Langkah mengejutkan kiper tim nasional Indonesia, Maarten Paes, menuju Ajax Amsterdam telah mengukir babak baru dalam kariernya yang cemerlang. Kepindahan ini, yang awalnya hanya sebatas rumor dan sempat dikaitkan dengan klub lokal Persib Bandung, kini berhembus kencang menuju raksasa Liga Belanda. Keputusan Paes untuk meninggalkan FC Dallas dan merapat ke Johan Cruijff Arena, markas kebesaran Ajax, bukan sekadar perpindahan biasa. Ini adalah sebuah lompatan karier yang diprediksi akan membawanya ke level kompetisi tertinggi, dengan kontrak mengikat hingga pertengahan tahun 2029. Nilai transfer yang fantastis, mencapai 1,2 juta Euro atau sekitar Rp 24 miliar, menegaskan betapa berharganya aset sepak bola ini. Lantas, apa yang mendorong keputusan monumental ini? Siapa saja aktor di balik layar yang memuluskan jalan Paes menuju Amsterdam? Dan sejauh mana peran Jordi Cruyff serta Denny Landzaat dalam proses negosiasi yang rumit ini?
Keputusan Maarten Paes untuk bergabung dengan Ajax Amsterdam menandai babak baru yang signifikan dalam perjalanan profesionalnya sebagai seorang penjaga gawang. Kiper berusia 27 tahun ini, yang telah menjadi pilar penting bagi tim nasional Indonesia, dikabarkan akan segera mengikat kontrak dengan salah satu klub paling bersejarah di Belanda. Kontrak tersebut diprediksi akan berlangsung selama tiga setengah tahun, yang berarti Paes akan mengenakan seragam Ajax hingga paruh kedua tahun 2029. Langkah ini bukan hanya sekadar perpindahan klub, melainkan sebuah lompatan strategis menuju kompetisi yang lebih tinggi dan prestisius di kancah sepak bola Eropa. Kepindahan ini juga menggarisbawahi nilai dan potensi yang dimiliki Paes, terbukti dari mahar transfer yang dilaporkan mencapai 1,2 juta Euro, atau setara dengan Rp 24 miliar. Angka ini mencerminkan keyakinan Ajax akan kualitas dan kontribusi yang dapat diberikan oleh Paes di masa mendatang.
Di balik layar transfer yang begitu besar dan krusial ini, terungkap adanya peran sentral dari dua figur penting dalam dunia sepak bola Belanda yang memiliki kedekatan dengan tim nasional Indonesia. Jordi Cruyff, yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Ajax, dan Denny Landzaat, asisten pelatih Ajax yang juga pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan tim nasional Indonesia di era Patrick Kluivert, disebut-sebut memainkan peran kunci dalam meyakinkan Paes untuk memilih Ajax. Laporan dari media Belanda, seperti De Telegraaf dan Voetbal Primeur, secara eksplisit menyebutkan bahwa Jordi Cruyff, dengan posisinya sebagai direktur teknik baru di Ajax, memberikan pengaruh besar dalam pengambilan keputusan Paes. Pengalaman kerja sama sebelumnya antara Paes dan Cruyff saat keduanya berada di tim nasional Indonesia menjadi fondasi penting dalam terjalinnya komunikasi dan kepercayaan ini. Hal ini menunjukkan bagaimana jaringan dan rekam jejak kerja sama dapat membuka pintu peluang transfer yang signifikan.
Proses Panjang dan Penilaian Kritis
Kepindahan Maarten Paes ke Ajax Amsterdam bukanlah sebuah keputusan yang diambil secara instan atau kebetulan semata. Berdasarkan analisis mendalam dari berbagai media Belanda, proses perekrutan Paes ini telah melalui tahapan observasi dan evaluasi yang cermat dan berkelanjutan selama periode waktu yang cukup panjang, diperkirakan hampir dua tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan bahwa Ajax tidak hanya melihat potensi sesaat, melainkan melakukan analisis mendalam terhadap performa, konsistensi, dan potensi jangka panjang Paes sebagai seorang penjaga gawang. Proses ini melibatkan pemantauan ketat terhadap setiap penampilannya, baik di level klub maupun di kancah internasional. Keputusan untuk mengucurkan dana signifikan untuk merekrut Paes menunjukkan bahwa tim pencari bakat dan jajaran manajemen Ajax telah mencapai kesepakatan penuh mengenai kualitas dan nilai yang dapat dibawa oleh Paes ke dalam skuad mereka. Penilaian yang dilakukan bukan hanya sekadar pada kemampuan teknis, tetapi juga pada aspek mental, kepemimpinan, dan adaptabilitas yang krusial dalam menghadapi persaingan di level tertinggi.
Peran Jordi Cruyff dalam memfasilitasi transfer ini tidak dapat diremehkan. Sebagai Direktur Teknik Ajax yang baru, Cruyff memiliki visi strategis yang kuat dalam membangun tim. Pengalamannya bekerja sama dengan Paes di tim nasional Indonesia memberikan pemahaman mendalam mengenai karakter dan kemampuan sang kiper. Laporan dari media Belanda mengindikasikan bahwa Cruyff secara aktif merekomendasikan Paes kepada jajaran manajemen Ajax, menyoroti kualitas-kualitas yang membuatnya cocok dengan filosofi permainan dan kebutuhan tim. Di sisi lain, Denny Landzaat, yang juga memiliki pengalaman melatih di tim nasional Indonesia, turut memberikan perspektif dan penilaian positif. Keberadaan kedua tokoh ini, yang memiliki kredibilitas dan rekam jejak yang teruji, menjadi faktor penentu yang meyakinkan Paes untuk menerima tawaran dari Ajax, bahkan ketika opsi lain mungkin tersedia.
Faktor Pendorong dan Analisis Strategis
Keputusan Maarten Paes untuk bergabung dengan Ajax Amsterdam didorong oleh beberapa faktor penting yang saling terkait. Salah satu alasan utama yang diungkapkan oleh media Belanda adalah pengaruh kuat dari Jordi Cruyff. Hubungan kerja yang telah terjalin sebelumnya antara Paes dan Cruyff di tim nasional Indonesia menjadi landasan kepercayaan yang kokoh. Cruyff, dengan posisinya sebagai Direktur Teknik Ajax, mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai peran dan prospek karier Paes di klub tersebut. Selain itu, Ajax Amsterdam dikenal sebagai klub yang memiliki tradisi kuat dalam mengembangkan talenta muda dan memberikan kesempatan bermain di level tertinggi. Bagi Paes, ini adalah kesempatan emas untuk mengasah kemampuannya di lingkungan yang mendukung perkembangan pemain.
Analisis strategis dari media Belanda juga menyoroti beberapa alasan tak terduga di balik keputusan Ajax untuk merekrut Maarten Paes. Selain faktor Jordi Cruyff, kemungkinan besar Ajax melihat Paes sebagai investasi jangka panjang yang menjanjikan. Dengan usianya yang masih relatif muda (27 tahun) dan potensi yang terus berkembang, Paes diproyeksikan dapat menjadi kiper utama Ajax selama bertahun-tahun. Kemampuannya dalam membaca permainan, refleks yang cepat, serta keberanian dalam duel udara menjadi atribut yang sangat dicari oleh klub-klub papan atas. Kepindahan ini juga dapat dilihat sebagai bagian dari strategi Ajax untuk memperkuat skuad mereka dengan pemain yang memiliki pengalaman internasional dan kemampuan adaptasi yang baik terhadap berbagai gaya permainan. Keputusan ini bukan hanya tentang mengisi posisi kiper, tetapi juga tentang membangun fondasi tim yang kuat untuk menghadapi kompetisi domestik maupun Eropa di masa mendatang.


















