp 30 triliun pada pertengahan hari. Menurutnya, meskipun terjadi net outflow, angka tersebut menunjukkan bahwa masih ada minat beli yang cukup besar di pasar, mengingat porsi jual bersih asing hanya sekitar 10 persen dari total aktivitas perdagangan pada saat itu. “Di sesi I net outflow dari asing Rp 3 triliun. Which is menurut kita Rp 3 triliun dari Rp 30 triliun, karena posisinya sebenarnya asing juga masih ada beli gitu loh dan cukup banyak belinya,” ujar Irvan saat ditemui di Gedung BEI.

Namun, isu yang paling krusial di mata investor domestik adalah risiko margin call. Irvan mengakui bahwa dengan penurunan harga saham yang tajam, terutama pada saham-saham yang masuk dalam daftar margin, potensi terjadinya forced sell atau jual paksa oleh sekuritas menjadi sangat tinggi. Saham-saham yang mengalami koreksi lebih dari 7 persen, bahkan hingga 10-15 persen, secara otomatis akan memicu sistem peringatan pada akun margin investor. Meskipun demikian, pihak BEI mengklaim bahwa hingga saat ini pelemahan IHSG belum menjadi isu yang mengancam stabilitas investor ritel secara luas. Keyakinan ini didasarkan pada pengamatan bahwa mekanisme pasar masih berjalan dengan baik dan belum ada laporan mengenai kegagalan sistemik terkait transaksi margin di kalangan ritel.

Optimisme Otoritas Bursa di Tengah Sentimen Negatif Global

Senada dengan Irvan, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menekankan bahwa tingginya nilai transaksi di tengah kejatuhan indeks merupakan sinyal positif mengenai kepercayaan investor terhadap fundamental pasar modal Indonesia. Iman menyoroti bahwa nilai transaksi yang mencapai Rp 31 triliun hingga Rp 44,9 triliun terjadi secara organik tanpa adanya dorongan dari pengumuman besar seperti laporan MSCI. Hal ini, menurutnya, membuktikan bahwa 90 persen pelaku pasar masih memiliki kepercayaan terhadap prospek jangka panjang pasar saham Indonesia. “Hari ini tanpa adanya MSCI bikin report announcement Rp 31 triliun. Pak Irvan bilang tadi, hari ini yang keluar berapa Rp 3,6 triliun dari Rp 30 triliun. Jadi 90% masih percaya market kita,” tegas Iman.

Meskipun otoritas bursa mencoba menenangkan pasar, para analis dan ekonom memberikan pandangan yang lebih kritis. Beberapa analis memprediksi bahwa pelemahan IHSG masih berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, mengingat sentimen global yang belum sepenuhnya stabil. Investor diingatkan untuk tetap waspada dan tidak terburu-buru melakukan bottom fishing tanpa analisis fundamental yang matang. Kondisi ini menuntut investor ritel untuk lebih disiplin dalam mengelola manajemen risiko, terutama bagi mereka yang menggunakan fasilitas leverage atau margin dalam bertransaksi.

Intervensi Pemerintah dan Urgensi Pembenahan Struktur Pasar

Kejatuhan tajam IHSG hingga 8 persen ini akhirnya menarik perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Keuangan Purbaya dilaporkan telah memberikan ultimatum kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera melakukan langkah-langkah konkret hingga bulan Maret mendatang. Fokus utama dari instruksi ini adalah untuk melakukan pembenahan internal dan koordinasi yang lebih erat dengan BEI guna memastikan perlindungan terhadap investor ritel. Pemerintah mengkhawatirkan bahwa jika volatilitas ekstrem ini terus berlanjut tanpa ada perbaikan struktural, kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal sebagai instrumen investasi jangka panjang dapat tergerus.

Ekonom senior dari Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai bahwa ambruknya IHSG ini seharusnya dijadikan momentum emas untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Menurutnya, koreksi besar ini bukan sekadar tekanan pasar jangka pendek, melainkan sinyal bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar. Pembenahan ini mencakup pengawasan terhadap transaksi margin, peningkatan standar emiten, hingga edukasi yang lebih masif bagi investor ritel agar tidak terjebak dalam euforia maupun kepanikan pasar yang berlebihan. Dengan langkah pembenahan yang tepat, pasar saham Indonesia diharapkan dapat bangkit kembali dengan struktur yang lebih kokoh dan tahan terhadap guncangan eksternal di masa depan.

Berikut adalah ringkasan statistik penutupan perdagangan pada Rabu, 28 Januari:

Indikator Pasar Nilai / Jumlah
Penutupan IHSG 8.320,5 (-7,35%)
Indeks LQ45 812,539 (-7,26%)
Saham Menguat 37 Saham
Saham Melemah 753 Saham
Saham Stagnan 16 Saham
Total Nilai Transaksi Rp 44,9 Triliun
Volume Perdagangan 60,2 Miliar Saham
Frekuensi Transaksi 3,9 Juta Kali

Situasi ini menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan bahwa pasar modal adalah ekosistem yang dinamis dan penuh risiko. Koordinasi antara BEI, OJK, dan Pemerintah menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan sektor finansial. Bagi investor, periode koreksi tajam ini merupakan ujian bagi strategi investasi dan ketahanan psikologis dalam menghadapi dinamika pasar yang tidak menentu.

Tags: bursa efek indonesiaIHSG hari iniInvestasi Sahaminvestor ritelPasar Modal
ShareTweetPin
Eka Siregar

Eka Siregar

Related Posts

Harga Emas Antam Hari Ini: Rp 3 Juta/Gram, Rekor Tertinggi!
Economy

Harga Emas Antam Hari Ini: Rp 3 Juta/Gram, Rekor Tertinggi!

February 2, 2026
MSCI Hantam IHSG! Asing Net Sell Rp6,17 Triliun
Economy

MSCI Hantam IHSG! Asing Net Sell Rp6,17 Triliun

February 2, 2026
Resmi Terpilih Deputi, Thomas Djiwandono Langsung Sowan ke Gubernur BI
Economy

Resmi Terpilih Deputi, Thomas Djiwandono Langsung Sowan ke Gubernur BI

February 2, 2026
IHSG Anjlok Imbas MSCI, Investor Panik?
Economy

IHSG Anjlok Imbas MSCI, Investor Panik?

February 1, 2026
Rupiah Tertekan: BI Siap Amunisi Lawan Dolar!
Economy

Rupiah Tertekan: BI Siap Amunisi Lawan Dolar!

February 1, 2026
Harga Emas Antam Meroket Rp 52.000 Hari Ini 28 Januari
Economy

Harga Emas Antam Meroket Rp 52.000 Hari Ini 28 Januari

February 1, 2026
Next Post
Eks Ibu Negara Korsel Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Suap

Eks Ibu Negara Korsel Divonis 20 Bulan Penjara Kasus Suap

BEI Jamin IPO Perusahaan Tetap Ramai Walau IHSG Bergejolak

BEI Jamin IPO Perusahaan Tetap Ramai Walau IHSG Bergejolak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Emil Audero Tertinggal Bus Timnas Gara-gara Ngobrol Seru

Emil Audero Tertinggal Bus Timnas Gara-gara Ngobrol Seru

January 31, 2026
Kurzawa ke Persib: Harapan Baru Bobotoh, Duel Sengit Liga 1

Kurzawa ke Persib: Harapan Baru Bobotoh, Duel Sengit Liga 1

January 31, 2026
Kabut Tebal Hambat Pencarian 32 Korban Hilang Longsor Bandung Barat

Kabut Tebal Hambat Pencarian 32 Korban Hilang Longsor Bandung Barat

February 1, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Harga Emas Antam Hari Ini: Rp 3 Juta/Gram, Rekor Tertinggi!
  • Rully Akbar Bungkam Soal Perceraian, Pengacara Beberkan Kondisi Terkini
  • Teka-teki Wamenkeu Baru, Istana Sebut Prabowo Belum Putuskan Nama

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026