Jakarta, Indonesia – Sebuah babak penting dalam karier salah satu penyerang sayap Inggris paling berbakat, Raheem Sterling, resmi berakhir. Pada Rabu, 28 Januari 2026, Sterling dan Chelsea Football Club mencapai kesepakatan monumental untuk mengakhiri kontraknya lebih awal, sebuah keputusan yang mengubah statusnya menjadi agen bebas. Perpisahan ini datang setelah periode enam bulan yang penuh ketidakpastian, di mana pemain berusia 31 tahun itu secara efektif diasingkan dari skuad utama dan tidak lagi menjadi bagian dari rencana pelatih kala itu, Enzo Maresca, untuk musim 2025-2026. Keputusan ini, yang melibatkan pengorbanan finansial signifikan dari sang pemain, menandai klimaks dari perjalanan tiga setengah musim yang penuh gejolak di Stamford Bridge, sekaligus membuka lembaran baru bagi peraih Golden Boy 2014 ini.
Enam bulan terakhir sebelum pemutusan kontrak ini menjadi periode yang sangat menantang bagi Sterling. Sejak awal musim 2025-2026, ia mendapati dirinya terpinggirkan, tidak dilibatkan dalam strategi dan formasi yang disusun oleh Enzo Maresca, pelatih yang mengemban tugas di Chelsea saat itu. Situasi ini berarti Sterling harus menjalani rutinitas latihan harian bersama tim, namun tanpa prospek nyata untuk tampil di lapangan dalam pertandingan kompetitif. Bagi seorang atlet profesional di puncak kariernya, diasingkan dari kesempatan bermain adalah cobaan berat yang dapat mengikis motivasi dan kebugaran pertandingan. Klub sendiri, yang berniat untuk melepas Sterling pada bursa transfer musim panas 2025, menghadapi kendala besar. Gaji fantastis Sterling yang mencapai 325 ribu poundsterling per pekan, setara dengan sekitar 5,2 miliar rupiah, terbukti menjadi batu sandungan bagi klub-klub lain yang tertarik untuk merekrutnya. Sedikit sekali klub yang mampu atau bersedia menanggung beban gaji sebesar itu, apalagi untuk pemain yang performanya sedang menurun. Alhasil, Sterling terjebak dalam limbo, terus berlatih namun tanpa pernah mengenakan seragam biru Chelsea untuk sebuah laga resmi selama setengah tahun.
Keputusan untuk mengakhiri kontrak melalui “kesepakatan besar” atau mutual consent


















