Di tengah urgensi pembangunan sumber daya manusia unggul, isu pemenuhan gizi anak Indonesia tampil sebagai fondasi krusial yang membutuhkan perhatian kolektif dan sinergi lintas sektor. Momentum Hari Gizi Nasional (HGN) 2026, yang diperingati pada tanggal 25 Januari, menjadi panggung bagi sebuah gerakan edukasi gizi masif yang berhasil mencatatkan sejarah, dipelopori oleh kolaborasi strategis antara PT Flora Food Indonesia melalui merek BlueBand dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Inisiatif kolaboratif ini, yang secara serentak menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di seluruh penjuru negeri, bukan sekadar respons terhadap tantangan gizi, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini dan memastikan setiap anak Indonesia tumbuh optimal, sehat, aktif, dan siap berprestasi, sebagaimana ditegaskan dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 27 Januari 2026.
Ade Savitri, Head of Marketing PT Flora Food Indonesia, secara lugas menyatakan keyakinannya bahwa kolaborasi lintas pihak adalah kunci esensial dalam mendukung pemenuhan gizi anak Indonesia. Pernyataan ini bukan tanpa dasar, mengingat kompleksitas tantangan gizi di Indonesia yang meliputi berbagai spektrum, mulai dari masalah stunting, gizi kurang, hingga obesitas pada anak, serta defisiensi mikronutrien yang kerap luput dari perhatian. Tantangan ini, menurut Ade, adalah tanggung jawab bersama yang tidak bisa diemban oleh satu pihak saja. Pendekatan parsial terbukti tidak efektif dalam mengatasi akar permasalahan gizi yang multidimensional. Sejalan dengan pandangan Badan Gizi Nasional (BGN), yang menegaskan bahwa upaya pemenuhan gizi anak memerlukan sinergi lintas kementerian, lembaga, sektor swasta, hingga organisasi masyarakat sipil dalam satu ekosistem yang terkoordinasi, PT Flora Food Indonesia melalui BlueBand bertekad untuk terus berkontribusi menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak Indonesia. Kontribusi ini diwujudkan melalui inovasi produk dan berbagai inisiatif relevan yang dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi generasi penerus bangsa.
Inovasi Nutrisi dan Edukasi sebagai Fondasi Masa Depan
Peringatan Hari Gizi Nasional, yang secara rutin jatuh setiap tanggal 25 Januari, selalu menjadi pengingat krusial akan vitalnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak sejak usia dini. Fondasi kokoh ini tidak hanya dibentuk oleh asupan kalori dan protein, melainkan juga oleh kebiasaan makan sehari-hari yang kaya akan nutrisi mikro dan makro esensial. Salah satu aspek krusial yang ditekankan adalah asupan omega 3 dan 6, serta 10 vitamin penting yang berperan signifikan dalam mendukung fungsi kognitif, sistem imun, dan perkembangan fisik anak. Omega 3, misalnya, dikenal luas akan manfaatnya dalam perkembangan otak dan retina mata, sementara omega 6 mendukung kesehatan kulit dan pertumbuhan sel. Kombinasi vitamin esensial, seperti Vitamin A, D, E, K, dan kelompok Vitamin B, secara sinergis memastikan metabolisme tubuh berjalan optimal, menjaga daya tahan tubuh, serta mendukung pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat.
Menyadari pentingnya nutrisi holistik ini, merek BlueBand dari PT Flora Food Indonesia meluncurkan inisiatif bertajuk “Satu Sendok Kebaikan Nutrisi BlueBand”. Program ini dirancang untuk mendampingi orang tua dalam menghadirkan pilihan nutrisi yang praktis, lezat, dan kaya akan gizi dalam hidangan sehari-hari anak. Lebih dari sekadar produk, inisiatif ini juga diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Program Edukasi Gizi Serentak milik Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Kolaborasi ini menjangkau skala yang luar biasa, meliputi lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, dari perkotaan hingga pelosok. Pada acara puncak peringatan Hari Gizi Nasional 2026 yang berlangsung meriah pada tanggal 25 Januari 2026 di Lapangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Ade Savitri bersama timnya menegaskan komitmen berkelanjutan untuk mendukung pemenuhan gizi anak melalui langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan dalam keseharian keluarga.
Kolaborasi Masif untuk Generasi Sehat dan Cerdas
Ade Savitri sangat percaya bahwa tumbuh kembang anak yang optimal adalah hasil dari kombinasi asupan nutrisi yang tepat dan dukungan positif serta konsisten dari orang tua. Melalui “Satu Sendok Kebaikan Nutrisi BlueBand”, ia berharap dapat memberikan solusi praktis dan bernutrisi bagi orang tua, sekaligus memperluas jangkauan edukasi gizi seimbang. Edukasi ini tidak hanya menyasar anak-anak secara langsung, tetapi juga para pengajar di sekolah sebagai garda terdepan pendidikan, serta orang tua sebagai pendamping utama di rumah. Tujuannya jelas: agar semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh dan berkembang secara optimal, siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal kesehatan dan kecerdasan yang prima.
Doddy Izwardy, Ketua Umum DPP PERSAGI, turut menyampaikan antusiasmenya terhadap kegiatan edukasi gizi serentak ini. Baginya, inisiatif ini adalah manifestasi nyata dari komitmen PERSAGI dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global. Edukasi gizi serentak yang dilaksanakan ini melibatkan ribuan ahli gizi anggota PERSAGI yang tersebar di seluruh Indonesia, menjangkau ribuan sekolah, serta puluhan ribu siswa, guru, dan orang tua. Ini merupakan sebuah orkestrasi edukasi yang masif dan terkoordinasi, sebagaimana ditekankan oleh BGN tentang perlunya sinergi lintas sektor. Doddy menekankan bahwa melalui edukasi komprehensif ini, PERSAGI ingin menanamkan pemahaman fundamental bahwa gizi seimbang dan perilaku hidup sehat harus dimulai sejak dini dan menjadi kebiasaan sepanjang hayat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup individu dan kemajuan bangsa.
Keberhasilan kolaborasi masif ini tidak hanya tercermin dari luasnya jangkauan, tetapi juga dari pengakuan resmi. Inisiatif “Satu Sendok Kebaikan Nutrisi BlueBand” dan Program Edukasi Gizi Serentak PERSAGI berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori edukasi gizi serentak dengan partisipasi sekolah terbanyak. Jusuf Ngadri, Direktur Operasional Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), menyampaikan bahwa capaian luar biasa ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan kuatnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan edukasi yang berdampak luas dan transformatif. Rekor ini membuktikan bahwa edukasi gizi dapat dijalankan secara masif, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan mendesak anak-anak serta keluarga Indonesia di era modern ini. Ini adalah bukti konkret bahwa dengan semangat kebersamaan dan tujuan yang sama, perubahan positif yang signifikan dapat diwujudkan untuk masa depan generasi penerus bangsa.
Pilihan Editor: Guru dan Mahasiswa Akan Ajarkan Gizi MBG di Sekolah














