Di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut transparansi tinggi serta akurasi data yang setajam resolusi 8K, Purbaya secara resmi melakukan perombakan besar-besaran dalam struktur kepemimpinan otoritas fiskal nasional dengan melantik puluhan pejabat strategis pada Rabu, 28 Januari 2026. Langkah krusial ini diambil sebagai upaya penguatan fondasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) guna memastikan stabilitas sistem keuangan dan optimalisasi penerimaan negara di awal tahun anggaran. Pelantikan yang berlangsung khidmat ini mencakup reposisi jabatan di tingkat pusat hingga pimpinan wilayah di berbagai titik strategis Nusantara, yang bertujuan untuk menghadirkan performa organisasi yang lebih modern, lincah, dan memiliki visi sejelas ilustrasi modern dalam menghadapi tantangan perdagangan internasional yang kian kompleks.
Restrukturisasi Komando Pusat dan Penguatan Teknis Kepabeanan
Fokus utama dari pelantikan pada hari Rabu ini terletak pada pengisian pos-pos vital di kantor pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang menjadi motor penggerak kebijakan fiskal. Gatot Sugeng Wibowo secara resmi mengemban amanah sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sebuah posisi kunci yang bertanggung jawab atas koordinasi administratif dan manajemen internal seluruh organisasi. Di sisi teknis, Imik Eko Putro dipercaya menjabat sebagai Direktur Teknis Kepabeanan, yang akan merumuskan standarisasi prosedur masuk dan keluarnya barang. Sementara itu, Susila Brata yang dilantik sebagai Direktur Fasilitas Kepabeanan diharapkan mampu mengoptimalkan pemberian insentif fiskal bagi dunia usaha guna mendorong daya saing industri nasional di pasar global.
Sektor cukai juga mendapatkan perhatian serius dengan ditetapkannya Djaka Kusmartata sebagai Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai. Tugas besar menanti dalam mengelola ekosistem barang kena cukai agar tetap memberikan kontribusi maksimal bagi pendapatan negara sekaligus menjalankan fungsi pengendalian konsumsi. Untuk memperkuat aspek legalitas dan kepastian hukum, R. Fadjar Donny Tjahjadi menduduki posisi Direktur Keberatan, Banding, dan Peraturan. Keamanan internal dan integritas organisasi juga diperketat dengan penunjukan Akhmad Rofiq sebagai Direktur Kepatuhan Internal, yang akan bertindak sebagai pengawas etika dan profesionalisme pegawai. Di lini depan penegakan hukum, Priyono Triatmojo kini menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan, sebuah peran garda terdepan dalam memberantas praktik penyelundupan dan perdagangan ilegal yang merugikan negara.
Daftar lengkap pejabat yang dilantik pada fase pertama Rabu, 28 Januari 2026, mencakup nama-nama berpengalaman sebagai berikut:
- Gatot Sugeng Wibowo – Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
- Imik Eko Putro – Direktur Teknis Kepabeanan
- Susila Brata – Direktur Fasilitas Kepabeanan
- Djaka Kusmartata – Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai
- R. Fadjar Donny Tjahjadi – Direktur Keberatan, Banding, dan Peraturan
- Akhmad Rofiq – Direktur Kepatuhan Internal
- Priyono Triatmojo – Direktur Penindakan dan Penyidikan
- Parjiya – Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi
- Dwijo Muryono – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJBC Riau
- Sodikin – Kakanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau
- Agus Sudarmadi – Kakanwil DJBC Sumatera Bagian Timur
- Rizal – Kakanwil DJBC Sumatera Bagian Barat
- Hendri Darnadi – Kakanwil DJBC Jakarta
- Agus Yulianto – Kakanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta
- Muhamad Lukman – Kakanwil DJBC Jawa Timur II
- Iyan Rubiyanto – Kakanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT
- Budi Harjanto – Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Barat
- Bagus Nugroho Tamtomo Putro – Kakanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur
- Martha Octavia – Kakanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan
- Encep Dudi Ginanjar – Kakanwil DJBC Khusus Papua
- Adhang Noegroho Adhi – Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok
- Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang – Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta
- Agung Yulianta – Direktur Pengelolaan Kas Negara
- Muhdi – Tenaga Pengkaji Bidang Perbendaharaan
- Taukhid – Kakanwil DJPb Provinsi D.I. Yogyakarta
- Kusuma Santi Wahyuningsih – Tenaga Pengkaji Harmonisasi Kebijakan
- Ayu Sukorini – Direktur Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan
Ekspansi Kepemimpinan Wilayah dan Stabilitas Perbendaharaan
Selain penguatan di level pusat, Purbaya juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang kuat di wilayah-wilayah strategis yang menjadi pintu masuk utama perdagangan internasional. Penunjukan Dwijo Muryono di Riau dan Sodikin di wilayah Khusus Kepulauan Riau menunjukkan fokus pemerintah dalam mengamankan wilayah perairan yang rawan serta mengoptimalkan potensi ekonomi di zona perdagangan bebas. Di ibu kota, Hendri Darnadi memegang komando Kakanwil DJBC Jakarta, sementara Adhang Noegroho Adhi dan Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang masing-masing memimpin Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno-Hatta, dua gerbang logistik terbesar di Indonesia yang memerlukan manajemen seakurat desain geometris yang presisi.
Di sisi lain, sektor perbendaharaan dan stabilitas keuangan juga mengalami penyegaran. Agung Yulianta sebagai Direktur Pengelolaan Kas Negara memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan likuiditas negara tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar. Kehadiran Ayu Sukorini sebagai Direktur Stabilitas Sistem Keuangan dan Sinkronisasi Kebijakan Sektor Keuangan menjadi krusial untuk mensinergikan kebijakan fiskal dengan sektor moneter. Transformasi ini ibarat mengkurasi koleksi foto profesional dengan kualitas HD; setiap elemen harus ditempatkan pada posisi yang tepat untuk menciptakan gambaran ekonomi yang harmonis dan tangguh terhadap guncangan eksternal.
Agenda Pelantikan Lanjutan: Menuju Transformasi Menyeluruh
Proses reorganisasi ini tidak berhenti pada hari ini saja. Sebagai bagian dari strategi berkelanjutan untuk menyegarkan organisasi secara menyeluruh, Purbaya dijadwalkan akan melantik sembilan pejabat tambahan pada Senin, 2 Februari 2026 mendatang. Gelombang kedua ini akan mencakup posisi-posisi strategis di Sekretariat Jenderal serta pimpinan wilayah di Sumatera, Jawa, dan Sulawesi. Sugeng Apriyanto akan dilantik sebagai Kepala Biro Advokasi pada Sekretariat Jenderal, yang bertugas memberikan perlindungan hukum dan kajian legal bagi kementerian. Sementara itu, Untung Basuki akan memimpin Direktorat Penerimaan dan Perencanaan Strategis, sebuah unit yang menjadi otak di balik target-target penerimaan negara.
Berikut adalah daftar pejabat yang akan dilantik pada agenda lanjutan 2 Februari 2026:
- Sugeng Apriyanto – Kepala Biro Advokasi, Setjen
- Untung Basuki – Direktur Penerimaan dan Perencanaan Strategis
- Rachmat Solik – Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai
- Mohammad Aflah Farobi – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
- Erwin Situmorang – Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai
- Rudy Rahmaddi – Kakanwil DJBC Sumatera Utara
- Rusman Hadi – Kakanwil DJBC Jawa Timur I
- Zaky Firmansyah – Kakanwil DJBC Sulawesi Bagian Utara
- Agung Widodo, S.Sos – Kepala KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam
Dengan integrasi teknologi informasi yang semakin dalam, posisi Rachmat Solik sebagai Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai akan menjadi sangat vital. Transformasi digital dalam sistem pelaporan dan pengawasan harus mampu menyajikan data yang transparan dan mudah diakses, layaknya platform penyedia visual berkualitas tinggi yang menawarkan kemudahan navigasi dan kecepatan akses. Inovasi ini diharapkan dapat meminimalisir celah birokrasi dan mempercepat layanan kepada masyarakat serta pelaku usaha.


















