Misteri sosok ‘J’, Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjadi pusat perhatian dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 29 Januari 2026. Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, secara terbuka menampilkan kegelisahannya mengenai kehadiran tokoh kunci tersebut, yang identitasnya hingga kini masih dijaga kerahasiaannya oleh partai. Kaesang, yang juga merupakan adik dari Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, memberikan sinyal kuat bahwa figur ‘Bapak J’ ini akan hadir pada hari berikutnya, menambah intrik seputar kepemimpinan partai yang baru saja mengukuhkan strukturnya.
Dalam pidato pembukaannya, Kaesang Pangarep, putra bungsu mantan Presiden Joko Widodo, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berinteraksi dengan para petinggi partai yang hadir. Ia secara khusus menyapa Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, beserta seluruh jajaran pengurus yang hadir. Namun, momen dramatis terjadi ketika Kaesang secara jenaka menyoroti ketidakhadiran Ketua Dewan Pembina. “Yang saya hormati Sekretaris Dewan Pembina PSI Ibu Grace Natalie, beserta seluruh jajarannya, tanpa ada ketuanya,” ujar Kaesang, disambut dengan gelak tawa dan rasa penasaran dari audiens. Ia kemudian melanjutkan, “Ketuanya di mana? Belum datang? Oh, ya sudah. Insya Allah besok datang,” yang secara implisit mengkonfirmasi bahwa sosok ‘Bapak J’ tersebut dijadwalkan hadir pada agenda esok hari, Jumat, 30 Januari 2026.
Pengungkapan Identitas Terikat Struktur Partai
Lebih jauh, Kaesang Pangarep memberikan penjelasan mengenai strategi PSI terkait pengungkapan identitas Ketua Dewan Pembina yang misterius ini. Ia menyatakan bahwa pengumuman resmi mengenai siapa sosok di balik inisial ‘J’ tersebut akan dilakukan setelah Partai Solidaritas Indonesia berhasil melengkapi seluruh struktur kepengurusan partainya. Pernyataan ini disampaikan Kaesang menjelang penutupan sambutannya, di mana ia menggunakan sebuah pantun jenaka untuk menyampaikan pesan tersebut kepada seluruh hadirin. “Anak kecil banyak cakap. Sampai kelupaan pakai celana. Setelah struktur lengkap, saya akan umumkan ketua dewan pembina,” ucap Kaesang, yang mengisyaratkan bahwa proses pengisian dan finalisasi kepengurusan menjadi prasyarat utama sebelum identitas penting ini diumumkan ke publik.
Rakernas PSI yang diselenggarakan di Makassar ini memiliki agenda strategis yang sangat krusial, berlangsung dari tanggal 29 hingga 31 Januari 2026. Forum ini menjadi ajang penting bagi PSI untuk merumuskan dan menetapkan arah kebijakan serta langkah-langkah kerja partai dalam jangka pendek, dengan target spesifik hingga tahun 2029. Lebih ambisius lagi, PSI menargetkan untuk tidak hanya lolos ke Senayan dan menduduki kursi di parlemen, tetapi juga bertekad menjadi partai pemenang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2029. Kehadiran Ketua Dewan Pembina yang dinanti-nantikan, dengan segala misteri di baliknya, tentu diharapkan dapat memberikan dorongan moral dan strategis bagi partai dalam mencapai cita-cita besarnya.
Spekulasi Tokoh Berinisial ‘J’
Seiring dengan ramainya perbincangan mengenai sosok ‘Bapak J’, publik dan pengamat politik mulai berspekulasi mengenai identitas sebenarnya dari Ketua Dewan Pembina PSI ini. Sejauh ini, setidaknya ada dua nama tokoh yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran PSI dan berinisial ‘J’ yang santer disebut-sebut. Pertama adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan ayah dari Kaesang Pangarep sendiri. Kehadiran atau keterlibatan beliau dalam struktur kepengurusan PSI tentu akan memberikan dampak elektoral yang signifikan. Nama kedua yang muncul adalah Jeffrie Geovanie, yang dikenal sebagai salah satu pendiri PSI dan pernah menjabat sebagai ketua dewan pembina pada periode kepengurusan sebelumnya. Partai Solidaritas Indonesia sendiri memilih untuk tidak mengkonfirmasi maupun menyangkal spekulasi yang beredar, menjaga aura misteri di sekitar figur ‘J’ agar tetap terjaga hingga pengumuman resmi.
Meskipun identitas ‘Bapak J’ masih menjadi teka-teki, Kaesang Pangarep pernah memberikan sedikit gambaran mengenai latar belakang sosok tersebut. Menurut penuturannya, ‘J’ adalah seorang figur yang memiliki rekam jejak kuat baik di dunia politik maupun bisnis. Keterlibatan sosok politikus dan pengusaha ini dalam kepengurusan PSI semakin menambah dimensi kompleksitas pada perannya. Pelantikan figur berinisial ‘J’ dalam struktur kepengurusan PSI sendiri telah dilakukan pada hari Jumat, 26 September 2025, namun tanpa menghadirkan tokoh yang bersangkutan secara langsung ke publik, yang semakin memperkuat spekulasi dan rasa penasaran publik.


















