Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Ramalan Zodiak 28 Jan 2026: 5 Tanda Ini Panen Rezeki!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Cuaca

BMKG: Hoax OMC Tak Pengaruhi Cuaca, Hujan Tetap Normal

Kiki Wijaya by Kiki Wijaya
February 3, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
BMKG: Hoax OMC Tak Pengaruhi Cuaca, Hujan Tetap Normal

#image_title

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara tegas membantah narasi yang beredar luas di masyarakat mengenai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut justru memicu ketidakstabilan cuaca dan fenomena cold pool berbahaya. Dalam klarifikasi resmi yang dirilis pada Kamis (29/1), BMKG menjelaskan bahwa OMC yang dilaksanakan di Indonesia merupakan sebuah strategi mitigasi bencana yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang terukur, dan dirancang sebagai respons adaptif terhadap tantangan perubahan iklim serta penurunan daya dukung lingkungan yang semakin nyata. Bantahan ini muncul sebagai reaksi terhadap kekhawatiran publik yang timbul dari peredaran informasi di media sosial yang mengaitkan OMC dengan risiko bencana seperti cuaca ekstrem, pembentukan cold pool yang berpotensi menyebabkan banjir besar, serta klaim memberikan rasa aman palsu.

RELATED POSTS

Waspada Cuaca Ekstrem, Kapal Cepat ke Pulau Seribu Setop Sementara

Hujan Lebat & Angin Kencang: BMKG Ungkap Wilayah Terdampak 28-29 Jan

Sumatera Panas Februari-Maret: BMKG Ungkap Peluang Rehabilitasi


BMKG memaparkan bahwa fenomena cold pool, atau kolam dingin, sejatinya merupakan sebuah kejadian meteorologi yang sepenuhnya alami. Fenomena ini terjadi ketika uap air yang terkandung dalam hujan menguap di bawah awan badai, sebuah proses yang secara inheren mendinginkan udara di sekitarnya dan menciptakan massa udara yang lebih padat dan dingin, yang kemudian bergerak turun menuju permukaan bumi. BMKG menekankan bahwa setiap kali hujan turun secara alami, tanpa intervensi manusia sedikit pun, pembentukan cold pool adalah konsekuensi yang tak terhindarkan dari proses fisika atmosfer. Oleh karena itu, BMKG menyatakan bahwa mengaitkan fenomena cold pool sebagai efek samping berbahaya dari OMC merupakan sebuah kekeliruan ilmiah yang fundamental. Hal ini dikarenakan, teknik penyemaian awan yang digunakan dalam OMC, yang dikenal sebagai cloud seeding atau cold seeding, tidak bertujuan untuk menciptakan awan baru, melainkan hanya bekerja dengan awan-awan yang sudah ada secara alami di atmosfer.

Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Pemicu Ketidakstabilan Cuaca

Lebih lanjut, BMKG menegaskan kembali bahwa tujuan utama dari implementasi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) adalah murni untuk tujuan mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat. Upaya ini dilakukan dengan cara memanipulasi curah hujan, baik untuk menambah maupun mengurangi intensitasnya di wilayah tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. BMKG secara eksplisit menyatakan bahwa OMC bukanlah penyebab ketidakstabilan cuaca. Jika OMC berhasil mempercepat proses turunnya hujan, maka secara logis pembentukan cold pool yang dihasilkan akan memiliki karakteristik fisik dan kimiawi yang identik dengan cold pool yang terbentuk dari hujan alami. BMKG juga menyoroti aspek skala energi dalam argumennya. Menurut BMKG, dari perspektif skala energi, klaim bahwa teknologi manusia saat ini mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar melalui OMC tidak dapat dibenarkan. Teknologi modifikasi cuaca yang diterapkan di Indonesia hanya memicu proses alami pada awan yang sudah berada dalam kondisi jenuh, bukan menciptakan sistem pendingin atmosfer berskala raksasa.


Membantah Tuduhan Pemindahan Hujan

Menanggapi narasi yang menyebutkan bahwa OMC dapat “memindahkan hujan ke wilayah tetangga dan berpotensi menyebabkan banjir,” BMKG memberikan penjelasan rinci mengenai dua metode utama yang digunakan dalam operasi ini, yang semuanya dirancang untuk melindungi wilayah strategis dan bukan untuk memindahkan curah hujan secara sembarangan. Metode pertama, yang dikenal sebagai Jumping Process Method, melibatkan deteksi suplai awan yang berasal dari laut, seperti Laut Jawa atau Samudra Hindia, menggunakan teknologi radar. Awan-awan ini kemudian disemai sebelum mencapai daratan, dengan tujuan agar curah hujan yang dihasilkan jatuh di wilayah perairan, bukan di daratan yang berpotensi menimbulkan masalah. Metode kedua adalah Competition Method. Dalam metode ini, awan yang mulai tumbuh langsung di atas daratan (in-situ) menjadi sasaran penyemaian. Proses penyemaian dilakukan sejak dini untuk mengganggu pertumbuhan awan, bukan untuk menghilangkannya sama sekali, agar awan tersebut tidak berkembang menjadi awan Cumulonimbus yang masif dan berpotensi menimbulkan hujan lebat yang tidak diinginkan. BMKG menegaskan kembali, “Sehingga OMC dilakukan bukan untuk memindahkan hujan ke permukiman lain,” sebagai penegasan atas klaim yang beredar.


BMKG juga mengakui bahwa kemampuan lingkungan, khususnya daerah resapan air, dalam menyerap air hujan yang jatuh merupakan faktor krusial dalam menentukan terjadinya banjir atau tidak. Fakta hilangnya sekitar 800 situ di wilayah Jabodetabek sejak tahun 1930-an menjadi salah satu indikator utama berkurangnya daerah resapan air, yang secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya banjir. Oleh karena itu, BMKG sepakat bahwa penataan lingkungan, termasuk revitalisasi dan pemeliharaan daerah resapan, merupakan langkah paling fundamental yang harus menjadi prioritas utama, baik oleh pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat. Namun, BMKG menambahkan bahwa upaya penataan lingkungan ini harus berjalan secara paralel dengan langkah-langkah lain, termasuk penguatan kapasitas modifikasi cuaca melalui OMC. Hal ini penting mengingat tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, dengan potensi terjadinya hujan ekstrem yang diprediksi akan terus meningkat di masa mendatang.


Dalam konteks ini, BMKG menekankan bahwa penataan lingkungan yang berkelanjutan harus terus dilakukan secara konsisten. Di samping itu, penguatan kapasitas dalam bidang modifikasi cuaca juga perlu ditingkatkan. Peningkatan ini krusial mengingat ancaman perubahan iklim bukanlah sekadar isu teoritis, melainkan sebuah realitas yang semakin terasa dampaknya. Potensi terjadinya hujan dengan intensitas ekstrem diproyeksikan akan terus meningkat, sehingga diperlukan strategi adaptasi dan mitigasi yang komprehensif. OMC, sebagai salah satu alat mitigasi yang berbasis sains, dapat berperan penting dalam membantu lingkungan yang sudah tertekan oleh urbanisasi dan perubahan iklim untuk lebih mampu merespons curah hujan yang tinggi, sambil terus berupaya memulihkan dan memperluas daerah resapan air.


ShareTweetPin
Kiki Wijaya

Kiki Wijaya

Related Posts

Waspada Cuaca Ekstrem, Kapal Cepat ke Pulau Seribu Setop Sementara
Cuaca

Waspada Cuaca Ekstrem, Kapal Cepat ke Pulau Seribu Setop Sementara

February 2, 2026
Hujan Lebat & Angin Kencang: BMKG Ungkap Wilayah Terdampak 28-29 Jan
Cuaca

Hujan Lebat & Angin Kencang: BMKG Ungkap Wilayah Terdampak 28-29 Jan

February 1, 2026
Sumatera Panas Februari-Maret: BMKG Ungkap Peluang Rehabilitasi
Cuaca

Sumatera Panas Februari-Maret: BMKG Ungkap Peluang Rehabilitasi

February 1, 2026
BMKG: Hujan Lebat, Angin Kencang Ancam Wilayah Ini 27-28 Jan.
Cuaca

BMKG: Hujan Lebat, Angin Kencang Ancam Wilayah Ini 27-28 Jan.

January 31, 2026
Peringatan BMKG untuk hujan besok: Jakarta level SIAGA, Bekasi AWAS
Cuaca

Peringatan BMKG untuk hujan besok: Jakarta level SIAGA, Bekasi AWAS

January 30, 2026
Jabodetabek Hujan Ringan: BMKG Prediksi Cuaca Berawan Hari Ini
Cuaca

Jabodetabek Hujan Ringan: BMKG Prediksi Cuaca Berawan Hari Ini

January 29, 2026
Next Post
Harga Emas 29 Januari 2026: Antam dan UBS Kompak Melejit

Harga Emas 29 Januari 2026: Antam dan UBS Kompak Melejit

Restorative Justice Guru Pamulang: Solusi Polisi Tanpa Pidana

Restorative Justice Guru Pamulang: Solusi Polisi Tanpa Pidana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Prabowo Cabut Izin Agincourt, Saham UNTR-ASII Anjlok Drastis

Prabowo Cabut Izin Agincourt, Saham UNTR-ASII Anjlok Drastis

January 23, 2026
Terheboh! Hotman Soroti Gugatan Ressa, Syarat Damai Mawa Terkuak

Terheboh! Hotman Soroti Gugatan Ressa, Syarat Damai Mawa Terkuak

January 18, 2026
Pertamina Usul Jatah LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung Sebulan

Pertamina Usul Jatah LPG 3 Kg Dibatasi 10 Tabung Sebulan

February 1, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Virus Nipah India: Ancaman Maut yang Wajib Anda Tahu!
  • Trump Janjikan US$1.000 untuk Setiap Bayi AS
  • Judi Pakai Kredit Pemda, DPR Desak Camat Medan Segera Dipecat

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026